Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
wisata


__ADS_3

Rena menyiapkan baju yang akan di bawa untuk nino, setelah tadi ia meyiapkan pakaian nya dan suami, berwisata ke arah puncak bogor, rey berencana menyewa sebuah villa yang ada di dalam tempat wisata, mereka akan bermalam di sana satu malam saja memanfaatkan waktu libur rey


"sudah siap? (mengusap puncak kepala sang istri)


" sudah, susu nino di dapur ya?


" iya, biar nanti tina (pengasuh) yang bawa


" cuma memastikan aja takut ketinggalan, ayo aku sudah siap.


rey malah memeluk sang istri, bermanja manja an, "hey pak bos, kasian nino udah nunggu di bawah"


menangkup pipi sang istri rey berkata


" kamu harus janji sesuatu


" apa?


"jangan berpaling dariku, apa pun yang terjadi oke (rena menyentuh kedua tangan rey yang ada di pipi nya)


" kita terikat dengan pernikahan, mana mungkin aku akan berpaling dengan mudah, malah yang aku khawatir kan kamu pak bos


"kenapa?


" kamu tampan, mapan, pasti banyak wanita yang suka pada mu"


"aku ga peduli, itu hak mereka suka sama aku, yang harus kamu tau, cuma ada kamu kini dalam hati ku" rena terharu, di kecup nya pipi sang suami


" kita ga tau apa yang akan terjadi di masa depan, aku harap kamu tulus menyayangi aku, terlebih aku pernah gagal memiliki seseorang, aku ga tau harus trauma atau bagaimana, namun aku serahkan semuanya padamu, aku hanya bisa berusaha, mencintai orang yang juga mencintai aku" (rey memeluk erat sang istri)


"ga akan aku biarin, apa pun menghalangi kita, baik dari kamu, atau dari aku pribadi, bahkan akan aku singkirkan itu sebelum terjadi.. selain maut tentu nya yang memisahkan kita" rena menatap sang suami, rena yakin rey bukan lelaki yang centil, terbukti setelah perpisahan dengan sang istri, rey di kabarkan tidak pernah dekat dengan wanita manapun, padahal, kaloau dia mau dia tinggal memilih.


"kita hanya harus saling percaya bukan?


" iya sayang, jangan ada yang kamu tutupin, cerita semua sama aku, ada momi, ada putri, kita semua buat kamu.. "


" makasih, aku bersyukur punya kalian"


nino datang


"ayahhh bunda, nino udah siap dari tadi"


rey dan rena menoleh, tertawa bersama


"ayo sayang... menggandeng sang istri, nino sudah lari terlebih dulu menuju mobil


seperti biasa, di belakang mobil rey ada satu mobil sebagai pemantau


berceloteh seperti biasa nya, nino sangat senang, akhir nya dia bisa seperti teman teman nya, berwisata bersama keluarga

__ADS_1


"bunda, hari senin nino mau sekolah di antar bunda"


"nino mau sekolah?? apa sudah siap?


" siap bunda, bunda nino kan sudah ga meninggal lagi, nino mau liatin ke temen temen, kalo bunda kemarin jagain oma di bandung" marasa gemas rena memeluk sang putra


"benar sayang, bunda akan antar nino, jagain nino sampai pulang sekola"


"asiiikkkkk


" ayah ga di ajak nih? tanya rey


"ayah kerja aja cari uang buat nino sekolah"


"oya, siapa yang ajarin nino?


" bunda (melirik sang bunda sambil tersenyum, ia juga menggigit jari nya)


bunda juga ajarin nino, kalo pengen beli sesuatu nino harus nabung ke celengan"


"oya? terus nino udah mulai nabung?


" sudah, iya kan bunda?? meminta perlindungan pada sang bunda


"iya sayang, nino kan anak pinter, nurut apa kata bunda"


"emang nino nabung mau beli apa? kan maenan udah banyak" tanya rey lagi


sontak semua penghuni mobil tertawa, pak joko sebagai sopir, tina sang pengasuh duduk di depan, sedangkan rey nino dan rena duduk di belakang


"ahahaa sayang, adek bayi ga bisa di beli,,


" terus gimana ayah, kan nino pengen"


"kan ayah udah bilang, minta nya ke bunda"


"a,, mulai deh (rena protes, ada rona malu di wajah nya)


nino merajuk meminta adik bayi pada bunda nya,


" nanti nino malem bobo sama ka tina ya,


"pengen sama bunda...


" kan bunda sama ayah mau nyari adek bayi buat nino...


"kok malem malem,


pak joko tak tahan mendengar keluarga bos nya membahas itu

__ADS_1


" nanti den nino sama pak joko aja, kita naek perahu di danau, biar ayah cepet nemuin adek buat den nino ya"


rena mencubit lengan sang suami, ia sungguh merasa malu, terlebih tina sang pengasuh belum menikah


" ada perahu pak?


" ada den, keren keren deh


"asikkkk nino mau..


mengalir lah cerita sepanjang jalan, nino sempat tertidur di pangkuan sang bunda, rena pun demikian, menyandarkan kepala nya pada sang suami, mereka terlelap


sampai sudah mereka di daerah puncak, udara sejuk, cuaca yang masih asri,


villa yang Frans sewa untuk mereka cukup mewah, fasilitas kamar lengkap, rey dan rena suka, karna letak villa, terdapat di dalam tempat wisata, frans menyiapakan berbagai macam tiket wahana permainan, nino akan puas berada di sini, terlebih mereka akan bermalam, dan rencana nya besok siang baru akan kembali,.


rena tidak menyadari bahwa anak buah rey ter sebar beberapa titik, rena hanya tau frans dan se orang rekan nya saja yang ikut,


beristirahat sejenak, rena berada di balkon kamar, dari atas sana, ia bisa melihat beberapa wahana permainan, kolam bernang, mobil wisata yang berkeliling menemani pengunjung, entah berapaa luas tempat ini.


memulai aktivitas nya dengan menaiki mobil wisata, rey, nino dan rena menikmati nya, berkeliling, mengincar tempat mana yang akan mereka kunjungi selanjut nya


terpikat wahana permainan bola air kedap udara, yang dapat mengepung di atas kolam, nino ingin segera menuju ke sana, sang ayah menemani, rena yang merasa takut, tidak ikut, hanya menonton saja bersama tina sambil menikmati minuman di tempat teduh, rena memandangi ayah dan anak itu, tempat ini cukup ramai, mungkin karna weekend


"tina, sudah berapa lama jaga nino? tanya rena pada sang pengasuh, tina merasa canggung, nyonya nya itu meminta dia untuk duduk bersama satu bangku dengan nya, setelah drama tarik menarik tangan baru lah tina mengalah


" 3tahun bu, saat nino umur 2tahun, tina masuk kerja"


"kamu belom nikah kan ya?


" iya belom bu


"berpa usia kamu?


" tahun ini 22 tahun bu (malu malu)


"kalau perempuan, usia segitu sudah cocok punya suami


" hehee iya bu, Tina pengen fokus dulu bantu ibu"


"wah kamu anak yang baik, umur kita ga jauh beda aku 25"


"ibu sangat cantik, sangat serasi dengan pak rey, den nino juga keliatan sayang sama ibu, ga kaya itu.. eh maaf bu"


"kaya apa?


" maaf bu tina udah kelewatan


"santai aja sama aku mah tin, apa rey sebelum nya punya pacar??

__ADS_1


" emmh, anu bu, bukan pacar sih, tapi ada beberapa gadis yang suka sama pak rey, tapi nino ga mau, ga suka, di tambah pak rey juga sama,


"oya?? rena tertawa.. melihat majikan nya tertawa tina sedikit tenang, berarti ga marah si ibu


__ADS_2