Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Pamit


__ADS_3

ferdi menatap fanny, ia sedang memakan sarapan nya, fanny ingin bertanya, kemana berapa hari kemarin ferdi pergi, ia menghilang, berfikir bahwa ferdi akan meninggalkan nya sendiri, namun per tanyaan itu hanya sampai di kerongkongan, iya takut ferdi begitu galak pada nya,


"mas ga sarapan? tanya fanny takut takut ferdi malah menatap nya, entah apa arti tatapan itu


" aku ga laper, (berdiri ia hendak pergi)


"mas, apa kamu mau pergi lagi?


" apa urusan mu?


"jangan tinggalin aku mas, aku takut (fanny bangkit ia ingin memeluk laki laki itu, sungguh ia butuh kasih sayang di masa seperti ini,


" mau apa kamu?(melihat fanny mendekat)


"aku kangen, berepa hari kamu ga pulang, aku takut kamu tinggalin aku mas" (fanny memeluk ferdy, ferdy diam saja tak merespon).


"lanjutkan makan mu


" tapi mas jangan pergi (ferdi geram, dalam hati nya berkecamuk segala masalah ia kalut di tarik nya kedua bahu fanny setengah berbisik ia berkata)


"jangan berani sentuh gw, lo tau gw ga ada rasa sama lo, gw cuma kasian sama lo karna lagi hamil anak gw. jangan besar kepala (fanny menangis mendengar itu, betapa hancur hati nya, iya sangat menyayangi ferdi, fanny ngotot ingin memeluk nya lagi, namun refleks ferdi mendorong nya, fanny terjatuh duduk seketika ia mengerang kesakitan, perut nya sakit ada darah keluar melewati paha nya)


"ahh.. mas sakit (fanny menangis) tolong mas perut ku...


ferdi panik melihat itu


" kamu kenapa?


" perut aku mas.. sakitt (keringat sudah membanjiri kening fanny, wajah nya memucat, ferdi menggendong nya, membawa fanny dengan mobil nya ke Rs,


fanny tak sadarkan diri ketika sampai di RS, masuk ke ruang UGD ferdy gemetar, menunggu di kursi tunggu dengan gelisah, "pak silahkan ke bagian administrasi, pasien tidak sadarkan diri, kemungkinan besar mengalami keguguran dan pendarahan hebat" (kata seorang suster, ferdi. memejamkan matanya, "ya allah apa lagi ini, baik suster saya akan bereskan"


ferdi berjalan gontai menuju administrasi, beberapa suster berlarian masuk ke UGD di mana fanny di tangani ferdi bingung ada apa??


selesai mengurus administrasi, ferdi kembali ke ruang tunggu, seorang suster dan dokter perempuan menunggu nya di depan ruang UgD


"pak ferdi? tanya sang suster


" iya saya, ada apa sus?


" bapak, maaf kami sudah berusaha se maksimal mungkin, istri anda tidak tertolong, dia mengalami pendarahan yang cukup. mengkhawatirkan, dia tidak bertahan, maaf kan kami pak" ucap sang dokter


" apa dok? fanny?? (mata nya perih, mulai berair bagaimana ini bisa terjadi, dia mendorong wanita itu tadi, sekarang bukan hanya keguguran, fanny pun tidak bisa bertahan)


ferdi terduduk,


" jenazah sedang di bersihkan pak, bapak tunggu di sini untuk menandatangani beberapa berkas, akan saya siap kan" tambah sang dokter. ferdi tidak menjawab, iya syok


dokter dan beberapa suster menangani fanny, ferdi kalut ia beranjak pergi dari RS.


Bandung,


rena bersiap, mengemas barang nya yang akan ia bawa ke jakarta, rey memperhatikan istri nya yang sibuk itu, iya tersenyum, memeluk nya dari belakang,

__ADS_1


" sayang jangan di bawa semua, aku sudah pesan baju kekinian di butik langganan, kamu tinggal pakai"


"apa? mana bisa? baju rena masih bagus bagus, masa di tinggal di sini.


" ya ga apa apa, buat ganti di sini kalo kamu pulang kan?


"tapi ini banyak a..


rey mengusap rambut sang istri,


" ya sudah, jangan semua tapi ya,


" hufft baik lah (rey tertawa, melanjutkan lagi pekerjaan nya)


" sebelum pulang, kita ke makam mamah ya


" pasti sayang, bilang aja kalo udah siap ya, aku cek laporan yang malem dlu"


rena keluar kamar, pergi ke kamar sang mama, ada baju mamah nya yang ia ingin bawa, sweeter yang slalu mamah nya pakai,


pukul 09.00 pagi, rena dan rey sudah siap, ia berpamitan pada bibi dan mamang


" jangan sedih sayang, kamu akan mulai kehidupan baru, rey akan membahagiakan mu, betul begitu rey? ucap mamang.


" tentu saja mang, mamang bisa pegang ucapan rey (tersenyum bangga)


rena menangis lagi,. memeluk. mang agus, dari wajah nya ada kemiripan dengan sang papah


"kita bisa telpon telponan, banyak cara yang bisa kita lakukan walau terhalang jarak"


"mamang harus maen ke jakarta"


"insyallah, apa lagi kalo kebetulan ke jakarta, mamang akan mampir" (mamang menghapus air mata keponakan nya itu) berbahagialah sayang, masa depan mu baru akan di mulai, rena mengangguk, beralih pada bibi yang sudah menangis juga


"maafkan mamah bi kalo ada kesalahan, maafin rena juga, rena sayang sama kalian"


"bibi juga sayang sama kamu sayang, kamu udh bibi anggap anak bibi sendiri, jadi istri yang baik ya, berbahagialah di sana, sering sering kabarin bibi ya"


"insyallah bi,


" pak rey, titip rena, sayangin dia, kalo rena punya salah, tegur baik baik ya


"bibi jangan khawatir, kita sama sama belajar bi (rey memeluk bibi dan paman bergantian)


pergi ke makam mamah, rena sudah menyiapkan bunga untuk di tabur, rena pamit jangan lupakan air mata nya yang masih saja menggenang


" mah, rena pamit, insyallah rena akan sering sering ke sini,


" mah, restuin kita, rey janji akan jaga rena seperti rey jaga diri rey sendiri, terimakasih audah memberi kesempatan untuk rey bersama rena (rey mencium puncak kepala istri nya mereka bangkit, menyudahi acara ziarah hari ini, masuk ke mobil rena masih menangis)


" sayang... (rey memberikan beberapa lembar tisu) udah jangan sedih lagi, nanti mamah ikutan sedih..


" maaf, aku cengeng ya (memaksakan tersenyum)

__ADS_1


"itu wajar sayang, tapi jangan keterusan, cantik nya ilang nanti, mata kamu jadi bengkak lagi tuh


rena mengelap mata nya, ia membuang nafas menahan tangis nya lagi, rey tersenyum.


" udah siap?


" udah a,


" kita berangkat ya, bismillah


" bismillah, (rena menoleh lagi ke arah makam, namun ia melihat se sosok seperti seorang laki laki yang melihat ke arah nya, memakai tudung sweeter nya. rena mengalihkan pandangan ke depan, wajah jya seperti sedang mengingat sesuatu)


" kenapa sayang? apa ada yang ketinggalan?


" engga a, insyallah engga ada..


setengah perjalanan rey mengajak rena beristirahat di sebuah kafe. sungguh rey ingin merokok dan minum kopi, mereka memilih duduk di belakang, pemandangan nan indah mereka dapat kan di sini,


rey menjauh dari rena, karna ia ingin merokok


rena mengecek hp nya, ada beberapa pesan di WA nya, no baru tertera di sana " hy rena" rena mengerutkan alis, no baru itu tau nama nya? ah sudah lah mungkin hanya iseng, rey mendekat mengeluarkan hp di saku celana nya


"nino mau liat bunda katanya" (mengarahkan kamera, mereka ber pose. rena memperhatikan rey mengirim pesan ke mami nya)


rey mencium pipi rena gemas, baru kali ini mereka punya foro bersama setelah foto pernikahan mereka, susan yang foto.


"a, malu sama orang


" kita kan udah nikah kenapa malu?


"mana orang tau kita udah nikah,


" ya kalo ada yang tanya tinggal bilang aja kita udah Nikah, (rena menggelengkan kepala nya, suami nya itu kadang seperti anak anak)


selesai, mereka kembali melanjutkan perjalanan nya, rey sudah tak sabar membawa rena ke rumah nya.


Jakarta,


" mi, liat ka rey bikin sttus di WA, setelah sekian lama" kata putri si bungsu


"wah, alhamdulillah mereka pasangan serasi ya sayang, momi terharu


" ayo mi, kita cepet dekor kamar nya, semoga kaka sama ka rena suka


"iya ayo sayang, kasian kaka kamu kan belom malam pengantin seperti nya hihiiiii


" iya mi, alhamdulillah ka rey ngertiin ka rena,


mami dan si bungsu kerja sama membuat kejutan, menyulap kamar rey menjadi kamar pengantin


pada belom tau aja rena masih haid


ahahaaahaaa

__ADS_1


__ADS_2