
"Nino... " July memanggil nya
"hmmm"..
"aku denger kabar, kalo... maaf"
"kabar apa?" tanya Nino
" kabar kejadian di RS kemaren "
Nino terlihat berpikir
"soal amira? " tanya nya..
"iya.. aku turut berduka ya.. "
"terimakasih ana"
July menatap Nino, apa dia tidak salah dengar Nino memanggil nya dengan sebutan apa??
"kenapa ana?? " tanya nya
"ya lebih enak saja di ucapkan, aku tadi denger bunda manggil kamu ana.. "
(mode kang ganti nama orang nya keluar bang Ninoπ)
"ya ,, ana juga bagus.. senyaman kamu aja manggil nya"
Nino tersenyum,
"jadi kalian bekerja sama? "
"siapa? "
"kamu sama ayah ku"
"ya, papah kemarin mengajukan kerjasama, dan beliau menugaskan aku di sini, dan rakha di London"
"London ga aman untuk kamu, apa lagi kamu perempuan,
kenapa kamu belum menikah? biar ada yang jaga kamu kamu sering tinggal sendiri kan?? "
July tersenyum,
"entah lah, belum terpikirkan..
pikiran ku terlalu banyak masalah di kantor"
"lalu kamu juga, kenapa belum menikah dokter??
kamu tampan,. mapan, apa lagi coba? β
" aku tampan? β Nino bertanya, membuat July salah tingkah.
"aku normal dokter, dari sudut pandang aku, kamu tampan.. "
"Terimakasih"
"sama sama.. "
__ADS_1
mereka saling lirik, lalu tertawa, menertawakan diri nya sendiri.
"kapan mamah mamah mu meninggal? " tanya Nino.
"dua tahun lalu... "
"sakit..? "
July terdiam, jari nya terlihat memutar mutar HP, Nino memperhatikan nya.
July menarik nafas,
"dia tertembak, bukan di tembak tepat nya"
"oya? " Nino sempat tak percaya
"aku melihat nya sudah tergeletak di lantai, sudah sekitar satu jam sejak kejadian saat aku datang, mamah ga tergolong
dan aku menyesal, aku sedang ada acara ketika mamah menelpon, mungkin saat itu dia sedang ketakutan, tapi aku ga denger HP ku bunyi,
papah sama rakha lagi beresin kekacauan di kantor, sekelompok orang entah tiba tiba merusak kantor papah, dua orang penjaga jadi korban.."
mata nya memanas menceritakan kejadian itu, July ter isak..
"maaf aku jadi melow"
Nino memaksakan senyum.
"kamu merindukan nya? β tanya Nino..
" sangat, semakin lama semakin terasa, kita jadi tau, betapa bergantung nya hidup kita pada nya"
Nino diam, dia baru mengalami nya, July saja masih menangis menceritakan kepergian mamah nya, padahal itu sudah 2tahun lalu.
aku pun pernah merasakan kehilangan, temen deket aku kecelakaan, dia meninggal,
tapi rasa itu beda dengan perasaan di tinggal orang tua..
mungkin karna teman, hanya teman saja,
sedangkan orang tua, kita sudah punya ikatan batin,
tapi beda lagi persepsi dengan yang di rasakan papah, seperti nya dia lebih terluka, bagaimana orang yang selama ini menemani kamu dalam suka dan duka, hilang mendadak begitu saja..
itu kejam.. papah ku terpuruk lama sekali,
bahkan aku kesulitan membangun rasa percaya diri nya lagi..
betapa kuat rasa kasih sayang, rasa nya Tuhan ga adil bukan?? β
Nino terus memperhatikan July,
ya, semua punya tempat nya di hati masing masing, siapa dia yang meninggalkan mu, dan bagaimana posisi nya di hati mu..
"gimana cara nya kamu obatin rindu itu? β Nino bertanya lagi,
" banyak, kalau di Singapur, aku bisa melihat pakaian nya yang masih utuh di lemari, kalau sedang jauh, aku pandang foto nya sampai ter tidur, aku katakan semua yang aku alami setelah kepergian nya,
dan satu lagi yang paling penting, kita kirim doa"
__ADS_1
Nino setuju,
mereka diam sejenak..
"kamu ga takut kejadian yang mamah kamu alami terjadi sama kamu? β
July menatap mata Nino, ia tak pernah berpikir akan hal itu
" aku ga tau, ya mungkin saja terjadi"
"kamu ga takut?? β
" Nino jangan bertanya gitu, aku beneran ga pernah kepikiran itu, dan sekarang kamu nanya, aku jadi takut"
Nino tertawa,
"apalagi kamu tinggal sendiri, ga ada pengawasan , kalo tiba tiba pintu apartemen kamu ada yang dobrak gimana? β
" Nino... " July menonjok lengan nya pelan, dia merajuk
"aduh.. sakit lah " Nino mengusap nya seolah itu benar benar sakit
July tiba tiba jadi pendiam,
ia sungguh memikirkan itu, Nino membuat nya jadi takut
"papah besok akan terbang lagi ke Singapura, dan kamu bikin aku takut Nino"
Nino tersenyum,
"ayo menikah dengan ku"
July Membelalakkan mata nya mendengar kata kata itu, wajah nya sulit untuk Nino tebak..
"ah iya. aku lupa, apa kamu punya pacar?? "
July tidak percaya, Nino malah menatap nya,
"jangan becanda itu ga lucu" July memutus tatapan mata mereka... ia pura pura memeriksa pesan di HP nya.
"aku masih berduka..
kamu mau mengobati nya? β Nino bertanya lagi
" Nino aku bilang itu ga lucu"
"aku lagi ga becanda ana"
"mendadak sekali... " ucap July, wajah nya tiba tiba memucat.
Nino malah tersenyum,
"kamu bilang aku tampan, mapan, lalu apa lagi, ayo menikah dengan ku"
"Nino... "
"kamu mau bilang aku becanda lagi..?? β
July memijat kening nya,
__ADS_1
" aku tiba tiba pusing"
July sangat lah lucu, Nino tertawa melihat ekspresi wajah nya.. mana ada yang di ajak menikah langsung pusing kepala...