
_flashback_
Putri berjalan dari kelas nya menuju kantin, ia mengirimkan pesan kepada kak Edo pulang nanti ia akan Menjenguk Lia karna sedang sakit,
Edo menyetujui nya dengan syarat bahwa putri tidak melampaui batas, waktu pulang nya,
duduk di bangku sendirian, putri telah membawa minuman, menunggu telpon nya tak kunjung Yuda Terima,
"ish mana sih... " putri menggerutu, menyimpan HP nya di meja, ia memilih menyeruput minuman nya melalui sedotan,
HP nya bergetar, satu pesan masuk,
"no baru? “ putri berkata pelan, ia membuka pesan, sebuah foto menampilkan Yuda di sana dengan motor nya,.
derrrt, pesan ke dua masuk
" jika aku mencelakai nya, bagaimana menurut mu?,"
kening putri mengkerut, ia belum paham apa maksud pesan itu, dan juga itu no baru, putri mengabaikan nya,
hendak menekan lagi tombol telpon untuk menghubungi Yuda,
panggilan masuk dari no baru itu ke HP nya, putri menerima nya
"hallo honey"
tubuh putri menegang,
ia hafal suara itu, logat bahasa Indonesia nya yang belum fasih sangat jelas terdengar,
jonatan menelepon nya, dan berarti dia yang mengirim foto Yuda tadi??
"mau apa kamu.. " tanya putri ketus
"woow santai honey, ayo kita bertemu"
putri kesal, ia mematikan panggilan nya,
membuat Jhonatan tertawa di ujung sana..
jho mengirimkan lagi pesan,
"kamu sayang pacarmu bukan?, ayo kita bertemu, jangan menolak terus, kamu terlihat lebih cantik memakai baju warna navy hari ini"
putri melotot, dia tau warna baju yang aku pakai, apa dia di sini? putri bertanya dalam hati pada diri nya sendiri.
"aku akan mencelakai nya, kamu memilih dia, dan aku sangat sedih, kamu tau?? “
" please jangan buat masalah jho"
balas putri,
"aku akan membelikan mu coklat yang bnyak.. bukan kah kamu suka coklat?? "
putri berdecak, entah sudah berapa kali jho mengirimkan nya coklat,, dan benda benda yang lain, salah satu nya topi, dan kemarin bunga mawar merah, apa apa an coba..
putri tidak pernah cerita pada Yuda, ia takut Yuda kena masalah,
"ayo sayang, jangan terlalu lama berfikir, aku tidak sabaran.. "
putri melihat sekitar, sampai mata nya menangkap sosok pria dengan perawakan bagus, Yuda pun kalah tinggi dengan jho,
jho melambaikan tangan,
putri memberanikan diri mendekat, jho begitu saja memeluk nya, di sana banyak orang, putri merasa malu, di dorong nya jho dan putri memberikan satu tamparan cukup keras,
jho memandang wajah wanita yang ia sukai itu, ia menyeringai,
"you will regret honey" (kau akan menyesal sayang)
jho berbalik badan begitu saja meninggalkan putri yang terpaku, setelah beberapa meter menjauh, jho memberi putri jempol yang ia arahkan ke bawah, dan membuat kode mati, dengan menggores lehernya sendiri menggunakan tangan.
putri menegang, apa kode itu untuk Yuda?? tidak berpikir panjang, putri berjalan cepat mengikuti Jhonatan, jho sempat menoleh kebelakang, ia tersenyum melihat putri mengikuti nya, berbelok ke arah kiri, langkah jho sangat cepat, putri kewalahan menyusul nya, hingga putri berbelok, jho menangkap tangan nya, mendorong bahu putri untuk menempel di dinding,
__ADS_1
"lepasin.... " putri berontak,
"hey, why are you following me?" tanya jho
" lepasin Yuda kenapa kamu ikutin kita"
"gampang, asal kamu mau ikut aku berlibur.. "
jho mendekatkan wajah nya pada putri, ia hendak mencium putri, putri menghindar, jho terlihat tampak marah,
dia menonjok tembok tepat di sebelah wajah putri, putri ketakutan,...
"aku bisa membeli wanita seperti mu berkali lipat, untuk memuaskan aku di ranjang,
apa bagus nya Yuda? aku punya segala nya,
apa yang kamu inginkan hah?? "
putri sangat sakit hati mendengar, kata kata itu, mata nya sudah berlinang,
"syuuuutttt honey, Why are you crying? "
jho menyentuh pipi putri, putri sekuat tenaga mendorong nya, namun tak di sangka jho secepat kilat melayangkan tamparan di pipi mulus putri, putri terhuyung, duduk di lantai, pipi nya terasa panas,
jho berjongkok,
"jangan macam macam, aku tidak takut dengan kakak mu yang jagoan itu, aku ingin tau bagaimana dia menyelamatkan adik nya"
jho menarik paksa tangan putri untuk bangun, putri protes, tangan nya kesakitan, namun jho tidak perduli, ia membawa nya, putri di paksa masuk ke mobil di parkiran yang jarang sekali orang lewat, dan jho membawa nya ke villa..
***
putri mengusap air mata nya,
"apa dia melakukan yang lain? " tanya rey penuh selidik,..
"engga ka, cuma menampar beberapa kali" tangan rey terkepal,
"jangan bohong, bilang saja dek"
"demi Tuhan ka, dia ga ngelakuin apa apa,
jho pesta minuman dengan teman teman nya, bahkan ia juga mendatangkan wanita, putri di sekap di kamar, putri ga tau mereka ngapain"
"kamu siap jika polisi meminta kamu datang ke kantor nya? "
putri yakin, ia mengangguk
"putri siap kak"
rey mengusap kepala adik nya,
"bagaimana Yuda?" tanya rey..
putri menunduk,
"sejak kembali ke jakarta, kita ga ada komunikasi kak"
"kenapa? " tanya rey
"putri tau putri salah, mungkin putri akan melepaskan nya, putri lebih sayang momi, putri rela kehilangan Yuda, dari pada momi marah, dan ga kasih restu ke kita"
rey diam.
"dia terluka karna menolong mu, apa ga ada yang kamu lakuin untuk dia?? “
putri menggeleng lemah
" kalo kakak jadi Yuda kakak akan bunuh diri saja, dia hampir mati, dan kamu malah meninggalkan nya? “ ucap rey,
putri menatap mata kakak nya,
"lalu putri harus apa kak? “ putri bingung, ia juga tidak tega pada Yuda, ia ingin merawat nya walau sebentar saja,
__ADS_1
" pergi lah, jenguk dia, kamu membuat nya terluka dan kini mematahkan hati nya?? "
putri menyeka air mata nya, dia masih diam.
rey menoleh ke samping seseorang yang tadi menguping pembicaraan mereka mendekat,
putri langsung bangun melihat siapa yang datang, momi dengan Edo ada di sana,
"mih... " sapa nya pelan
"pergi lah, tapi ingat waktu mu, jangan melanggar"
momi sangat tegas,
putri menangis, tapi bukan sedih, ia bahagia, momi mengijinkan nya pergi menemui Yuda??
putri melirik kakak nya, meminta penjelasan
rey mengangkat bahu nya,
namun ia tersenyum, merogoh sesuatu di kantong celana pendek nya, ia menyodorkan kunci mobil..
"kak.. " mata putri berbinar
"ayo jangan pura pura, ambil atau engga sama sekali"
tanpa berpikir panjang, putri meraih kunci mobil yang ada di tangan rey, ia memeluk kakak nya dengan girang
"kakak makasih, i love u... "
"iyahhh lebay... tadi mewek... " ejek rey
putri melepaskan pelukan nya, beralih pada momi, ia mendekat,
"momi sungguh ngijinin putri? "
"apa kamu ga mau?? "
putri mengangguk beberapa kali
"mauuu mih"
"sana pergi"
"ahhh... momi, i love u juga" putri mencium pipi ibu nya bergantian,
mereka berpelukan,
"momi belum merestui kalian, ingat Yuda harus melakukan sesuatu untuk momi"
putri mengangguk lagi, entah apa yang momi nya inginkan, yang penting sekarang dulu untuk nya,
"makasih mih, putri jalan ya"
momi mengangguk
"hati hati do" rey berkata pada Edo yang akan menemani putri ke rumah Yuda
"baik tuan, nyonya saya permisi"
momi mengangguk, mereka pergi,
rey menatap momi nya yang terlihat sudah tidak muda lagi, namun terlihat masih cantik,
"momi bahagia? " tanya rey
" momi bahagia jika kalian bahagia anak anak momi"
rey memeluk nya, momi bersandar di dada rey,...
*tidak ada kebahagiaan orang tua selain melihat anak nya bahagia..
di up aga panjang nih, mana coba like nya???? kalo ga rame ga up lagi nih 😆😆 maksa ya..
__ADS_1