
"boleh aku tanya sesuatu? “
"katakan lah"
"Nino maaf, bukan aku ragu sama kamu, tapi memang ini mengganjal di pikiran ku"
Nino memainkan cincin pemberian bunda nya di jari tangan July,
"apa kamu bener bener punya perasaan sama aku? “ tanya July Hati-hati
" apa yang buat kamu ragu? " tanya Nino
"aku tau, saat kita dekat, malah dari awal kamu ngajak aku nikah, tapi hati kamu lagi kurang baik karena kepergian amira, maaf bukan aku ngungkit masalalu Nino"
Nino tiba-tiba mendekat, ia mengecup kening July, July terperangah atas perlakuan Nino,
"jullyana, buat aku, pernikahan itu bukan mainan, dimana kita bisa masuk dan keluar seperti di suatu tempat, aku mau menikah hanya se kali se umur hidup, sampai maut yang memisahkan,
jadi apa kamu rasa aku ga punya perasaan sama kamu??
aku sayang sama kamu, akan aku buktikan bahwa aku sangat sungguh-sungguh dengan hubungan kita"
July tersenyum,
"maaf ya, kalo apa yang aku bilang bikin kamu ga nyaman"
"itu ga masalah, kita memang harus sering ngobrol kayak gini, biar kita lebih tau kemauan masing-masing,
kalo kamu, dari kapan sayang sama aku?? “
" Nino... " July jelas malu mengatakan nya, itu pertanyaan yang tidak ia sangka sebelumnya,
"kamu malu??" tanya Nino
__ADS_1
July menggeleng, ia tersenyum.
"aku dari pertama kita ketemu, udah tertarik sama kamu, makanya aku nyari info soal kamu,
dan entah kenapa, aku rasa takdir mempertemukan kita lagi waktu aku kecelakaan"
Nino mengangguk, ia setuju
"kamu tau Nino, aku sering dengar kata-kata
" c**inta datang karena pertemuan yang sering**"
sejak kita sering ketemu, aku tambah suka sama kamu" July memberanikan diri manatap mata Nino
"tapi aku sedih" tambah July
"kenapa?? “
dari situ, aku ga berani berharap, aku merasa aku ga punya tempat di hati kamu, kamu pergi gitu aja"
"kamu tau July, saat itu, aku sampai berkali kali liatin kontak kamu di HP, aku ragu, antara bilang atau engga,
kalau aku bilang, aku takut ada ucapan dari kamu, " ya udah pulang aja, ngapain bilang bilang, toh kita ga ada hubungan apa apa"
jadi setelah berpikir panjang, aku akhirnya pergi ga bilang sama kamu"
mereka saling tatap,
"aku seneng kamu jujur" ucap Nino
July tersenyum.
"makasih ya, kamu pilih aku, kamu percaya sama aku buat jadi pendamping kamu"
__ADS_1
"ya.. karena ga ada pilihan lain, jadi aku milih kamu" ucap Nino becanda
July langsung memelototkan mata nya, Nino tertawa melihat itu
"kamu jahat" July melempar nya dengan bantal kursi,.
Nino mendekat lagi, July kira ia akan di beri kecupan di kening seperti tadi, namun ia salah, Nino menyentuh dagu nya lembut, menempelkan bibir nya di bibir July, July terkesima, Nino memberinya banyak kejutan hari ini,
July terbuai dengan gerakan yang Nino buat, sangat lembut, Nino mengusap tengkuk nya, memperdalam ciuman mereka hingga beberapa detik, namun July tersadar, ia melepaskan ciuman itu pelan, Nino menatap nya,
"Nino ini salah, kita cuma berdua di sini, aku takut ga bisa tahan diri aku"
Nino memejamkan matanya _ ya Allah, aku khilaf_ Nino membetulkan duduk nya, mereka jadi sedikit canggung, setelah adegan berbahaya itu,
"aku harus pulang Ana" Nino bangkit dari duduk nya, July mengikuti nya,
"maaf" ucap Nino
"aku juga salah nino,
ayo kita menikah" ucap July
Nino tersenyum, ia memeluk July sebelum pamit pulang
"ini yang ingin membuat ku cepat menikah" ucap Nino
July tersenyum,
"untuk kebaikan bersama, ayo jangan tunda niat baik lama lama" ajak July
"tunggu aku datang lagi melamar mu"
July mengangguk senang, ia bersyukur, lelaki yang ia sukai ternyata juga menyukai nya..
__ADS_1