Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
bermalam


__ADS_3

malam semakin larut, rey dan rena berada di balkon lantai dua villa, di bawah para asisten berada, memeluk sang istri dari belakang, rey menunjuk beberapa wahana yang terlihat dari atas sana, mungkin kalo Nino bangun dia ingin ke sana, sempat ingin tertidur karna lelah, rena bangun lagi, suara teriakan dari taman bermain masih terdengar, layak nya seperti pasar malam.


rey meminta anak buah nya, mencari kabar, jam berapa tempat wisata tutup, itu sangat mengganggu bagi nya๐Ÿ˜


"sayang lihat ini" rey menunjukan beberapa foto pengantin ala ala india


"mksud nya apa? rena bertanya


" kamu suka lagu dan film India kan? aku akan menyiapkan resepsi untuk kita di jakarta, tinggal kita atur waktu nya (ucap rey)


"pak bos, aku rasa itu ga perlu. aku sudah bahagia, kan acara seperti itu butuh biaya yang banyak'


" kamu khawatir soal biaya? "


rena terdiam, ya dia memikirkan itu


"hey, walaupun ini yang ke dua buat aku, aku ingin dunia tau, kalo kamu resmi jadi milik ku (mengusap pipi rena lembut)


" terimakasih a, tapi bukan kah lebih baik kita sumbangkan uang itu untuk RS, bukan kah kamu memiliki panti asuhan juga, mereka lebih membutuhkan"


mengecup kening istri nya, ya begitu rena yang rey kenal, slalu memikirkan orang lain


" kamu tau? uang ku tak akan habis hanya dengan menggelar resepsi pernikahan kita"


"oya?? rena pura pura kaget


berapa banyak uang mu pa bos (menggoda rey, rena melingkar kan tangan di leher sang suami)


" kamu ga akan bisa menghitung nya sayang"


" baiklah kalo begitu, aku akan merampok nya, " mendengar kata merampok dari mulut sang istri rey tertawa


"takan ku biarkan kamu merampok harta ku, karna harta ku juga harta mu"


rena tertegun, mengingat berderet daftar perusahaan sang suami yang tiba sebutkan tadi,


menggelengkan kepala rena mengusap pipi sang suami,


" engga pak bos, itu milik mu, apa lagi yang harus aku ambil dari mu, jika cinta mu sudah berada di genggaman ku, itu lebih dari harta yang kau punya, aku tak butuh yang lain, kau hanya harus memberikan cita mu pada ku, itu sudah cukup"


mendengar itu rey tersenyum, bagaimana rena memiliki hati seperti itu, mendekatkan wajah pada sang istri rey mencumbu nya, malam ini akan jadi malam yang indah untuk rey dan rena


berakhir di tempat tidur yang luas itu, rey memeluk istri nya yang lebih dulu terlelap setelah aktifitas mereka, melihat wajah sang istri yang begitu teduh, rey mengabadikan momen itu, Nino memeluk sang bunda, mereka tidur begitu nyenyak... mengecup pipi sang istri rey ikut terlelap berebut pelukan dengan sang jagoan, rey tak mau kalah mendekap sang istri


hari ini pukul 02:00 siang


semua sudah kembali ke rumah, setelah tadi di akhiri dengan acara berenang bersama, Nino awal nya tak ingin pulang, namun rena mengingatkan kalau besok mereka akan pergi sekolah, akhir nya sang jagoan mengalah,


menikmati makan siang dengan sang mertua, momi begitu bahagia, banyak foto dan video yang rey kirimkan pada nya saat liburan,


"sayang.. (momo menyentuh tangan rena, tak mau menahan nya sampai mereka selesai makan momi terlalu bahagia)


" iya mi..

__ADS_1


"momi sangat senang, Nino begitu menyayangi kamu, akhir nya dia menemukan bunda yang ia inginkan (rena menunduk tersenyum)


kamu tau, momi sudah menyerah, beberapa kali meminta rey untuk menikah lagi, beberapa gadis sudah momi pilih, namun tak berhasil, dia mentah mentah menolak, samapai momi malu pada teman teman momi, di tambah, di antara wanita yang momi kenalkan Nino pun tidak menyukai nya, sungguh selera antara anak dan ayah sama.. (momi tertawa)


tapi dengan kamu, lihat lah, dia sampai lupa sepertinya, kalo selama ini dia manja sama momi, sekarang, apa apa bunda, bentar bentar bunda


rena tersenyum,


"alhamdulillah mi, rena juga ga nyangka Nino bakal suka sama rena,


momi istirahat lah, 5tahun ini momi sudah dengan baik mengurusi Nino, biar kini rena yang jaga Nino, rena sangat suka anak anak"


"sayang terimakasih, momi sungguh mendoakan kebaikan untuk kalian, tapi kamu juga jangan cape cape, semoga bisa secepatnya memberikan ade bayi buat Nino...


" mohon doa nya mi, kita hanya bisa berencana, semoga Allah lancarkan semua yang kita inginkan


"amiiiinnn sayang


rey datang, setelah tadi berada di ruang kerja memeriksa laporan dua hari ke belakang


" bahas apa ni?


rena bangun hendak menyiapkan makan untuk rey


"lanjutin makan kamu sayang biar aku ambil sndiri" (sambil tersenyum, rena menurut, duduk lagi melanjutkan makan nya)


"rey konsul ke dr ana(dokter kandungan keluarga) coba, ambil progam kehamilan"


"buat siapa mi?


"tenang mi, kita kan baru berapa minggu nikah, momi meragukan kemampuan rey??


rena bengong menatap suami nya, maksud nya apa dengan kata kata itu, momi dan rey tertawa bersama, ada rona malu di pipi sang menantu atas ucapan suami nya,


" ahahaaa iya iya, momi percaya (momi berfikir insyaallah rey sehat lahir batin, dulu pun dengan Marsya alhamdulillah menikah mereka langsung di beri kabar gembira kehamilan Marsya, begitupun kini dengan rena semoga semua lancar)


"ayo sayang makan lagi, yang banyak, biar kamu sehat (menyendokan lauk pauk masuk ke piring rena)


" mom rena sudah selesai, udah kenyang"


"ga apa apa gadoin aja sayur nya, sambil temenin rey"


rey tersenyum melihat tingkah sang momi, rena hanya bisa protes lewat tatapan nya


sebelum besok memulai aktivitas seperti biasa nya, sore ini rey ingin mengajak rena jalan jalan, sekedar pergi ke mall, sejak rena di rumah ia belum pernah jalan jalan,


pergi berdua tanpa membawa Nino, sang jagoan bersama pengasuh dan ka putri bermain game di rumah, nampak seru sampai sampai menolak ikut dengan ayah bunda nya..


rey menggenggam jari sang istri pergi ke sebuah mall ternama di jakarta, rena bingung rey. membawa nya ke dalam butik, meminta rena memilih baju mana saja yang ia inginkan


"selamat sore, ya ampun pak rey, lama ga ketemu" sofi sang pemilik butik kebetulan berada di sana


"hy sof, gimana kabar kamu? rey menjabat tangan sofi

__ADS_1


" baik Pak rey, wah pak bos langsung turun tangan langsung ke butik, apa perlu sesuatu?


" kenalin ini istri aku nama nya rena (dengan bangga, mengusap kepala sang istri)


"MasyaAllah, kapan kalian nikah ko ga Undang undang? sofi menjabat tangan rena


" sekitar dua minggu yang lalu, iya kan sayang? rey meyakinkan, dengan bertanya pada rena


"iya a..


mendengar sapaan yang rena sematkan pada sang bos sofi ikut merona wajah nya


" oughhh so swettt kalian ini, ayo nona apa yang anda butuhkan?


"aku ga butuh apa apa a, di rumah masih banyak baju yang baru, yang belum aku pakai..


" tunggu, apa yang pak bos pesen tempo hari buat nona muda?


rey tertawa,


"iya betul, baik lak kalo begitu aku ingin di buatkan baju pengantin ala india, kami akan menggelar resepsi


" wowww I like it,


"mari nona ikut saya ke sebelah sini..


rena menolak


" tapi a..


"aku di sini sayang, (menunjuk sofa di ujung ruangan) lagi lagi rena pasrah mengikuti apa yang suami nya inginkan,


rey memperhatikan rena dari sofa, betapa ia sangat beruntung memiliki rena, tak ada permintaan dari rena sejak mereka menikah, bahkan rey belum memberikan uang untuk kebutuhan rena, mungkin rena masih malu makanya rey dengan inisiatif memenuhi kebutuhan rumah lebih lengkap dari biasa nya yang sudah sempurna itu,


"sungguh rey lalaki yang misterius, tak pernah membawa wanita sebelum nya tau tau udah nikah aja (sofi mulai mengukur pundak rena)


" ya dia penuh kejutan, (rena tersenyum)


kami menikah di bandung, di kampungku"


"oya? pantas saja tak ada info sedikit pun.. momi dan kak nadia pun tidak memberi kabar,


tapi aku tau, protokol ke amanan pasti pak rey utamakan" (sofi tau betul bagai manapun rey jadi orang terpenting di sini, pasti banyak pertimbangan yang mereka ambil fikir nya)


rena hanya mengangguk dan tersenyum, ia mulai tau sekarang suami nya, menatap rey yang juga sedang menatap nya, rey memberikan kecupan jarak jauh yang membuat hati rena langsung meleleh, ada detak jantung yang tak terdengar dari luar sana.. bagaimana rena ingat setiap sentuhan sentuhan yang rey berikan begitu lembut, rey sungguh sangat sabar menuntun nya yang belum banyak tahu,


"kapan resepsi nya nona? sofi bertanya


" emhhh aku belum tau,


sofi tertawa, dasar rey sempat menatap rena mencuri curi pandang, sungguh suatu kehormatan untuk nya bisa langsung menangani istri sang bos,


sebagai wanita sofi mengakui paras rena begitu ayu, begitu natural, sofi tak melihat makeup berlebihan di wajah nona muda nya itu...

__ADS_1


ya selain kerabat jauh, dan kini suami nya menjadi salah satu team rey, bagaimana ia sangat memaklumi, sang suami belum bercerita soal pernikahan rey, ya lagi lagi protokol.


butik ini pun, tak luput dari bantuan keluarga rey, sofi sangat menghargai keluarga rey.


__ADS_2