Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
membalut luka


__ADS_3

malam datang,


rey dan rena dalam satu kamar perawatan,


tadi sore dokter datang, kondisi rena semakin membaik, namun tidak dengan rey, mungkin untuk beberapa pekan ia tidak bisa beraktifitas karna luka nya itu,


rey memainkan rambut sang istri, rena sedang menatap nya, meneliti setiap inci wajah suami nya, betapa Allah menciptakan manusia mahluk paling sempurna


"udah jangan kagum gitu (mode PD nya oN)


" kiss me.. (pinta rena)


rey menggelengkan kepala nya, rena otomatis manyun, rey tertawa


"aku ga mau cium cium, takut khilaf.. "


rena maju, memeluk suami nya, di sana lah ia mendapat kan ketenangan,


"apa akan sulit? (rena bertanya)


" apa??


“setelah keguguran, apa akan sulit memiliki momongan?


"dokter bilang semua baik baik saja, selama kamu mengikuti arahan dan perawatan dari dokter pasca keguguran"


"aku takut.. semoga cepat Allah gantikan nya, pengobat hati


" apa yang kamu takutkan?


"reynan, (menatap sang suami)


kamu tau aku suka anak anak, aku ingin punya banyak anak.. kamu mau???


"aku bersedia, berapa yang kamu mau??


" lima, (wajah sang istri kini mulai ceria, walaupun ada sembab di mata, dan menyisakan sengau suara nya)


rey menaikan alis nya,


“apa itu termasuk Nino??


"engga, sama Nino jadi 6


rey tertawa


" kenapa ketawa, (mencubit perut suami nya)

__ADS_1


"ampun ampun... ya abis 6 kaya sendok aja setengah lusin


rena pun tersenyum mendengar itu..


*anak di samain ama sendok rey?? 🤣


menatap sang istri,


rey menyelipkan rambut yang sedikit menghalangi wajah cantik sang istri ke belakang telinga nya,


" apa kamu siap? memiliki banyak anak..?


"aku siap, aku fikir punya anak kembar sangat lah lucu"


"kamu ga takut badan kamu akan berubah setelah melahirkan?


rena menggelengkan kepala


" aku ga punya kaka, aku ga punya ade, lihat lah, aku sendirian sekarang setelah papa dan mamah meninggal"


"hey kamu punya kita,


aku, momi, Nino, putri, kak nadia, bibi mamang, semua sayang kamu"


"ya sayang, aku ingin memiliki keluarga yang utuh, aku akan jadi ibu yang baik aku janji"


" aku tau.


"kamu ga takut?


" ga akan


"aku trauma, karna pada saat itu, Nino lahir dengan cara yang beda dari anak anak lain nya,


dia hampir ga selamat, dan ibu nya... (rena mengusap dada sang suami, memeberikan dukungan, ia tau rey pernah bercerita tentang kecelakaan yang menyebabkan Marsya harus melahirkan, yang berujung perpisahan nya dengan sang istri"


"masa lalu, hanya untuk di kenang sayang, tapi kita juga harus bisa mendapatkan pelajaran dari semua, smoga apa yang kita inginkan bisa Allah kabulkan'


" Amiiiin (ucap rey)


renaaa.. (memanggil istri nya lembut)


"hmmm?


" jangan pernah berfikir aku menikahimu karna merasa kasihan, aku dengar kamu bilang sama Ferdi, aku datang menyelamatkan kamukamu di hari pernikahan mu,


asal kamu tau sayang, menikahi mu adalah impian ku, setelah 5tahun ini aku sendiri, ga ada wanita yang bisa buat hatiku bangkit dari keterpurukan,

__ADS_1


aku sempat ragu, memberikan cincin ini kepada mu (menyentuh jari rena) namun betapa Allah memberikan jalan, walaupun dengan begini, tapi aku bahagia,


makan malam yang manis jadi kenangan kita,


sepanjang jalan mini market sampai kosan kamu, itu jadi saksi, kalau aku cinta sama kamu"


rena tersenyum, ia juga ingat masa masa itu, rena mengecup bibir sang suami,


"renaaa


" hmmm


"jangan pancing aku,"


"aku kangen.. "


"hey, kamu lagi haid,


" emang nya kenapa? aku kangen pengen cium, emang ga boleh lagi haid cium? (merajuk) "


"masalah nya bukan ga boleh begitu,


kalo si junior bangun bagaimana? (rey gemas pada istri nya)


" aku ga mau tau (cup cium sekali)


"rena....


" cup. 2x


"kamu ya.. (kata rey pura pura melotot, yang ada rena tertawa karna tau suami nya hanya pura pura marah)


" cup 3x (rey memegang tengkuk nya, rena tersentak, mereka berciuman lama, rey menghentikan nya, ia tak mau terjadi sesuatu


"nanti setelah kita sehat ok, kamu harus pulih dulu, dan tangan ku sembuh, aku akan buat kamu ga bisa turun dari ranjang"


rena merinding. iya, kenapa dia merasa seperti wanita penggoda, tersenyum kikuk, dia mengangguk, sebenar nya ia malu, mengapa malam ini dia agresif begitu, mungkin kah karna rindu..


rey memeluk nya erat, ayo tidur,


kita harus banyak istirahat , dan bahagia, dengan itu kamu akan punya anak banyak (ucap rey menggoda) rena menurut. tenggelam beberapa saat dalam fikiran nya sebelum terlelap mengusap perut nya yang kini hampa.


_ aku hanya menutupi kesedihan ku, kehilangan darah daging yang bahkan belum bergerak di rahim ku membuat ku sakit hati, sudah banyak harapan di hadapan ku, tapi aku tak mau menunjukan kesedihan ku di hadapan mu suami ku, semoga Allah beri kesempatan lagi untuk kita menjadi orang tua , semoga kita selalu sabar *rena _


_ aku tau kamu menyembunyikan nya dari ku sayang (sakit hati mu, kau bungkus dengan senyuman) luka di tangan ku tak terasa sakit, di banding luka hatiku kehilangan dia calon buah hati kita, hatiku sakit melihat kamu kesakitan dan aku ga bisa berbuat apa apa.


aku gagal menjaga mu, semoga masih Allah percaya kita untuk memilikinya lagi *rey_

__ADS_1


__ADS_2