
"rey... jangannn.... "
rey sedang tertidur pulas baru beberapa jam setelah menghukum rena, namun ia mendengar suara istri nya,
rey terbangun, melihat rena gelisah, ia tertidur namun seperti nya rena mengigau,
"rey.... (rena memanggil lagi suami nya, rey mendekat mengusap keringat yang ada di dahi sang istri)
" sayang, (menepuk pipi sang istri. rena malah geleng geleng kepala, wajah nya terlihat hawatir)
"sayang, bangun kamu ngigo.. "
seketika rena tersadar dari tidur nya, rena menghirup udara cepat cepat. seperti orang kehabisan nafas. melirik ke sana kesini, sampai bersitatap dengan manik suami nya, rena menangis, merasa lega telah keluar dari mimpi yang menyesakkan itu
"hey kamu kenapa? " (mengusap pipi sang istri)
"mimpi buruk ya?
" emma.. (rena masih mengatur nafas nya)
aku mimpi emma mencekik ku, kamu nodongin pistol di kepala emma aku takut, ke adaan nya menyeramkan sekali"
"emma?? (tanya rey)
rena mengangguk,
" sayang mungkin kamu kelelahan, jadi mimpi yang engga engga, emma sudah aman di bawah pengawasan Rumah Sakit Jiwa"
rena tekejut. RSJ????
"ya dia sakit jiwa, bahkan kaki nya sebelah kanan harus d amputasi karna tembakan waktu itu"
melihat istri nya masih bengong rey memeluk nya, membawa nya dalam dekapan,
"jangan banyak fikiran, itu cuma mimpi, ayo lanjutkan tidurnya.
(rena mengangguk, menatap kosong pada dada sang suami, ia ingat saat emma menggoreskan pisau pada pipi nya dulu, hanya sedikit, namun rey marah sampai menembak kaki emma,
rena masih merasakan nafas nya yang tersendat karna mimpi itu, di tatap nya sang suami )
" bisa kah aku mohon, jangan ada pistol lagi, aku takut... (rena berbisik, ia tau suami nya sudah telelap. rena cukup trauma.
bagaimana dulu ia mengalami luka tembak di bahu nya,
kejadian emma, wanita itu tertembak di kaki kanan dan kiri nya, rena tak bisa membayangkan bagaimana perasaan emma.
dan yang terakhir saat Ferdi menembak rey.
cukup sudah, jangan ada tembak menembak lagi, mimpi tadi membuat rena sedikit terganggu,
rena mengusap lengan suami nya, tersisa jelas luka di sana, seperti yang rena punya di bahu nya, hingga tak terasa ia terlelap lagi...
pagi datang, rena merasakan sesuatu bergerak di hidung nya... ia menggeliat.
rey tertawa, melihat sang istri bangun tidur begini sungguh menggemaskan, rambut yang acak acakan, rena suka sedikit loading kalo bangun tidur sampai rey suka menjahili nya dengan apa saja,
rey mencium ujung hidung sang istri lagi,
"tumben sekali kamu susah bangun nyonya" (rey menggoda, karna rena tak kunjung bangun, rey menggigit pelan ujung hidung sang istri yang sedikit mancung ituπ)
"allahuakbar, (rena bangun cepat, beruntung rey sempat menghindar, kalau tidak mungkin mereka akan bertabrakan di pagi hari)
melindungi wajah nya menggunakan bantal, ia tau rena akan mengamuk
" reeeyyyyy.... (bug , bantal mendarat tepat saat rey melindungi diri, rena cemberut, tersangka tak merasa bersalah... melihat situasi sudah aman rey membuka bantal nya)
"selamat pagi sayang (mendekat dan mencium kening sang istri. rey sudah mandi, rambut nya masih basah dan tampak segar)
melirik jam dinding d sebelah kiri nya, rena terkejut
" ya Allah jam 5, aku belom sholat, dan harus mandi besar dulu (tergesa)
kenapa ga bangunin aku sayang? (menyalahkan rey)
"hmmm aku bangunin dari tadi"
"kamu udh shalat? "
"belum"
"shalat lah duluan, takut aku lama di kamar mandi"
"baiklah, aku ke ruang kerja nanti ya.. β
" iya sayang... "
__ADS_1
hari ini hari libur, rey sedikit bersantai, masih memakai sarung dan baju koko nya, ia turun pergi ke dapur..
"den (panggil bi asih melihat tuan muda nya datang)
"bi aku pengen susu hangat ya"
"baik den, mau dua sama non rena? "
"boleh bi, rena masih mandi, nanti tolong antar ke ruang kerja saja ya"
" siap den.. (bi asih mengacungkan jempol)
bi asih senyum senyum sendiri sambil mengocek susu, mengingat sprai basah yang ia temukan di tempat cucian kotor dikamar rey waktu itu,
ia sempat bertanya kenapa sprei nya basah??
ahhh mungkin ada air minum tumpah di kasur, fikir bi asih...
namun setelah bi asih membuka sprai yang ada kasur, hendak menggantikan nya bi asih melihat noda sperti darah, samar... tapi ia tau apa itu,
bi asih ikut bahagia melihat tuan kecil nya kini sudah memiliki pendamping, mereka tampak bahagia, nona nya pun sangat sayang pada nino walaupun bukan anak kandung nya,
dulu, bi asih yang membantu nyonya nya merawat rey kecil, sudah cukup lama bi asih bekerja sejak ia berusia 18tahun, menyaksikan bagaimana keluarga ini melewati hari hari bahagia,
kini rey ber usia 31tahun, sampai duka menyelimuti rumah ini ketika tuan besar nya meninggal.
begitu banyak yang ia dapatkan dari keluarga ini, tak terhitung, sampai 5tahun ke belakang ia menjadi kepala pelayan di rumah ini,..
jasa keluarga baskara takan bisa ia bayar sampai kapan pun, ada air mata yang menggenang di mata nya, namun airmata bahagia melihat bagaimana kehidupan keluarga ini berlangsung,.
rey pergi ke kamar nino, anak nya masih terlelap, sungguh lucu, nino tidur mendekap boneka teddy yang bunda nya beli, tak menyangka ia akan menyukai nya, mengusap rambut jagoan nya itu, rey tersenyum,
"terimakasih jagoan, sudah hadir, maaf ayah tak bisa selalu menemani hari hari mu, melihat setiap perkembangan yang kamu miliki, jadi lah jagoan untuk ayah dan bunda ya" (mengecup kening putra nya, rey melirik foto yang masih setia terpasang di sana, foto mantan istri nya marsya, jujur ia rindu)
"Terimakasih sudah melahirkan jagoan untuk ku, aku akan merawat nya dengan baik, dia akan jadi lelaki yang bertanggung jawab nanti nya,
semoga kamu bahagia di surga nya Allah sayang, walau kini ada rena menggantikan mu, tapi kamu tetap ada di hati kami"
(rey mengecup foto ibu kandung dari jagoan nya itu, lalu meletakan nya lagi, membalikan badan hendak keluar kamar rey mendapati istri nya di sana, sedang menatap nya dengan senyuman)
rena mendekat, memeluk manja sang suami, rey mencium puncak kepala sang istri, menghirup wangi shampo yang lembut di sana,
"sejak kapan di sana?? (menunjuk dengan mata nya ke arah pintu)
rey tersenyum, rena pasti melihat nya mencium foto Marsya
"apa kamu cemburu?? β
" engga sayang, Marsya ibu nya nino, terlebih ia sudah tiada, untuk apa aku cemburu"
"terimakasih, emh bagaimana kalo kita pergi main (rey antusias)
" kemana??"
"ke mall, atau ke tempat permainan bagaimana? "
"wah, nino pasti suka"
"baiklah, sekarang kita tinggalkan dia(nino) seperti nya masih nyenyak, aku juga pesan susu hangat ke bi asih, mungkin udah dingin"
"oya? kenapa ga minta ke aku? "
"kamu masih mandi tadi sayang, ayo temani aku dulu di ruang kerja"
rey dan rena pergi ke ruang kerja, rena menemani nya sebentar, lalu pergi ke dapur membantu bi asih menyiapkan menu sarapan, rumah begitu sepi, momi dan putri sedang berada di bali, ada acara arisan keluarga tahunan, rena tidak ikut karna tak mau meninggalkan rey sendiri di rumah..
nino sudah bangun, sedikit bermalas malasan karna libur sekolah, sampai sarapan pun ia belum mandi, rena merapihkan rambut nino yang masih berantakan, manja nya lagi on,
nino ingin nonton kartun sambil di peluk sang bunda.
rey melihat adegan itu, hanya menonton film kartun mereka sampai tertawa begitu,
"apa nya yang seru sih?? (rey duduk di sebelah mereka)
" itu upin di marahi kak ros yah, (jawab nino) kak ros sampai berasap kepala nya, iya kan bunda??? "
"iya sayang, itu karna upin nya juga nakal jahil sama kak ros"
"nino ga nakal kan yah?? β (tanya nya pada sang ayah)
" nino anak yang paling baik di dunia, sini ayah gendong.. (mengangkat nino dari pelukan sang bunda) aduuuhhhh berat sekali anak ayah"
"nino makan banyak terus, bunda suka masakin buat nino"
"apa nino suka?? (tanya sang ayah)
__ADS_1
" syuka, enak.. "
"anak pintar"
"ayah, kenapa teman sekolah nino bilang kalo bunda bukan mamah nino?? "
(bicara sambil manyun manyun nino sungguh lucu, namun pertanyaan nya membuat rey terdiam, rena menoleh pada sang suami, menunggu jawaban nya juga seperti nino)
"mungkin karna teman nino manggil ibu nya dengan sebutan mamah, sedangkan nino manggil ibu nino dengan sebutan bunda,
jadi ini( rey menunjuk rena) bukan mamah nino, tapi bunda nino, nino ga punya mamah, punya nya bunda, nino ngerti ga??? (tanya rey) "
"jadi kalo ada teman nino yang bilang bunda bukan mamah nino, nino jawab apa? (rena ikut bertanya penasaran apa kah anak nya mengerti) "
"nino ga punya mamah, nino punya bunda (sambil menunjuk rena) "
"horeeee (rena tepuk tangan mereka tertawa)
" anak ayah emang pintar (cium pipi kanan kiri) karna nino pintar, ayo kita siap siap main"
"main apa? (dengan polosnya bertanya)
" nino mau main apa?? ayo ayah akan temani nino main hari ini, emh.. mandi bola mungkin??? "
"yeaayyy mau nino mau mandi bola"
"baiklah, kita akan berangkat pakai motor, gimana?? sambil jalan jalanβ (rey antusias)
" nanti nino masuk angin yah (rena tidak setuju) "
"tapi ayah kangen motor ayah, kasian sudah lama ga di pakai" (ayah ikut merajuk)
"pake helm bunda biar ga masuk angin (celetuk nino)
" hmmmm, (uwel uwel pipi nino) "
nino di bantu tina untuk siap siap,
rena pun berganti pakaian, ia bingung naik motor sport masa pake gamis???
"kamu kaya yang bingung? " (rey ikut bingung melihat istri nya yang memilih milih baju)
"aku bingung pake baju yang mana, kan mau pake motor? "
"celana aja sayang, kamu ga punya celana? "
"ada tapi ga PD, "
rena mencoba celana yang tidak terlalu ketat, rey tersenyum, istri nya pangling memakai baju seperti itu, dia ingat pertama bertemu rena juga rena memakai seragam hotel seperti itu,
"baju nya aga panjang sayang, jd belakang nya ketutup, aku ga mau itu di lihat orang"
"lagian, siapa yang mau di lihat orang, makanya aku bingung"
memadukan tunik dan celana panjang nya, rena seperti ABG, di tambah pashmina yang di pakai mengikuti trend terkini,
rey protes
"sayang kita naik mobil saja.. (kata rey)
"lho katanya pake motor??
" abis kamu dandan kaya ABg, tar di kira jalan sama om om... "
"ahahaaa (rena tertawa)
biarin, om nya tampan sih, siapa yang ga mau"
"bukan soal aku, ini soal kamu, nanti kamu banyak yang lirik, aku ga mau.. "
"ya terus gimana, aku ikut aja mau kamu (rena sedikit kesal, dia sudah dandan seperti ini malah suruh ganti)
menyadari istri nya cemberut, rey memeluk nya,
" jangan cemberut dong, nanti cantik nya ilang"
"abis OM bikin BT"
"whatt??? om??? β
" ahahaa, ayo ah kita berangkat, kasian nino pasti udah nunggu"
"baik lah
(rey juga nampak modis, memakai jeans dan kaus sederhana mereka begitu kompak InsyaAllah menjadi keluarga yang bahagia) ππ
__ADS_1