
Frans tidak bisa menolak, nyonya nya minta di antarkan ke RS,
July menghirup udara sangat dalam, ia siuman...
Nino sedang membaca hasil lab dari coklat dan minuman yang Rio temukan di mobil July,
July tersenyum melihat Nino di depan nya,
Nino membuang nafas nya, ia merasa lega karena July telah siuman..
"apa haus?? “ tanya Nino pada July
July mengangguk,
Nino merubah posisi tempat tidur July, agar ia bisa minum,
meraih botol mineral yang telah di siapkan, Nino membuka oksigen yang menutupi mulut dan hidung July,
"pelan pelan ya... " ucap Nino, July meminum nya tenggorokan nya terasa berkurang sakit nya, nafas nya sudah kembali normal
Nino menatap nya.. ia belum mengajak July bicara, July tersenyum lagi,
"siapa yang memberimu coklat sayang? " tanya Nino mengusap punggung tangan July,
"coklat?? “ tanya July sangat pelan, namun Nino dapat mengerti,
July terdiam, ia sedang mengingat nya,
" Rio, yang membawa mobil mu ke apartemen menemukan coklat dan minuman di dalam mobil, kami sudah melakukan tes, dan coklat itu mengandung racun berbahaya... "
seketika matanya memanas, July menangis..
_siapa gadis itu?? apa dia jahat? padahal dia sangat terlihat polos sekali_
July bergumam dalam hati nya,
Nino membawa tangan July untuk ia cium,
"istirahat lah, efek racun itu membuat dadamu panas didalam?? “
July mengangguk
" ia... " dia terisak, Nino datang memeluk nya
July menangis,
"kamu harus di rawat untuk beberapa hari, setidak nya sampai keluhan mu membaik" Nino menangkup kedua pipi July
"jangan khawatir, kita sedang menyelidiki nya, dan kamu akan baik baik saja"
tanpa mengetuk pintu Rena menerobos masuk, ia panik..
__ADS_1
"sayang... " Nino bergeser mundur, ia bangkit memberikan ruang untuk Bunda nya.
Frans pasrah mendapat tatapan penuh tanya dari Nino _kamu tau bunda mu nino_ gumam nya dalam hati,
Nino meninggalkan dua wanita kesayangan nya itu, berbicara bersama Frans di luar.
"Edo sedang di restoran, mengecek CCTV-nya"
Frans memberikan HP nya.. sebuah video Edo kirimkan padanya saat July dan gadis itu mengobrol.
Nino melihat gadis itu memberi July coklat, dan mereka memakan nya..
"dia juga memakan nya om, bagaimana kondisi nya?? “ tanya Nino penasaran,
"Identitas nya sudah di temukan, tapi dia sudah terbang ke Amerika, dia baik baik saja"
"dia melarikan diri?? bagaimana dia bisa baik² saja? “ tanya Nino
"iya tuan, seperti nya ada seseorang di balik semua ini, di video yang lain, wanita itu terlihat mengeluarkan coklat nya lagi dan minum sesuatu, mungkin penawar nya" ucap Frans
"apa itu Hans? “ tanya Nino telak
" belum dapat di pastikan, kita belum ada bukti"
Nino memijat kepala nya,
racun itu hampir saja membuat July meninggal jika tidak segera di tangani.
Frans mengangguk,
"sudah tugas kami, dan kami siap mendapat perintah selanjutnya"
"kita harus bicara serius dengan ayah Al apa yang harus kita lakukan setelah ini"
Rena memaksa July untuk makan, July menurut, ia menangis lagi,
"bunda.. "
"sayang kamu jangan banyak bicara dulu" ucap Rena, July menggeleng tidak setuju,
"kenapa setiap ada masalah, bunda dan keluarga yang bantuin aku?? “ ucap July terisak
Rena terdiam.. ia ingat dulu saat menemukan July,
" kita ga tau rencana Allah sayang, kita ikuti skenario nya, semoga ada hikmah di balik semua musibah ini"
July mengangguk,
"rindu July pada mamah terobati dengan adanya bunda.. "
"sayang... " Rena langsung sedih mendengar itu,
__ADS_1
"jangan sungkan sama bunda oke? “ ucap nya tersenyum.. yang sontak membuat July membalas senyuman nya..
Rena menyuapi nya lagi, seperti anak kecil yang sulit makan, July masih merasa tenggorokan nya sedikit sakit,
Nino melihat itu, bunda nya tidak marah lagi mungkin.
" Nino, kapan Ana bisa pulang? “ tanya Rena
" setidak nya infus harus habis dan kondisi Ana membaik, nanti boleh pulang" ucap Nino
Rena menatap July lagi,
"istirahat ya sayang, biar kamu cepet sembuh, Bunda mau bicara dulu sama Nino di luar ya?? “
" iya bun,, makasih banyak ya...? “
"sama sama Ana" Rena menyelimuti nya.. memberi kecupan di kening July,
"aku tinggal sebentar oke" Nino meninggalkan July menyusul bunda nya keluar,
"kak, Bunda rasa Ana sebaik nya tinggal di rumah kita dulu, bukan kah ini bahaya.. membiarkan nya tinggal sendirian di apartemen? “
Nino diam, ia sedang berpikir,
" berarti July di ikuti kan? bukti nya ia sampai keracunan"
"untuk sementara Nino setuju Bunda, tapi bagaimana pun Ana punya papah nya kita harus berunding dulu"
Rena mengangguk ia mengerti itu,
"kamu jaga Ana ya.. apa Al sudah tau?? “
" Nino sudah telpon papah"
Rena mengangguk, July harus istirahat, dia akan ke kantor Rey saja,
"Bunda ke kantor ayah dulu ya kak"
Frans sudah menunggu nya, Rey meminta nya untuk menjaga Rena,
"bunda hati hati ya, om hati hati"
Frans mengangguk,
"jangan khawatir tuan kecil" Frans tersenyum.
Nino kembali masuk ke kamar perawatan July, ia tertidur, Nino duduk di bangku sebelah ranjang July,
"jika itu Hans, aku ga tau dia bisa lolos atau tidak kali ini Ana, kalau hukum tidak membuat nya jera, setidak nya kita yang harus bertindak"
Al sangat khawatir..
__ADS_1
ia langsung terbang dengan putra nya rakha ke Indonesia, masalah ini harus di usut sampai akar akar nya..