
1 bulan kemudian,
Nino menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang, di depan swalayan Tiba tiba seorang lelaki bertubuh gempal mamberhentikan mobil nya dengan panik,
Nino menepi buru buru, dan langsung keluar mobil,
"maaf Pak, bisa tolong bawa perempuan itu ke RS, dia pingsan"
Nino melihat beberapa orang sedang berkerumun,
"ayo kita masukan ke mobil pak, kebetulan saya dokter di RS xx"
"ya Allah alhamdulillah, terimakasih pak"
Nino cepat membuka pintu mobil belakang, dua orang lelaki menggendong nya pelan pelan...
Nino membelalakan mata ketika melihat siapa yang mereka gendong.
"Amira?? "
"dokter kenal sama ibu ini? “ seorang wanita yang membantu Amira bertanya
" iya dia teman saya bu, apa dia sendirian??
"iya Pak, saya liat tadi dia kaya yang lagi nunggu, tapi tiba tiba pingasan saya panik"
"oke saya akan bawa ke RS , terimakasih sudah membantu bu"
si ibu memberikan tas Amira pada Nino,
setelah memastikan Amira aman di belakang, Nino langsung menjalankan lagi mobil nya menuju RS
"dimana suami mu Amira, kenapa kamu sendirian terus?? “
Nino panik,
ia terus melirik ke belakang, syukur lah jarak mereka dan RS tidak lah jauh...
Amira langsung di bawa ke IGD,
Nino ikut masuk membiarkan dokter jaga perempuan memeriksa nya.
dokter sonya tersenyum pada Nino
" dokter Nino, sesuai pemeriksaan saya, nona Amira sedang hamil, untuk pemeriksaan lebih jelas nanti setelah sadar kita akan lakukan tes urine"
Nino menatap Amira yang masih terbaring dan belum sadar,
__ADS_1
entah mengapa ada rasa sakit di hati nya mendengar kabar itu, seolah harapan nya hancur.
Amira mulai siuman,
menyesuaikan mata nya dengan cahaya, antara sadar dan tidak ia melihat bayangan Nino di depan nya,
"Nino"... Amira memanggil nya
Nino memandang nya, melipat kedua tangan nya di dada dan bersandar pada lemari kecil di belakang nya, mereka masih di IGD
" selamat Amira, kamu akan menjadi seorang ibu"
Amira tidak merespon itu, ia terdiam,
"maaf aku merepotkan mu.. "
"dimana suami mu? kenapa kamu selalu sendiri Amira? “
"dia kerja, aku tadi lagi nunggu sopir aku mau jemput"
"kamu bahagia dengan pernikahan mu? “ tanya Nino, Amira langsung menatap nya,
" aku bahagia no"
"tapi kenapa kamu biasa saja mendengar kabar kamu hamil?" Amira sempat terdiam.. ia menundukan kepala nya
"suami mu sudah tau? “
" belum, aku belum memberitahu nya"
Nino beralih membawa sesuatu di atas lemari si belakang nya,
"ini, ada vitamin, dan obat mual, jangan lupa minum susu hamil, semoga kamu dan calon anak mu selalu Allah kasih kesehatan"
Amira memejamkan matanya menahan tangis, ia tidak mau terlihat lemah di hadapan Nino
"makasih banyak dok, maaf aku merepotkan, aku akan mengurus administrasi nya"
"sudah selesai,
apa harus aku antar pulang?? “
" ga usah dok, terimakasih, aku akan minta sopir jemput di depan.. "
"telpon suami mu, minta jemput di sini, kamu masih lemah, kalo pingsan lagi gimana?? “
" stop perduliin aku no" Amira menangis juga.
__ADS_1
"aku tau suami kamu kurang baik, dia sering pukul kamu" Nino mendekat memelankan suara nya.
"terus apa urusan kamu? kamu bisa lakuin apa buat aku no? aku terikat sama dia sekarang karna anak ini, aku ga harepin anak ini ada, tapi aku ga tau apa rencana Allah"
Nino terdiam, Amira menyeka air matanya
"aku ga bahagia no, aku ga cinta sama dia, benar kata kamu dia sering nyakitin aku, tapi aku ga bisa lakuin apa apa, dia suami aku, saat aku berharap perceraian dalam rumah tangga kita anak ini malah hadir, aku harus gimana no?? “
mereka terdiam untuk beberapa saat,
" ayo aku antar kamu pulang "
"engga no, aku lebih baik sendiri,
kamu tau? dia pelampiasin emosi nya sama aku waktu kamu nyoba bela Aku waktu itu,
aku ga mau itu terjadi lagi, aku akan pulang sendiri"
Amira bangun, Nino memberikan tas pada Amira, Amira mengambil nya, namun Nino menahan nya.
"jawab jujur,
bilang kalo kamu masih sayang sama aku"
Amira membuang pandangan nya,
"engga no" perasaan itu udah ilang, yang aku tau kini bukan rasa sayang, tapi rasa sakit,
kamu bilang pilihan orang tua itu akan selalu benar kan?? itu salah,
aku udah kubur perasaan aku buat semua orang, aku ga udah ga peduli sama semua orang, aku bahkan ga tau sama perasaan aku sendiri,
jadi jangan pernah tanya lagi tentang perasaan,
itu semua udah mati"
Nino melihat api di mata Amira,
entah setan apa yang menuntun nya untuk bertanya demikian, walaupun Amira misal masih sayang pada nya. apa yang harus ia lakukan, Amira istri orang lain, bahkan kini sedang mengandung...
"makasih aku ucapin karna udah nolong aku, aku harap kamu dapat menemukan wanita yang mencintai kamu, dan semoga kamu bahagia dengan kehidupan mu no"
Amira pergi, Nino tak sedikit pun menoleh, hati nya sakit mendengar semua itu,
jika ada yang bertanya apakah ia menyesal melepas Amira menikah dengan lelaki lain?
jawaban nya iya, terlebih melihat kehidupan Amira yang tidak bahagia.. Nino merasa bersalah..
__ADS_1