
berkumpul di salah satu ruangan, rey dan frans juga yang lain nya,
"jangan kosong, jaga ruangan dani" (perintah rey)
"baik tuan.. "
"aku mau pulang dulu, rena dan Nino, lalu aku ke RS "
"keadaan sedang kurang aman rey, aku fikir kamu jangan kemana mana dulu, biar aku sama anto nanti gantian mantau" (kata frans)
rey mengetuk ngetuk kepalan tangan nya ke bibir, ia sebenar nya resah, kondisi dani kritis...
beberapa jam yang lalu,
rey membawa motor nya menyusuri jalan sepi setelah kepergian rena , ia dan team dani menggiring lawan, tadi nya rey tidak ingin ada perkelahian, ini masalah lama, dan bukan rey pelaku utama nya,
memang saat itu masalah nya tidak clear, adlan terluka parah atas pengeroyokan geng Galih, beberapa teman rey emosi, jadi masalah semakin rumit,.
tidak bisa di selesaikan dengan cara baik baik, mereka membawa senjata, salah seorang lawan maju menodongkan pisau pada rey
"bos kami ingin istri nya kembali bagaimana pun cara nya" (kata si lelaki berkepala plontos itu)
"masalah kalian bukan dengan ku," (ucap rey)
"adlan dan eliza menghilang, bukan kah kalian yang menutupi keberadaan nya, gw rasa jika salah satu teman nya mati dia akan keluar dari persembunyian nya"
dani emosi mendengar itu.
apa maksud lelaki itu, apa ia mengancam tuan nya???
salah satu lawan mengeluarkan pistol,
"jangan bnyak bicara bang, hajar saja"
(berkata pada lelaki yang menodongkan pisau pada rey, rey waspada, namun perkelahian tak dapat di hindari, siapa yang akan diam saja ketika di serang kan?? )
lawan kalah tenaga, satu persatu tumbang, namun tak di sangka salah seorang lawan mengeluarkan pistol dan begitu saja menembak dani, tepat di perut kanan nya.
rey sempat terpaku melihat dani ambruk, rey meraih tubuh dani, ia sudah tidak sadar, rey tak menghiraukan lawan, dani lebih penting
"telpon ambulan (rey berteriak) "
team langsung berpencar,
lawan pun menghilang satu persatu,.
dani di larikan ke RS ,menunggu ambulan datang selama 10menit, luka tembak nya sudah mengeluarkan banyak darah, rey memberi pertolongan pertama, menekan luka nya dengan kain yang di berikan teman nya,
kondisi dani kritis, tidak ada yang pernah terluka parah selama ini rey begitu cemas...
drrrrt... drrrrttt,
HP frans dibatas meja bergetar, telpon masuk dari salah satu team nya,
"tuan maaf, dani sudah tidak bersama kita, dokter baru saja keluar dari ruang ICU menyatakan kalo dani meninggal"
frans tidak menjawab, ia menggenggam HP nya kuat, membanting nya ke sembarang arah, seketika layar nya pecah.
rey dan lain nya terkejut,
"siapa yang menelpon? (tanya rey) "
mata nya sudah di genangi air, frans menjawab dengan lesu
__ADS_1
"dani meninggal rey"
rey dan yang lain nya terkejut,
dani adalah salah satu team terbaik nya,
terlebih frans, mereka sudah seperti saudara kandung, melekat tidak ada yang mereka tutup tutupi,
dani memiliki seorang putri yang masih berusia 3tahun, istri mereka juga cukup dekat...
frans emosi,
"gw ga akan tinggal diem dani, gw bakal balas dendam buat lo, mereka harus bayar semua ini"
rey menenangkan frans
"bukan waktunya balas dendam, ayo dani menunggu kita"
mempersiapkan kepulangan dani pada keluarga, berat ini sungguh menyesakkan..
rey kacau, ia pergi ke kamar nya
mendapati rena yang termenung menatap hujan di luar sana, ia belum tau apa apa.
rey memeluk istri nya dari belakang, menenggelam kan wajah nya di ceruk leher sang istri, rena mengusap kepala sang suami
"kapan kita akan pulang? aku kurang nyaman di sini, entah kenapa hati ini ga tenang"
rey tidak menjawab, ia malah terisak, rena menyadari nya, membalikan badan menatap sang suami, mata rey memerah..
"sayang ada apa?? "
entah apa yang harus rey katakan pada rena, ia bahkan tak berani menatap sang istri,
"ayah sayang,.. (rena mengusap pipi sang suami lembut)
" dani? pengawal kita? ada apa?? (rena bingung, rey menganggukan kepala nya)
"dia gugur sayang, tadi dia bersama ku, menghadapi mereka tadi"
rena melotot,
"gugur? maksud nya??? "
"iya sayang, dani meninggal, aku merasa bersalah"
rena memeluk suami nya,
ia ingin bertanya lebih jauh, namun seperti nya rey begitu terpukul..
rey sudah sedikit tenang,
"aku akan mengantar kalian pulang dulu, baru aku pergi ke rumah dani"
"aku ikut.. "
"engga sayang, tunggu aku di rumah ya,
dengar rena aku mohon, jangan menolak pengawalan, aku merasa tidak punya musuh, namun mereka yang tidak menyukai ku akan melakukan cara apa pun untuk membuat kami goyah.
jadi aku mohon, terbiasa lah dengan semua ini, ini untuk keselamatan kalian, kehilangan dani saja membuat aku dan yang lain nya rapuh, dia salah satu yang terbaik, bagaimana jika aku kehilangan kalian"
rena mengerti,
__ADS_1
"maaf, aku akan menurut"
rey memeluk nya lagi,
"terimakasih.. ayo kita pulang, kasian Nino, kalian lebih aman di rumah"
rey dan rena pulang menggunakan mobil, mereka di kawal ketat, takut takut ada serangan mendadak
rena dan Nino tak lepas dari pelukan nya,
sesampai nya dirumah rey mengganti pakaian nya,
"sayang aku ikut.. (rena merajuk)
aku juga merasa bersalah "
"baiklah, ayo bersiap, kita langsung berangkat"
Nino di titipkan pada bi asih dan tina, rey dan rena berangkat.. momi pun sebentar lagi sampai di jakarta, rena sedikit tenang meninggalkan nino.
tepat rey sampai di rumah duka,
ambulan yang membawa jenazah dani pun sampai,
tangis keluarga pecah, terutama sang istri bahkan sampai pingsan,
rena tak tahan melihat nya,
frans terlihat sangat ter pukul, ia kehilangan sahabat bukan hanya sahabat dani adalah saudara nya..
rena memeluk istri dani, tangis nya pecah
"maafkan kami, suami mu harus terlibat"
sang istri hanya mengangguk, ia tau bagaimana resiko terburuk dari pekerjaan suami nya,
jenazah akan langsung di makamkan sore ini juga, keluarga sudah ikhlas,
rena tak tega, istri dani mila kini hanya terdiam menatap kosong pusara sang suami..
" kemarin dia pamit, akan mulai bertugas lagi setelah mendapat kan libur dua hari namun tumben sekali dia menciumi seluruh wajah ku, sambil tertawa ia melakukan itu, mengulangi nya beberapa kali, aku sampai merasa risih, padahal itu yang terakhir (terisak ) sayangg"
rena mengusap punggung istri dani,
beberapa istri dari pengawal lain ikut hadir,
waktu sudah beranjak magrib, semua nya harus pulang,
para istri saling menghibur, walaupun sedikit canggung ada rena di sana, namun rena bisa menepis semua itu, mereka semua sama tidak ada perbedaan,
di sambung dengan acara tahlilan malam pertama alm. semua bersedih,
resiko pekerjaan suami mereka tidak lah ringan seperti kelihatan nya, mereka saling menguatkan,
acara tahlil selesai, semua pamit, sebelum pulang rey dan rena secara pribadi memohon maaf atas kejadian tak terduga ini, syukur alhamdulillah mereka mengerti, dan ikhlas atas kepergian dani..
"saya tau tuan, resiko pekerjaan suami saya, namun sungguh, ia tak memberi kesempatan untuk saya merawat saat terakhir nya dalam sakit, saya ingin merawat nya dulu, dia tak memberi kesempatan"
"mila, (rena memanggil istri dani)
Alm orang baik, bukti nya Allah mempermudah jalan nya pulang, ini pasti menyakitkan buat kamu, ikhlas kan ya, InsyaAllah kami akan selalu ada buat kamu, buat anak kamu.. "
"terimakasih bu, sudah mau datang, terlepas kejadian ini, saya sadar, setiap mahluk hidup akan di hadapkan dengan kematian, dengan cara yang berbeda, kapan pun.. kita hanya perlu ikhlas. dan itu yang berat"
__ADS_1
rena memeluk nya lagi,
rena belum lama ini juga merasakan kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidup nya. tentu saja begitu menyakit kan..