
kepergian suster aida membuat rey melakukan serangan pada sang istri nya, rey menarik pinggang sang istri seperti anak kecil minta di belikan mainan oleh ibu nya, rey meminta rena mencium nya
"di sini"
menunjuk pipi kanan nya, rena menurut..
"di sini"
menunjuk kening, di barengi tawa, rena mencium nya
"di sini"
menunjuk bibir nya, kali ini rena menggelengkan kepala nya,
dengan wajah yang di buat serius, rey memeluk istri nya, rena waspada..
"baiklah, jika suster menolak, biar saya yang melakukan nya"
"no.. no.. no.. (rena tetap menolak rena fikir, lebih baik dia yg mencium nya agar urusan cepat selesai, menangkup pipi suami nya, rena memberikan kecupan)
rey manyun..
" itu bukan mencium, tapi mengecup "
"sayang, udah ah, nanti ada yang masuk
" siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu, ada frans di depan
sini, akan aku ajari bagaimana mencium yang benar " (rey menarik istri nya duduk di paha nya, rey mulai melancarkan aksinya)
*nah pemirsa ini lah adegan yang frans lihat🥰🥰
berganti posisi jadi berbaring,
rena tidak bisa menolak nya, karna sesungguh nya ia pun mengingin kan nya, ia rindu..
jilbab sang istri di lepas,
rey membuka resleting depan baju rena bermain di sana,
"ayaaahhhhhh, bundaaaaa.....
rena tersadar, suara siapa itu..
" ayah, Nino datang..
rena mendorong tubuh sang suami sampai berbalik posisi jadi terlentang, merapihkan pakaian nya, bak kucing yang ketahuan mencuri ikan, rena salah tingkah Nino masuk sendiri ke ruang perawatan orang tua nya,
"sayang... (rena memeluk sang putra erat, cium sana sini rena menangis,)
sayang maafin bunda, bunda ga jaga Nino dengan baik"
__ADS_1
momi, putri bahkan ka nadia pun datang,
tak ketinggalan bi risma dan mang agus pun ada..
"Nino ga apa apa bunda, Nino yang ga jagain bunda, jadi bunda yang di culik"
(rena memeluk lagi putra nya gemas)
bukan ga mau ketemu sama anak, tapi tadi. momen yang ah sudah lah rey bergumam dalam hati, tak di sangka security nya datang saat tak tepat, melirik dengan tajam pada frans, frans mendekat
"maaf bos security nona rena menerobos, saya kecolongan (menahan senyum nya, ia tau bos nya terganggu
rey sempat melihat tadi saat frans menutup pintu setelah kepergian suster aida, kondusif fikir rey untuk melakukan penyerangan😆😆)
" jagoan ayah, ko cuma peluk bunda, ga kangen sama ayah??? "
"kangen juga.. (melepaskan pelukan dengan sang bunda, Nino beralih pada sang ayah)
momi menghampiri menantu nya itu, mata nya sudah berkaca kaca
" sayang,... (memeluk rena, momi menangis)
"rena gagal mi, rena ga bisa jaga calon anak rena"
"engga sayang, Allah belum mengijinkan, ini bukan salah kamu, jangan banyak fikiran, kamu harus sehat, InsyaAllah Allah akan kasih kalian kesempatan lagi... "
"Amiiiin (rena menangis juga, tambah erat mereka berpelukan..)
" momi sudah, aku mau peluk adik ipar ku... ( nadia protes, momi mengalah, karna nadia jarang sekali bertemu adik adik nya)
" ga apa apa ka, kakak kan punya kegiatan.. "
"kamu yang sabar ya ren, Allah akan ganti dengan kebahagiaan yang lebih dari ini..
" makasih ka...
bergantian saling memeluk, tangis nya pecah saat memeluk sang bibi,, semua memperhatikan mereka
"sabar ya neng, Allah Maha tau apa yang baik buat kita, jangan menyalahkan keadaan, kita harus petik pelajaran dari semua ini...
" ia bi, rena takut rena ga bisa pulang, mana rey ada di Malaysia waktu itu. Ferdi bukan lagi yang rena kenal. "
"bibi tadi udah ke rumah alm, Ferdi
(rena terdiam tak menyangka gelar alm pada lelaki yang pernah mengisi hati nya itu tersemat juga, rena pun berniat ingin datang ke rumah Ferdi, bagaimana pun silaturahmi harus tetap terjalin "
"bagaimana ibu bi?
" ibu nya syok ren, melamun terus, dan sering pingsan..
"Ferdi anak kesayangan ibu nya, wajar merasa kehilangan..
__ADS_1
" emhh , untuk acara 40hari bagaimana neng?
"akan tetap berlangsung bi, kalo rena pulang dari RS ya"
"baik lah, harus banyak istirahat ya, biar cepet sembuh. kita nunggu di rumah.. "
"amiiin, iya bi...
momi pamit, mereka akan pulang ke Jakarta, Nino pun ikut, rena merasa kesepian lagi,
hari ke tiga akhir nya rey dan rena di nyatakan sudah bisa pulang,
namun harus tetap melakukan cekup ,
pulang ke rumah nya rena dan bi risma menyiapkan keperluan acara 40hari sang mama,
acara berlangsung, banyak para tamu undangan mengetahui kejadian yang rena alami,
tahlil selesai, rena dan rey beristirahat di kamar, rey di balkon, rena datang membawakan susu jahe kesukaan suami nya
"yah, udah malem.. masuk yu.. (ajak rena)
rey mengulurkan tangan nya, meminta sang istri mendekat
mengusap pipi sang istri lembut,
" emh.. sebelum pulang ke Jakarta besok, aku punya rencana ke rumah Ferdi. apa kamu mau ikut?
rena tersenyum, sungguh luas hati suami nya ini, terlepas Ferdi sudah banyak melakukan kesalahan pada keluarga nya
"sebenar nya, aku mau.. (rena menggantung kan kalimat nya)
"tapiii (rey menambahkan)
" aku takut kamu ga ngasih ijin..
bagaimana pun, kita bermasalah hanya sama Ferdi, dan dia udah ga ada..
kita boleh putus hubungan, tapi dalam posisi tidak ada masalah, semua clear...
"sayang, ini sifat kamu yang harus di kurangi, terlalu ga enakan, gimana aku mau tau isi hati kamu kalo kamu ga bilang, aku bukan cenayang "
rena tersenyum,
"makasih, aku tau ini ga mudah, tapi kita juga manusia kan, kita juga merasakan sakit nya kehilangan, jadi semoga memaafkan tidak lah terlalu sulit"
memeluk aang istri erat,
"betul sayang, hidup kita akan jauh lebih baik, kalo kita saling memaafkan, walaupun kita sama sama merugi, kita harus ikhlas, karna mungkin ini jalan kita menuju masa depan bahagia"
"amiiiiin, makasih ya udah ngertiin aku"
__ADS_1
"terlepas dari itu, aku juga manusia, akan aku lakukan hal seperti ini walaupun bukan Ferdi orang nya"
rena mengangguk, (ya Allah, engkau telah memberikan cobaan di awal pernikahan kami, semoga kedepan nya akan lebih baik, dan lebih mudah untuk di lalui amiiiiinnn)