Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 55


__ADS_3

Rey terbangun mendengar suara tangisan, menyalakan lampu utama, rey melihat istri nye menangis, namun mata nya tertutup


"rena mengigau? “ rey berbisik,


rey coba membangunkan istri nya


" sayang..., " rena langsung terbangun, wajah nya sangat tegang, berkedip beberapa kali, rena merasa mata nya basah, ia mengusap nya dengan punggung tangan nya, rey memperhatikan itu, rena selalu tampak lucu kalo bangun tidur, ia seperti kebingungan,


rey menggenggam tangan nya, membawa nya ke bibir untuk ia cium,


"ayah belum tidur? lampu masih nyala"


rey tersenyum.


"kamu ngigo sayang,, "


rena terdiam ia ingat lagi apa yang terjadi tadi,


"orang itu... " wajah nya tegang lagi


rey melihat istri nya panik lagi, ia membawa nya ke pelukan, rena tidur di lengan nya


"dia belum mati sayang, hanya kritis"


rey merasa rena meremas baju nya


"apa maksud nya belum mati? kamu harap dia mati?? kalian biasa menembak seakan aku ga pernah"


rena menjauh, tubuh nya sedikit bangun bertumpu dengan siku tangan nya,


"kamu takut?? “ tanya rey tersenyum


rena memukul dada nya


" aduh bunda sakit" rey pura pura meringis, menenggelamkan wajah nya di bantal,


rena tidak bereaksi, ia malah tertidur lagi, rey membawa nya lagi ke dalam pelukan, wajah rena tenggelam di dada nya


"bagaimana bisa aku melihat dengan mata kepala ku suami ku terancam rey, aku pernah melihat dengan jelas kamu tertembak waktu ferdi nyulik aku,


bahkan luka itu berbekas sampai sekarang"


rey menelusupkan jari tangan di rambut istri nya, memberi pijatan pelan di kepala rena.


"aku takut rey, bahkan kita punya luka tembak yang sama"

__ADS_1


"sayang, orang itu memang jahat, anak nya yang telah menculik putri kemarin, mereka banyak kasus dan jadi incaran polisi, di RS saja mereka di jaga ketat"


"bukan itu rey, aku ga mau tau apa kesalahan mereka, tapi aku merasa berdosa melakukan itu"


rena terisak


"lalu kenapa kamu lakukan? “


rey menggoda istri nya, ia ingin mendengar alasan rena yang pasti nya akan membuat nya serasa melayang,


" aku ga mau kehilangan kamu rey"


tepat, rena jarang berkata romantis seperti ini, kata kata nya begitu kena di hati rey,


rey sedikit bergeser, agar ia dapat melihat wajah cantik istri nya,


"terimakasih, sudah mengkhawatirkan aku, aku ga bisa janji rena, apa kah aku bisa menghindari kejadian seperti ini, kamu tau kan kita baru saja selesai makan tadi, dan tiba tiba begitu saja terjadi"


rena mengangguk,


"entah kenapa aku jadi khawatir sana Nino, aku takut orang² jahat mengincar nya"


"bukan hanya Nino sayang,


kamu, momi, putri, kak nadia, bahkan mereka team ku aku menghawatirkan kalian, kita bisa saja tidak pernah melakukan kesalahan, tapi orang orang yang ga suka sama kita akan selalu ada"


"jadi aku mohon, akan selalu ada pengawal menemani kalian, aku ga bisa turun tangan sendiri untuk kalian, aku bukan lebay nugasin mereka jaga kalian, dan itu memang tugas mereka untuk ku"


rena mengerti, bagaimana ia selalu mengeluh risih mendapat pengawalan kemana mana, rey benar..


"yah... " rena sangat pelan memanggil suami nya,


"hmmmm" rey membelai rambut istri nya


"apa kita tidak bisa hidup sederhana?


aku ga masalah hidup sederhana asal kita tenang.


apa kita harus pindah? " tanya rena serius


rey tertawa,


"kemana? "


"kita bisa di bandung, di rumah ku, dulu di sana sangat nyaman ga seperti di sini"..

__ADS_1


rey terdiam, tidak ada senyuman lagi di wajah nya


" jujur aku jadi semakin takut kemana mana" tambah rena


"maaf ya, semenjak kita kenal kamu banyak terlibat masalah"


rena menggeleng cepat


"bukan itu... "


"aku tau sayang, aku juga ngerasa begitu,


tapi untuk pindah itu tidak mudah, mungkin untuk liburan saja bisa.


momi sendiri di sini, dia sudah tidak muda lagi"


rena mengangguk, betapa ia merasa egois hanya memikirkan diri nya sendiri.


"maaf yah, aku egois"


rey sekarang yang menggeleng


"itu wajar sayang, semua ingin menginginkan ketenangan, tapi aku terlanjur berada di posisi ini.


kita harus tetap waspada"


"iya" rena menenggelamkan wajah nya lagi


"apa kamu mau mudik ke Bandung? kamu kangen bi risma sama mang agus? " rena terdiam mendapat pertanyaan itu, namun ia cepat menggeleng.


"di sini aja, sama kalian" rena mengeratkan pelukan nya,. rey tersenyum


"lupakan kejadian tadi, semua baik baik saja, kehamilan kamu lebih penting, jangan mikir yang aneh aneh, siang nanti kita cek up oke?? "


rena mengangguk


"ayo tidur lagi, ini masih jam 3“


rey mematikan lampu, membetulkan lagi selimut, memberikan lengan nya untuk jadi bantal istri nya tidur, rey mencium kening istri nya


" bismika allahumma" kata rey


"ahya" rena meneruskan


"wabismika"

__ADS_1


"amut" rey tersenyum, merekatkan pelukan nya, mereka tertidur lagi, masih ada sekitar dua jam sebelum masuk waktu subuh....


__ADS_2