Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
bersiap


__ADS_3

rena tersenyum.


ia membungkus tes kehamilan nya menjadi sebuah kado, siapa tau setelah acara malam ini akan ada kesempatan baik memberitahukan pada suami nya,


ia ingin sekali menelpon rey, ini sudah mau magrib, suami nya belum pulang juga,


tuuuuttt, tuuuuttt,


rena menunggu,


"Assallamuallaikum bunda sayang ( rey menyapa istri nya, rena mendengar, nada suara suami nya begitu ceria)


" Waalaikumsalam ayah,


kapan pulang? kita kan mau siap siap? "


"entah lah, banyak tamu dan teman teman di sini, seperti nya aku akan bersiap di hotel,


apa bunda tidak keberatan"


rena manyun,


dia ingin datang dengan suami nya, kalo begini mana bisa, walaupun di sana nanti bertemu,


"aku kira ayah pulang dulu, nanti bareng kita berangkat nya"


"sayang maaf ya, aku tunggu di hotel oke"


"ya udah (mematikan sambungan telepon nya rena marah)


rey di sebrang sana tersenyum,


" sepenting apa sih temen nya itu, ampe rey langsung mengawasi persiapan, ampe ga pulang juga.. (rena terus menggerutu)


tokk tokk tokk,


"non (BI asih datang)


" iya bi, (membuka pintu, )


"non yang mau rias udah datang, mau di mana makeup an nya?? "


"di kamar saja ya bi"


"oke non, bibi panggil dulu ya.. "


rena membuka pintu kamar nya lebar,


momi rena dan putri masing-masing memiliki perias,


karena waktu pun semakin berkurang,

__ADS_1


setelah shalat magrib, rena langsung bersiap, MUA yang datang memang khusus perias ala india, rey mempersiapkan nya dengan baik,


sang MUA menundukan kepala nya sopan,


ia mendapat mandat tegas, istri tuan rey harus terlihat puas akan karya nya.


rena tersenyum, duduk di meja rias nya, bersiap


"nona, maaf saya akan mulai"


"silahkan mba,"


ini rahasia, sang perias tau bahwa istri dari tuan rey ini akan jadi ratu malam ini,


mengaplikasikan satu demi satu make up andalan nya, ia sangat hati hati, seolah kulit nyonya nya ini takut terkelupas,


rena memejamkan matanya, bayangan sang mamah muncul di pelupuk matanya, rena begitu rindu.... ia tersenyum, tak ingin membuka mata, karena dengan itu bayangan mamah nya akan hilang,


bernostalgia sejenak,


ketika hati nya di patahkan oleh keadaan, rey datang bak penolong, adegan hari itu berputar bagai film


mengingat sang suami yang begitu sigap membantu mamah saat pingsan, rey yang melafalkan kalimat inalillahi wainnailaihi rojiun pertama kali saat dokter memvonis mamah telah tiada, sedangkan rena hanya terpaku tak percaya semua itu, rena juga melihat ketulusan rey, ia mengecup kening sang mamah, membisikan janji akan menjaga rena dengan baik,


rey bukan lah siapa siapa saat itu,


rena belum kenal betul mantan bos nya itu, namun mamah meminta rey menikahi nya,


tersentuh lagi hati nya, ketika rey menyingsingkan baju, tak canggung ikut menggotong keranda sang mamah, mengantarkan ke tempat peristirahatan teakhir.


rey turun ke liang lahat bersama mang agus, tak ada keraguan sedikit pun di mata nya membantu proses itu...


hati rena terpecah saat itu, antara kegagalan pernikahan nya, berpulang nya sang mamah, dan perlakuan rey terhadap nya, ia hampir saja gila, jika rey tak datang, menjaga nya beberapa hari terberat nya, hingga ia bertekad, ia harus bahagia, membahagiakan orang yang sudah mau mengorbankan hidup nya demi pengantin yang di tinggalkan, ia mulai belajar menerima keadaan.


meluncur airmata tanpa permisi, rena pun sedikit terkejut karena itu,


namun ada yang lebih terkejut dari nya,


sang perias, jantung nya berdebar, ia takut melakukan kesalahan sampai nyonya nya menangis begitu,


rena tersadar, membuka mata nya, pandangan matanya bersi tatap dengan perias,


"nyonya, apa saya melakukan kesalahan?? “ (cemas jelas perias itu cemas)


rena tersenyum,


" maaf, saya ga apa apa, air mata itu. meluncur begitu saja tanpa ijin"


rena mengusap pipi nya dengan tisu yang di berikan perias, perlahan.. ia tidak mau menodai mahakarya MUA nya itu,


"lanjutkan lah, aku ga apa apa"

__ADS_1


ia mengusap perutnya yang masih rata, mungkin ia menjadi melow karena dia yang kini hadir dalam rahim nya..


perias memulai lagi, di temani sang Assisten, memakaikan hena di tangan rena


"jangan terlalu ramai ya"


"baik nyonya"


ya, begitulah rena, menyukai ketenangan, kesederhanaan,


tak terlihat perhiasan mencolok yang ia pakai, sang perias memuji kecantikan nyonya nya yang alami, rena pun tak memakai skincare macam macam,


"MasyaAllah, nyonya sangat cantik"


rena tersenyum,


"terimakasih"


rena belum tau, model baju Sari yang suami nya pesan untuk dipakai nya malam ini,


hingga sang perias meminta assisten nya membawakan nya ke kamar,


rena terperangah,


melihat sari yang datang,


warna hitam pekat, berpadu dengan warna gold & silver di setiap ujung, rok, tangan dan selendang,


rena berdecak kagum, rey memilih yang terbaik, ia tau apa yang istri nya inginkan,


sang perias mengeluarkan sherwani, untuk Nino, rena tersenyum bahagia, bagaimana Nino akan sangat tampan memakai baju khas india itu, dengan warna yang senada dengan sang bunda dan ayah nya,


si bantu sang perias, rena mulai memakai baju nya itu, memasangkan hijab se rapih mungkin, perias tidak mau ada kesalahan sedikit pun..


walaupun makeup khas india sedikit tajam, namun perias mengganti warna bibir nyonya nya dengan sedikit warna yang kalem, dan itu tidak mengurangi kadar kecantikan nya,


rena bercermin,


ia tidak menyangka kalau pantulan tergambar di sana adalah diri nya,


Nino datang di temani tina, ia juga harus bersiap,


"woww bunda cantik banget"


kata kata polos keluar dari mulut mungil nya itu, rena gemas, mencium pipi jagoan nya, hingga tergambar bekas bibir yang penuh lipstik itu,


"benar kah bunda cantik?? "


"benar. (Nino mengangguk yakin,mereka berpelukan) "


"ayo Nino juga bersiap ya, sini bunda bantu"

__ADS_1


"iya bunda"


rena di bantu perias memakaikan sherwani untuk jagoan nya, MasyaAllah benar saja ia sangat tampan, seperti ayah nya🥰🥰🥰


__ADS_2