
shanum telah sampai di kaki gunung tempat sekolah mengadakan acara,
tempat tidak terlalu jauh dari pemukiman warga setempat, agar mudah di akses pihak sekolah membawa konsumsi untuk anak anak...
cuaca begitu dingin,
shanum mengeratkan mantel yang sang bunda siapkan,
"shan, kita tidur satu tenda ya, gw takut"
kata Rifa, shanum hanya tersenyum,
"hajar orang jago, ama hantu takut" shanum meledek nya
Rifa adalah keponakan dari Frans, orang tua nya meninggal karna kecelakaan, frans dan istri nya yang membesarkan nya,
Rifa rela ketinggalan 1tahun sekolah karna untuk satu kelas dengan shanum,
apa lagi kalo bukan di tugaskan untuk menjaga tuan putri dari bos nya itu..
tenda telah di dirikan,
suasana begitu ramai, bukan hanya kelas shanum saja kelas satu dan kelas tiga pun ikut,
shanum keluar dari tenda nya, karna intruksi dari para guru untuk berkumpul,
tiga orang kakak kelas nya berdiri di depan tenda, melipat tangan di dada dengan angkuh,
"heh cupu.. keren juga tenda lho, pinjem dari mana? “ kata nita sang leader
" iya ta, mahal nih. om gw juga punya... "
shanum menunduk.. mereka memang suka menggoda nya,
merekatkan mantel dan membetulkan kacamata nya, shanum tidak menjawab,
"idih.. di tanya malah diem aja.. makanya buka kerudung lho, biar kuping ga ke halangin"
shanum memberanikan diri menjawab,
"ini tenda Rifa kak, aku juga ga tau punya siapa mungkin punya om nya"
"ya kalo Rifa gw percaya, secara om nya assisten bos besar" tambah nita
seseorang datang mendekat, setelah dari tadi memperhatikan mereka dari jauh,
"heh, pada ngapain sih,
lo ko pada seneng gangguin shanum"
shanum semakin menunduk, jantungnya begitu tak karuan, karna yang datang adalah lelaki yang ia suka,
"ga asik lo mal, ganggu kita aja... suka suka kita mau gangguin siapa" nita mengajak dua teman nya berlalu, mereka ga akan menang lawan akmal, karna akmal siswa berprestasi dan terkenal kesolehan nya.. guru guru banyak yang membela nya.
akmal melirik shanum,
"kamu ga apa apa dek? “
shanum menggeleng cepat,
__ADS_1
" engga kak"
"tenda kamu udah rapih? “
" udah" jawab shanum singkat, ia melemparkan pandangan nya ke segala arah
akmal tau shanum Menghindari nya,
"ayo kumpul dulu, kita siapin api unggun,
oiya Rifa mana? " tanya akmal
"tadi dia di panggil pak andi kak"
"yaudah, ayo kita kumpul sama yang laen.... "
shanum mengangguk,
ia berjalan begitu saja di depan akmal,
akmal tersenyum.
walau di mata perempuan lain shanum berpenampilan sedikit norak, baju nya aga besar, kerudung nya selalu menutupi dada dan tidak mengikuti model, di tambah ia menggunakan kacamata, akmal tetap suka.. begitulah seharus nya wanita muslimah
suatu hari akmal melihat shanum membuka kacamata nya, karna seperti nya kotor, ia mengelap nya dengan kerudung,
dari situ akmal terpesona, shanum begitu cantik alami, shanum juga begitu lembut saat bicara, tidak seperti anak anak lain, yang malah jika tertawa sampai terbahak bahak..
"astagfirullah"
akmal tersadar dari lamunan nya, menyadari begitu mengagumkan nya shanum.
"ngapain tuh si nita nyamper nyamperin, bikin masalah lagi? "
"engga, cuma nanyain tenda.. katanya bagus dan pasti mahal"
"hahaa, norak" balas Rifa,
"makanya, ga penting"
"terus kak akmal ngapain? "
"ga ngapa ngapain, ngasih tau harus kumpul aja"
"ciyeee perhatian.. " goda Rifa
****
Rena begitu senang di ajak Nge'date oleh Rey, sungguh memang sudah lumayan lama mereka tidak berduaan begini, selain menghadiri undangan dari rekan kerja Rey,
memasuki kawasan wisata yang amat besar, rena merasa seperti anak kecil yang di ajak liburan,
Rey membayar tiket,
"kita cari penginapan yang view nya indah, tempat ini besar pasti lelah harus berkeliling dalam se hari"
"ide bagus yah,
jadi kita akan naik mobil odong odong, keliling tempat wisata, naik kereta gantung,
__ADS_1
emhh. apa ayah mau berenang? “ Rena melihat brosur yang ada di tangan nya..
" ga ah.. tar pada terpesona liat ayah berenang" jawab Rey asal...
"ahahaha, GR bnget sih" jawab Rena
memilih tempat parkir yang di rasa cukup dekat, Rey membuka kan sabuk pengaman Rena, tak ada siapa pun yang ikut, ini benar benar berdua,
Rey membawa tas mereka
" berat ya? " tanya rena
" masih beratan kamu sayang" jawab Rey
"ich.. ayah jujur banget sih"
Rena jelas manyun, dan itu membuat Rey senang,
memilih penginapan terlebih dahulu untuk menyimpan tas, Rey melihat sekitar,
"bunda ingat? ini seperti kita dulu baru nikah, ngajak Nino jalan jalan kan? “
" ah iya yah, dulu juga kita nginep kan? "
"iya... " Rey mendekat pada istri nya, memeluk rena dari belakang
"anggap saja ini bulan madu kita"
pipi rena merona seketika, mereka sudah tidak. muda lagi, jelas waktu seperti ini sangat di butuhkan...
"apa ayah sudah berencana sebelum nya?? "
"jelas Iyah, waktu ayah denger shanum mau berkemah, ayah langsung ke pikiran ini"
Rena membalikan badan, menghadap suami nya
"owh.. jadi begitu"
Rey tersenyum, membuka kacamata nya, menyimpan nya di atas meja sembarangan,
"aku deg degan sayang" Rey mengelus pipi sang istri,
Rena tertawa kecil merasa lucu, itu juga yang ia rasakan, entah mengapa seperti pengantin baru jadi nya..
"aku juga yah.. "
"ayo kita istirahat dulu, perjalanan lumayan jauh" ajak Rey
"ayah ngantuk? "
Rey menggeleng cepat,
"mau kopi? bunda pesenin ya di bawah tadi bunda liat resto"
Rey menggeleng lagi,
mendekatkan bibir nya ke telinga Rena
"aku mau kamu"...
__ADS_1
*achiyeeeeeee, wititiwwww🤭🤭🤭*