Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
gagal tapi seru


__ADS_3

Nino mendapat wejangan dari sang ayah, ia sangat beruntung, memutuskan untuk curhat pada sang ayah ternyata tidak pernah salah..


mencari resto ternama untuk acara nya, Nino tidak ingin menunda waktu berlama lama menyendiri,


di bantu Farhan Nino mem boking sebuah resto, namun sangat kebetulan ia hanya memiliki waktu di malam hari selama kurang lebih 1jam,


***


Hari telah berganti,


July bersiap ada meeting lagi dengan perusahaan Rey, namun papah nya memberi kabar pada nya untuk mencari referensi tempat atau gedung perkantoran yang strategis untuk kantor cabang perusahaan nya, dengan itu otomatis mereka memerlukan karyawan karyawan yang kompeten di bidang nya juga,


"pah pleaseee, kenapa harus sekarang, July banyak kerjaan emang rekrut orang-orang itu mudah?? “ July merengek


" tidak harus sekarang sayang, kita cari pelan pelan.. kamu kenapa? tumben mengeluh, biasa nya kamu yang paling giat dengan pekerjaan ini" ucap Al


"Nino ngajak aku nikah pah.. " ucap July memelankan suara nya


"oya??? itu kabar bagus nak"


"iya, makanya aku ngeluh, karna kepala ku serasa mau pecah"


"ahahaaa, oke oke soal pekerjaan jangan di pikirkan, nanti papah yang akan mencari, papah akan menghubungi rekan papah di Indonesia"


"baiklah, July harus ke kantor ayah Rey sekarang"


"hati hati ya.. " Al menutup telpon nya, ia sangat senang mendengar kabar dari July walaupun baru Nino yang mengatakan nya.


July dan team nya dari Singapura, memasuki gedung perkantoran milik Rey, ketika HP nya bergetar, panggilan masuk dari Nino,


"Nino.. " July menerima panggilan


"Ana, malam nanti ayo kita makan malam... "


"malam ini? “ tanya July


" iya, kenapa kamu seperti terkejut? “


"emh... aku belum tau Nino, banyak sekali pekerjaan hari ini"


"aku udh booking tempat lho" ucap Nino


July tersenyum,


"kamu ngedadak deh,


ya udah InshaAllah aku usahain"


"harus, nanti malem jam 7 aku tunggu di resto xx oke"


"baiklah... "


Nino begitu senang, dengan antusias menyiapkan semua nya,


frans datang menyambut kedatangan July, hari ini Rey tidak ikut meeting, frans menjadi wakil nya,


ia ingin sekali memberi kabar tentang info terbaru yang ia miliki, namun seperti nya waktu nya kurang tepat,


frans akan berdiskusi juga dengan Rey terlebih dulu.. ada Edo menemani Rey di ruangan nya hari ini, ia akan mewakili frans membicarakan masalah itu, July dan Frans memulai meeting


***


"Tuan, Hans kebal hukum, ia bisa lolos dengan mudah dari perkara penculikan itu"


Rey terdiam,


"kami tinggal menunggu perintah tuan" tambah Edo lagi


"sementara ini jangan sampai Nino dan July tau, apa lagi Rena, aku akan coba membicarakan dengan Al, jika Hans tidak melakukan apa apa pada kita, kita bisa tenang"


"yang saya takutkan tidak dalam waktu dekat, di lihat dari riwayat perlakuan nya pada nona July kita harus waspada"

__ADS_1


Rey mengangguk,


"aku akan meminta Al memantau pergerakan nya di sana"


Edo juga mengangguk,


_ jangan sampai terjadi sesuatu dengan mereka _ ucap Rey dalam hati.


***


sebuah buket bunga cukup besar sudah Nino siap kan, ia sudah rapih dengan jas nya, bunda Rena membantu nya bersiap tadi di rumah,


Nino memeriksa waktu, ada ½jam lagi untuk sampai di jam 7 ia menunggu di dalam mobil, karena di dalam sedang di siapkan ruangan untuk nya, Nino menghubungi July, tersambung tapi tidak ia angkat,


July segera membereskan mandi nya, ia mendengar HP nya berdering,


"ya Tuhan jam berapa ini huftt, mana cukup waktu nya buat dandan, belum waktu nanti di perjalanan... " July terus menggerutu


Nino gelisah, ia sudah di peringatkan manajer resto tentang waktu nya, Nino menatap buket bunga yang ada di kursi tempat untuk July duduk, ini sudah berjalan 20 menit dari waktu nya, HP July malah tidak aktif..


Nino bangun dari duduk nya, waktu semakin sempit, "Ana kamu dimana? aku khawatir"


"tuan waktu anda tinggal 25menit lagi, kami mohon maaf, karena setelah Anda kami harus bersiap untuk bookingan selanjutnya"


"oke, tunggu 10 menit lagi ya? " ucap Nino


"baik tuan.. " manajer resto itu undur diri,


_ Nino memang bodoh, kenapa pilih resto ini jelas jelas orang tua mu punya hotel & resto yang bisa kamu booking sepuas nya_


Nino memaki diri nya sendiri, ia tampak lesu July seperti nya tidak hadir, waktu 10 menit nya telah habis,


Nino melonggarkan dasi di leher nya entah mengapa terasa sesak, ia bangkit manajer resto hendak mendatangi nya ketika pintu resto terbuka, July di sana.. nafas nya ter'engah dan ia basah kuyup,


Nino buru buru mendekat


"Ana kamu basah?? “


kaki ku sakit aku lari ke sini dan entah mengapa hujan turun begitu saja"


Nino langsung memeluk July nafas nya masih tidak beraturan,


"maaf ya.. maaf"


July mengangguk, ia melihat si manajer berdiri di sana tersenyum padanya,


"waktu nya habis ya?? " tanya July polos


Nino tertawa, ia meraih buket bunga milik nya, memberikan nya pada July,


"masih ada 5.menit lagi" ucap Nino tersenyum,


ia merogoh saku jas nya, mengeluarkan sebuah cincin di sana,


"mari kita manfaatkan waktu,


mana jari mu?? " tanya Nino memaksa, July tertawa, namun ia memberikan juga tangan nya, Nino menyematkan cincin milik nya di jari manis July


"aku udah tau jawaban mu, jadi ga usah jawab lagi oke" Nino terdengar PD sekali, mereka lagi lagi tertawa, Nino memang tidak bisa romantis, namun July bersyukur, Nino sudah berusaha untuk seperti yang ia inginkan


"makasih, aku seneng banget" ucap July


Nino melepaskan pelukan nya,


"kita harus pergi, waktu nya sudah habis"


July mengangguk, Nino membalikan badan nya menghadap sang manajer.


"terimakasih" ucap Nino


"sama sama tuan, maaf untuk semua nya"

__ADS_1


Nino mengangguk dan mengajak July pergi,


di luar masih hujan, mereka belum beranjak ke mobil, Nino menggenggam tangan July


"aku ga tau kalo di luar hujan"


July tersenyum.


Nino melihat ia kedinginan, sigap membuka jas nya, Nino menyelimuti July dengan jas nya,


"selain waktu sudah menipis, aku berpikir tadi, bagaimana kalau ada kilat tiba tiba, aku bisa pingsan di jalan"


Nino semakin merasa bersalah, ia mengusap pipi July, telapak tangan nya mengalirkan kehangatan,


"kamu emang ga romantis Nino, aku ga akan minta buat kamu romantis lagi, romantis mu membuat kaki aku perih, dan lecet"


Nino malah tertawa, ia mencium tangan July, memindahkan jas ke kepala July,


"ayo ke mobil, aku punya salep "


mereka menerobos hujan, July terpaksa melepas heels nya, air hujan membuat kaki nya lecet dan sangat perih, kulit nya terkelupas,


Nino membantu nya mencuci kaki dengan air mineral, July menertawakan diri nya sendiri dengan Nino,


"udah deh jangan senyum senyum gitu aku malu" ucap Nino, namun itu malah membuat July semakin tertawa


"berikan kaki mu"


"emh, biar aku aja, aku bisa sendiri" July jelas sungkan


"ayo lah" Nino manyun


July membetulkan duduk nya menghadap Nino, ia memberikan kaki nya, luka di kaki kanan lebih parah,


Nino dengan telaten mengeringkan kaki July menggunakan tisu,


mengoleskan salep dengan tipis,


July meringis, itu tentu perih..


"maaf ya" Nino minta maaf lagi, ia sungguh menyesal,


"ga apa apa sayang" jawab July gemas, karena Nino terus mengatakan maaf..


Nino meniup luka di kaki nya, July memperhatikan itu, sudut bibir nya tertarik begitu saja,


"kalau ahlinya yang nanganin, pasti cepet sembuh" ucap July membuat Nino melirik nya


"bukan cuma kaki, kalo kamu hamil nanti juga aku yang rawat" ucap Nino


pipi July merona seketika mendengar itu..


_ apa katanya?? hamil??? _ July salah tingkah, urusan pernikahan saja belum selesai, Nino sudah membicarakan kehamilan


July mengusap lengan nya, ia merasa merinding mendengar itu,


"aku mau langsung punya anak Ana, apa kamu mau?? “ tanya Nino


" Nino.. aku bahkan belum memikirkan itu, tapi entah kenapa aku senang mendengar nya"


Nino tersenyum, itu saja sudah menunjukan bahwa July suka dengan bahasan nya.


"tapi, bisa dokter jelaskan cara menghasilkan bayi?? “ Nino terkejut mendengar itu, namun July malah tertawa, ia menyesali pertanyaan konyol nya,


" kalo teori aga sulit ya... bagaimana kalo sambil praktek " Nino menantang nya, ia menahan senyum mengatakan itu, July langsung menggelengkan kepala nya ketakutan, Nino mencengkram pergelangan kaki July, ia mengelitiki kaki July dengan jari nya


"aaahhh... " July menjeriit, namun ia juga tertawa, Nino sungguh keterlaluan..


"dasar nakal, nanti kalo udah saat nya aku ajari kamu" Nino merasa puas menjahili calon istri nya itu, July sampai meneteskan airmata menahan geli,


"ampun dokter, saya kapok"....

__ADS_1


__ADS_2