
keadaan rey yang tak lazim membuat rena sedikit sibuk, bagaimana tidak rey yang biasa melakukan ini itu sendiri kini harus rena yang membantu nya, seperti pagi ini,
setelah mandi rey mencari istri nya, ia tidak menemukan nya di kamar,
sudah di pastikan sedang berada di kamar Nino, HP rena pun ada di kamar,
tuuut,, tuuuut, rey menunggu , ia menelpon momi nya di bawah..
"rey menelpon? tumben sekali, bukan kah dia di atas??? ( momi menggerutu, namun di angkat juga panggilan itu"
"sayang ada apa? β
" mi tolong panggilkan rena ya"
"rena ya?? ok momi panggil kan, dia dikamar Nino"
"terimakasih momi yang manis"
ada apa dengan anak nya? pikir momi, tidak biasa nya rey seperti ini..
"sama sama anak nakal"
rena sedikit tergesa, suami nya pasti membutuhkan sesuatu,
rey sedang melamun, menghadap jendela kamar nya, ia masih pakai handuk yang hanya menutupi tubuh bawah nya,
ia menunggu rena,
"sayang, apa mual lagi? (menerobos masuk, rena khawatir, tapi tiba tiba ia merasa perut nya seperti keram)
" shhhh, (rena meringis memegang perut nya)
"sayang kenapa?? (sekarang rey yang panik)
" perut ku kaya kram "
"sini duduk dulu... " (rey membawa istri nya menuju sofa ia membaringkan rena)
"tunggu sebentar aku pakai baju dulu ya (rey pergi, memakai baju rumahan nya, apa saja dulu yang penting pakai baju pikir nya, harus nya ia bersiap pegi ke kantor) ..
rena bergelut dengan pikiran nya sendiri, ia belum beli tes kehamilan, namun apa yang dia rasa ini membuat nya takut, ia tak mau terjadi sesuatu lagi, rena menyadari tadi dia sedikit tergesa menaiki tangga untuk segera ke kamar nya..
"sayang telpon dr dona ya, (rena meminta, jika ia yang pergi ke RS maka akan memakan waktu lebih lama, rena juga harus banyak berjalan) "
"iya sayang (rey mencari HP nya yang tadi dia simpan asal asalan... )
apa tambah sakit??? (menunggu jawaban telp, ia menghampiri istri nya)
rena menggeleng, sudah tidak terlalu sakit, namun ia takut terjadi sesuatu
dr dona juga khawatir,
prediksi nya rena hamil, dan sekarang mengeluh sakit..
tokk tokk tokkk
"sayang dr dona sudah datang ( momi juga ikut ke atas, jelas ia panik)
" tuan, nyonya, mohon maaf, bisa tinggalkan kami sebentar saja??( dr dona memohon, ini privasi)
rey mengangguk terpaksa, rena harus segera di periksa..
"dokter aku takut"
__ADS_1
"tenang nyonya, ambil nafas dalam dalam, hembuskan perlahan, nona tidak boleh panik"
rena menurut, ya dia sedikit tenang,
dr dona menyingkap baju atasan rena, memeriksa perut nya,
"apa masih sakit nona? "
"sudah tidak terlalu, aku lebih khawatir, tadi rey memanggil, aku sedang di bawah, aku naik tangga lalu rasa itu datang, "
"alhamdulillah, tidak apa apa nona, otot perut nona tegang, apa sudah di tes?? "
"belum dokter, aku tidak punya kesempatan ke luar (rena merajuk.. mengerucutkan bibir nya yang tipis itu)
dokter dona tersenyum, bagaimana bisa nona nya menggemaskan begini, kasihan juga jd istri orng kaya, ia tak bebas kemanapun pergi..
" saya membawa nya untuk nona, jaga jaga dan benar saja kan... "
"ah dokter terimakasih pengertian sekali"
"sama sama nona, jangan khawatir, anda baik baik saja, saya rasa anda untuk sementara harus pindah kamar ke bawah, trimester pertama sangat rentan"
"akan saya lakukan dok (rena tersenyum)
maaf ya merepotkan"
"jangan sungkan nona, ini tugas saya mengabdi pada keluarga ini"
rena bangun perlahan, ingin mengantar dr dona ke luar kamar
"nona mau kemana? istirahat saja ya.. "
"baiklah dok"
keluar kamar ia sudah di tunggu suami dari pasien nya pagi iniπ,
"gimana rena kenapa dok? ( momi yang bertanya duluan)
dr dona tersenyum ramah
"nyonya tidak usah khawatir, itu hanya keram perut, tadi nona bilang kalo dia menaiki tangga sedikit cepat"
bug,,
"aduh, momi kenapa pukul rey? " ( mendapat pukulan di lengan nya)
"ini gara gara kamu, so manja.. rena sampe buru buru naik tangga"
rey termenung, mengusap lengan nya yang masih berasa sedikit pukulan momi,
"rey juga ga tau mi kenapa rey gini, rey pengen sama rena terus.. "
dokter dona menggulum senyuman nya,
"pak rey, bu rena nya jangan cape dulu ya, sama itu, emmmh
(dr dona ragu mengatakan nya karena ia tau siapa orang di hadapan nya ini, tapi ini harus di sampaikan, demi kesehatan)
soal berhubungan kalo bisa di hindari dulu untuk beberapa waktu ini ya pak rey"
"saya mengerti dok"
"kalo begitu saya pamit ya pak"
__ADS_1
"terimakasih dok"
"jaga rena dulu, momi antar Dokter ke bawah (berbicara sedikit sinis pada anak nya)
momi mengantar dr dona sampai mobil nya,
" dokter, apa buru buru? saya ingin bertanya sedikit boleh? "
"boleh nyonya, saya sedang tidak buru buru"
"syukur lah, dokter, apa benar rena baik baik saja, saya curiga dia sedang hamil"
dr dona tersenyum, wanita pasti merasakan ini,
"saya curiga, karna pengalaman hamil pertama rena kalo ngidam suka yang aneh aneh, kemarin saja ia pengen makan ikan asin"
"benar kah?? (dr dona antusias bagaimana di istana ini tercium wangi ikan asin goreng karna sang menantu ngidam??)
nyonya.. sebenar nya juga saya curiga (sedikit menyembunyikan kebenaran), tadi saya sudah berikan nona rena tes kehamilan,
semoga apa yang semua keluarga harapkan bisa terwujud ya??? "
"ya Allah, amiiiiinnnnn dokter, saya senang sekali.. rumah ini akan semakin ramai nanti nya"
"saya juga ikut senang nyonya.. "
**
rey masuk ke kamar nya, rena sedang fokus dengan HP nya,
"sayang maafkan aku" (merajuk)
"maaf untuk apa?"
"kamu cepat cepat naik tangga tadi kan saat aku panggil?? "
rena mengusap pipi suami nya,
"memang benar, tapi aku sudah tidak apa apa sayang"
"kamu mulai lagi dengan kata itu,
jangan dulu pergi antar Nino sekolah, biar sama tina dulu, kamu istirahat ya?? "
"sesuai permintaan tuan"
rey mengecup kening istri nya, ia juga merasa bersalah, entah mengapa tidak bisa mengontrol hawa ***** nya, ia akui beberapa hari belakangan ini mereka rutin melakukan ehemmmm nyaππ,
melupakan rasa mual ny,
rey pergi ke kantor, rena ingin ke bawah, namun rey melarang nya bagaimana pun menuruni tangga tidak boleh dulu di lakukan.
"sayang, aku pengen makan sesuatu,
aku pengen di bawah, nanti aku istirahat di kamar Nino saja sambil nunggu Nino pulang sekolah"
rey mengalah, jalan satu satu nya ia harus menggendong rena untuk sampai di bawah,
rena begitu senang,
seperti anak kecil yang di belikan mainan,..
rey pergi juga ke kantor, akhir nya rena merasa sedikit lega, suami nya hampir saja tidak akan berangkat lagi hari ini.
__ADS_1
rey pun terpaksa harus pergi, waktu yang ia punya sudah semakin berkurang, ia harus siap siap..