
July menatap minuman di cup nya,
ia memikirkan semua kejadian hari ini, Nino telah terlibat urusan nya dengan Hans, dan Hans tidak akan mungkin melepaskan mereka begitu saja,
July terkejut, ketika sebuah tangan menyentuh bahu nya, papah Al di sana menyusul nya..
"pah July kaget"
"kamu melamun? “ tanya Al
" mungkin, aku merasa bersalah pada Nino pah"
"July, semua yang terjadi tidak selalu yang kita inginkan, manusia hanya bisa berencana kan? “
" aku ga bisa bayangin kalo Nino samapai..... "July memejamkan mata nya, ia bahkan tidak sanggup mengatakan hal itu..
" Nino baik baik saja, dia sudah selesai di tangani dan minta untuk di rawat di rumah saja"
July menatap papah nya,
"Nino akan pulang? “ tanya nya
'betul sayang, ayo mereka sudah siap"
July langsung bangkit dari duduk nya, berjalan beriringan bersama sang papah, Nino telah berada di luar, mereka menunggu July
"kamu akan pulang? “
Nino mengangguk, ia tersenyum,
" aku ga apa apa Ana "
July berjongkok mensejajarkan diri nya dengan Nino, "pulang dan istirahat lah, mungkin besok aku akan datang, maaf atas semua nya Nino"
"aku bilang ini bukan salah mu,
kamu ga akan ikut aku pulang? “ tanya Nino
" belum saat nya" July tersenyum.
July bangun menghadap Rena,
"bunda, ayah, maafin July"
"sayang kenapa minta maaf, bunda malah berterimakasih kamu udah nemuin Nino, kamu berani sekali.. "
July mengangguk, mereka berpelukan,
"kamu juga perlu istirahat sayang, setelah lebih baik, datang lah ke rumah"
July mengangguk,
mereka sama sama beriringan menuju parkiran, July mendorong kursi roda yang Nino duduki, setelah memastikan Nino telah aman di dalam mobil, July pun pulang dengan papah nya,.
jam menunjukan pukul 2:30 malam
July merasa sangat lelah, ia mendapat kabar bahwa mobil Yogi telah sampai dirumah pelatihan..
ia telah berada di kamar nya, memandangi langit langit kamar berwarna putih terang itu, July belum bisa tidur, ia meraih HP nya,
membuka aplikasi pesan, ia melihat kontak Nino sedang mengetik pesan untuk nya. July menunggu dengan senyuman
"aku harap kamu ikut pulang dengan ku Ana"
__ADS_1
"aku ingin tidur memeluk mu"
dua pesan masuk ke kontak July, July membaca nya,
"kita belum menikah Nino, tadi di mobil saja aku malu pada ayah mu" July membalas
"memang betul, tapi aku ingin kamu yang merawat"
"inshaAllah, besok nanti aku ke sana,
minum obat dan istirahat lah, kamu harus cepet sembuh, aku sedih karna kita akan menikah, kami malah begini"
"aku pasti akan cepat sembuh"
"amiiinnn. ayo kita tidur.. "
"mimpi indah ya sayang, love you" pesan Nino
July tersenyum,
"love u too dokter"..
***
pagi datang lagi,
di belahan dunia yang berbeda.
Hans menggenggam botol minuman nya, mata nya tertuju pada foto July di HP nya,
tidak ada yang mengingin kan mabuk di pagi hari kecuali Hans,
" ayo kita bermain July, aku tidak suka jika apa yang aku ingin kan tidak aku dapat kan, jarak bukan penghalang untuk ku mendapatkan kamu, akan aku kirimkan hadiah pernikahan yang sangat istimewa, bahkan tidak akan pernah bisa kamu lupakan.. "
Hans bertambah marah, melihat July beberapa kali mencium Nino, ia bahkan terlihat hancur melihat keadaan Nino yang begitu, rela mengusap darah dokter muda itu dengan baju nya sendiri,
"harus nya kemarin aku membunuh nya, tapi jika sekarang Nino terbunuh permainan selesai, aku tidak suka itu July,
kalian akan baik baik saja sampai nanti waktu nya tiba, aku ingin melihat kamu hancur sehancur hancur nya"
Nino menggeliat, tubuh nya masih begitu sakit,
ia melirik jam di HP nya, jam 6pagi, Nino bangun, ia akan pergi ke kamar mandi,
tokkk tokk tokk..
"kak... " Rena mengetuk pintu kamar Nino, namun tidak ada jawaban, Rena ber inisiatif membuka pintu kamar, dan syukurlah tidak terkunci,
Rena membawakan sarapan dan obat untuk putra nya, ia mendengar suara air di kamar mandi, Nino pasti di sana, ia membereskan tempat tidur putra nya..
"bun... ngapain..? “
Rena tersenyum,
" cuma lipet selimut,
gimana apa badan nya, enakan?? “
"alhamdulillah bun... " Nino tersenyum
"sarapan dulu ya.. terus minum obat, istirahat lagi" ada linangan air mata di sudut mata Rena Nino melihat itu,
"bunda.. maaf bikin bunda cemas.. "
__ADS_1
Rena menggeleng, ia menyiapkan makan putra nya,
"awal nya bunda ga tau kak, jam 12 ayah masuk ke kamar, bunda lihat ia bersiap mau pergi, dan akhir nya ayah bilang"
"kenapa kejadian bunda sama ayah dulu terulang sama kamu? bunda takut kamu sama July kenapa napa, tanggal pernikahan kalian sudah di tetapkan, undangan sudah mulai di cetak.. " Rena menangis, Nino menggenggam jari tangan nya.
"do'ain terus Nino sama July bun, inshaAllah ga akan ada apa apa lagi"
Rena hanya bisa mengangguk, ia begitu sedih melihat wajah tampan putra nya kini memiliki luka lebam dan luka yang mulai menghitam karna kering, Rena tak tahan..
"habiskan sarapan nya, bunda turun dulu, obat juga jangan lupa di minum"
"makasih bunda... " Nino tersenyum. Rena mengusap kepala dan memberikan kecupan di sana... ia pergi
Rena melihat suami nya.. yang setelah shalat subuh tidur lagi, Rey pasti masih mengantuk, entah jam berapa ia tidur subuh tadi..
Rena menaikan selimut sebatas dada suami nya, mengecup kening Rey dalam..
Rey ter usik,
"morning dear " ucap nya pelan.
Rena menjauh, menyusut air mata yang masih keluar di mata nya,
"aku ganggu ya?? tidur lah lagi"
Rena mengusap dada Rey, Rey tersenyum dan menutup matanya lagi, namun ia berkata
"aku lapar... "
Rena tertawa,
"tidur lagi aja.. nanti sarapan nya di mimpi"
Rey tertawa juga mendengar itu, ia membuka matanya lagi, menarik tangan Rena untuk ikut tidur bersama nya
"temani aku tidur lagi, 10 menit saja"
Rena mengangguk, ia memeluk suami nya, dan membiarkan Rey masuk lagi ke alam tidur nya...
"tuan, akan di antar kan kemana mobil yang di pakai nona Ana semalam? "
Edo mengirimi Nino pesan,
Nino membaca nya,
"aku ga tau itu mobil siapa om, sebentar aku tanya Ana dulu ya" jawab Nino
"baik".
panggilan nya terhubung, namun July belum mengangkat nya,
" mungkin Ana masih tidur" ucap Nino pada diri nya sendiri..
"om.. simpan saja dulu, Ana belum bisa di hubungi"
"sesuai perintah tuan" jawab Edo.
July baru tidur setelah adzan subuh berkumandang tadi,
ia masih di buai mimpi, Al mengecek putri nya, ia masuk ke kamar, melihat July begitu lelap, Al cepat cepat keluar dari kamar.
ia meminta Rakha menemani kakak nya,
__ADS_1
Al akan menemui Rey di rumah nya, membicarakan masalah ini, karna Frans menemukan petunjuk lain, dari orang orang yang membawa Nino semalam..