Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
merencanakan kejutan


__ADS_3

memandangi wajah sang suami, rey masih tidur, nafas nya teratur begitu tenang.


"mah, dia yang kamu pilih telah membahagiakan ku, sayang nya kamu tak menyaksikan nya, aku harap akan selalu ada cinta antara kami, seperti mamah mencintai papah, aku bersyukur belajar menerima nya, Allah begitu baik padaku,


menghadirkan dia yang begitu baik pula, dia satu satunya harapan ku sekarang, aku tak dapat membalas se cuil pun kebaikan nya, hanya bisa berdoa semoga Allah memberi dia kesehatan, bisa menjaga ku dan anak anak kami kelak, jika ada angin atau pun badai yang menghadang, aku harap akan selalu ada matahari setelah nya"


berdialog dengan diri nya sendiri, rena tersenyum, suami nya mulai terusik dengan kegiatan yang ia lakukan, menempelkan ujung hidung nya di bibir suami nya,


rey bangun, mengerjap ngerjap kan mata nya, ia tersenyum namun tak lama tidur lagi😌,


rena tak mau mengganggu nya,


ia turun dari ranjang nya, sebisa mungkin menimbulkan gerakan halus,


tokk tokk tokk,


"siapa yang datang? (bertanya pada diri nya sendiri) "


rena membuka pintu sedikit, mengintip nya, ia belum mengenal siapa pun di sini


"selamat pagi bu (sari tersenyum, ia pelayan di rumah momi, sekarang ada di sini?) “


" Bi, ko ada di sini? (membuka pintu rena heran) “


"saya di tugasin di rumah ini sama nyonya (momi) bu, ini saya bawa sarapan, sudah siang"


"ah, momi padahal aku juga bisa sendiri membuat sarapan (rena menerima nampan dari bisa sari)


" nanti kalo ibu menetap di sini, saya yang akan menemani"


"alhamdulillah, syukur lah, setidak nya ada yang rena kenal (rena tersenyum) "


"iya bu, kalo gitu sari permisi, ibu bisa telpon ke bawah kalo perlu sesuatu"


"baik lah, makasih ya"


"sama sama Buu"


rena masuk,


suami nya masih belum bangun, ini sudah jam 7 lebih,


rena membawa sarapan ke balkon, menikmati pemandangan pagi dari sana, ia belum tau seluruh sudut rumah ini,


rena ingat Nino, ia harus sekolah kan?


mengeluarkan HP di tas nya, rena menghubungi tina


"assalamu'alaikum"


" wa'alaikumsalam Buu"


"tina ada dimana? "


" ini sudah di jalan mau sekolah bu"


"syukur lah, hati hati ya, saya masih di rumah titip Nino ya"


"baik bu, ini den Nino mau bicara"


"iya boleh"


"bunda (Nino menangis) "


" jagoan bunda kenapa nangis?? "


"Nino mau sekolah sama bunda"


"iya sayang, maaf ya.. nanti insyaallah bunda jemput Nino lagi ya"


"iya.. (masih menangis)


" sayang, jagoan ga boleh nangis,. kan Nino anak pintar"


"iya..


" bunda tutup telpon nya ya sayang, Nino hati hati di sekolah ya?? "

__ADS_1


"iya bunda.. "


"sun bunda dulu dong"


"muuaaach (nino masih ngambek)


" hehee muuuuaaacccchhhh sayang, assalamualaikum "


"Waalaikumsalam"


"mmmuaaacchhhh (rey memeluk sang istri, membuat kecupan di pipi nya, rena sedikit terkejut) cium cium siapa hayo?? "


"Nino, dia marah, mau sama bunda sekolah nya"


rey menenggelamkan wajah nya di dada sang istri, ia masih ngantuk..


"siapa yang bikin sarapan?" (rey bertanya)


"Bi sari, dia datang di suruh momi"


"wah momi pengertian sekali"


"sayang, (rena memandang suami nya) "


" hmmm (belum merubah posisi) "


"apa kita akan tinggal di sini? "


"iya sayang ini kan rumah mu"


"boleh aku minta sesuatu"


rey menjauhkan wajah nya, mendengarkan sang istri,


"apa pun sayang, katakan lah"


"aku belum mau pindah ke sini, "


"kenapa? apa kurang nyaman?? "


"kenapa begitu? (rey bertanya serius) "


"aku belum siap jauh dari orang tua, momi satu satu nya orang tua yang aku punya saat ini, boleh aku memintanya dari mu? "


rey tertawa,


"ga boleh, dia ibu ku rena"


"baik, kalau begitu aku akan menculik nya"


rey dan rena tertawa


"sayang, milik ku, milik mu juga, berarti momi ku, momi mu juga"


"terimakasih sayang,


aku butuh seseorang yang berpengalaman, hamil dan melahirkan itu tidaklah mudah, momi satu satu nya yang bisa ku tanyai nanti nya, walaupun entah kapan itu terjadi, apa boleh??? "


"apa pun demi kenyamanan kamu sayang, lakukan lah, aku hanya bisa mendukung nya"


rena memeluk lagi suami nya


"mah dia sangat aneh, beberapa teman ku bilang, istri mereka tak akur dengan mertua, rena malah ga mau jauh dari mertua nya (rey bergumam dalam hati nya, mengadu pada sang mertua, namun ia sangat senang rena bisa menempatkan diri nya dimana pun, menjadi orang yang sangat di sukai bnyak orang)


menikmati sarapan nya yang hampir dingin,


rena bergegas, ia akan menjemput Nino, rey juga harus ke kantor hari ini, ia sudah banyak libur, tentunya banyak pekerjaan yang harus ia urus..


seperti hari kemarin, rey menjemput Nino pulang sekolah,


" ayah janji, mau ngasih Nino hadiah (jagoan nya merajuk)


"wah ayah lupa, ayah ingat nya pesen dede bayi aja buat Nino " (rey menjawab tanpa perasaan, yang di hadiahi cubitan di perut nya oleh sang istri, ada tina dan pak joko di sana yang ikut tertawa)


"mana dede bayi nya? (Nino menjawab polos) "


"ayah udah pesen waktu malem, kan lama jadi nya"

__ADS_1


"ayah.. (rena protes, itu sungguh menjengkellan, rey tertawa) "


"sayang, ayah kerja dulu ya, Nino sama bunda pulang, sama pak joko ya"


"Nino mau dinosaurus aja deh, dede bayi lama"


ahahaa rey tertawa,


rena menepuk jidat nya.


pak joko senyum senyum, dia baru melihat rey tertawa se bebas ini, membuat hati ibu ibu yang melihat nya di parkiran sana meronta ronta.


"baik lah, mari kita pulang sayang (eena mengakhiri pembicaraan nya) "


rey mencium gemas pipi jagoan nya,


"nanti pulang kerja ayah belikan dinosaurus yang banyak ya jagoan"


"yeaaayyyy, sama telur nya yah"


"telur? (rey bertanya lagi. rena meluruskan masalah nya, takut takut rey mencerna telur yang lain 🤣🤣)


" itu yah, dino nya se paket, ada pohon nya, ada telur nya, batu batuan"


"owhh ayah kira teluuurr...


" stop, (rena memotong, rey tak melanjutkan kata kata nya ia tertawa lagi)


ayo sayang kamu kesiangan kerja nya nanti"


"ok, assalamu'alaikum bunda, dan jagoan ayah" ( rey mencium kening istri nya)


ada yang bergemuruh, di ujung parkiran sana,


rey berangkat, rena pun pulang,


"bunda sama ayah ga bobo di rumah malem? "


"iya sayang, bunda lihat rumah kita yang baru"


"iya bunda? (antusias)


" iya sayang, kamar Nino juga sudah ayah siap kan"


"yeeayyy, Nino mau kesana"


"nanti kalo libur ya"


"iya bunda"


rena mencium puncak kepala putra nya,


di kantor,.


rey kedatangan tamu, membicarakan keinginan nya dengan orang yang profesional, ia tidak mau ada kekurangan sedikit pun, ini akan menjadi hari yang istimewa untuk nya.


hari demi hari berlalu,


tak mengurangi kewajiban nya sebagai istri,


rena punya kegiatan baru bersama teman teman nya, berkumpul pada hari tertentu di tempat pelatihan.


hari ini, akan ada acra pembagian amal, rena dan yang lain nya mengepak barang, menyiapkan snack, hadiah, dan makanan, akan ada dua tempat panti yang akan mereka kunjungi hari ini, yang insyaallah akan di rutinkan berkeliling setiap minggu nya,


minggu lalu, rey dan rena membuat kejutan untuk mila, bagaimana pun kehidupan mereka harus tetap berjalan setelah kepergian mendiang sang suami.


karna sebelum nya mila memiliki usaha sebagai online shop barang, dan pakaian, rey menawarkan sebuah toko, namun mila menolak, ia tidak bisa meninggalkan rumah.


dengan membuka usaha di rumah, ia bisa sambil mengurus anak dan rumah nya, sedangkan di toko ia harus meninggalkan rumah.


kami memaklumi keputusan nya memang benar kata mila, jadi jalan alternatif untuk mila adalah menambah bangunan khusus untuk usaha nya,


kebetulan halaman rumah nya luas,


rey juga memberikan uang cash sebagai modal, syukur mila menerimanya, ini bukan untuk menggantikan posisi sang suami di rumah nya, hanya ucapan Terimakasih atas pengabdian suami nya selama ini pada rey.


*wah, sebentar lagi kita tamatkan ya cerita rey dan rena, yg belum favorite novel ku ini ayo tekan tombol favorite ya*🥰

__ADS_1


__ADS_2