
"kenapa putra putri ku harus di habisi?
kalian tau, aku mengandung nya, membesarkan mereka dengan kasih sayang" ibu Hans menangis,
July tersenyum.
"bukan kah kalian sudah tidak saling berkomunikasi saat Hans masih sekolah dasar?, bagaimana anda membesarkan mereka dengan kasih sayang kalau kalian sibuk mencari kesenangan masing masing"
ayah Hans tercengang, itu memang kenyataan nya, "dari mana kamu tau July? โ tanya nya.
" kamu lupa anak mu tergila gila padaku tuan?" ucap July dengan PD nya, seketika semua mata tertuju pada nya,
"apa kalian pikir Hans tidak akan bercerita bagaimana tertekan nya dia sejak kecil karna kelakuan kalian membiarkan nya di besarkan pengasuh?
Hans mengungkapkan semua nya kenapa ia malakukan semua ini, dia hanya butuh kasih sayang, dia berharap aku jadi kekasih nya, tapi dengan cara yang sangat tidak aku sukai"
Sang ibu menunduk, ia malu dengan kenyataan itu,
"lalu bagaiman dengan putri mu nyonya, kamu membiarkan ia menjadi bebas di luar, kenapa kalian menebus mereka saat mereka masuk di penjara beberapa kali, tapi kalian tidak merawat nya dengan baik di rumah, padahal kalian tau kesalahan mereka sangat fatal, kalian terlalu memikirkan Image kalian di dunia politik"
"aku tersiksa demi Tuhan nyonya,
setiap langkah ku di hantui Hans, setiap orang yang dekat dengan ku dia habisi, dan aku yakin kalian juga tidak tahan dengan kelakuan anak anak kalian kan? โ
July emosi,
itu membungkam mulut semua orang yang ayah Hans bawa polisi pun tidak dapat berkata apa apa,
" nona Jullyana, atas nama anak saya Hans saya meminta maaf" ayah Hans menunduk tapi tidak dengan istri nya,
"apa maksudmu berbicara seperti itu? โ ia berteriak pada suami nya " mereka juga salah telah memutuskan hukuman untuk anak kita"
" anak anak kita memang sudah di luar batas, bagaimana kamu tau aku kesulitan mengurus kedua nya keluar masuk penjara, jika Hans masih hidup dan hanya di polisi kan, maka kejadian seperti ini akan terus ulang selalu"
ibu Hans terdiam. ia terus menangis,
"mohon maaf tuan tuan dan nyonya" seorang polisi angkat bicara,
"di Singapura, Hans memang sedang dalam pencarian karna melakukan pencurian dengan para teman teman nya di sebuah bank besar, tidak hanya itu, pencurian itu pun memakan korban setidak nya 3orang meninggal di tempat dan 2lain nya kritis "
Rey tercengang, Nino pun demikian
"jadi bagaimana dengan urusan ini? " tanya Rey
"kami tidak akan melibatkan kalian dalam masalah ini, terlepas dari memang tidak di benarkan atas tindakan kalian pada warga negara kami, tapi Hans memang sudah melawati batas, dia memiliki catatan kejahatan terberat dalam catatan kepolisian kami 5tahun terakhir"
Nino merasa sedikit tenang, ia menggenggam jari tangan istri nya di bawah meja, July melirik nya,
"kami selaku orangtua Hans meminta maaf atas kekacauan yang anak kami lakukan pada keluarga kalian, kami harap dengan kejadian semua ini, kalian merelakan dan memaafkan Hans dari dosa dosa nya agar dia tenang"
July menunduk,
__ADS_1
mengumpulkan kekuatan hati nya yang terasa masih sakit karna lelaki itu,
"aku juga secara pribadi meminta maaf tuan, tidak ada yang meng inginkan hal seperti ini, kami tidak akan melakukan tindakan ini jika Hans tidak memulai nya" ucap July
ayah Hans bangun dari duduk nya, merapihkan jas yang ia kenakan,
"kami akan membawa putra putri kami pulang, semoga kalian berbahagia atas pernikahan kalian, kata maaf mungkin tidak akan menebus semua kekacauan ini, apa yang harus saya berikan?? " Ucap ayah Hans
Nino menggeleng,
"aku yang minta maaf tuan karna telah main hakim sendiri"
ayah Hans kini yang menggeleng,
"itu mungkin hukuman untuk nya atas dosa dosa nya"
ayah Hans memeluk Nino,
"aku yakin kalian akan bahagia"
"terimakasih tuan" Nino menepuk pundak ayah Hans, namun tidak dengan ibu Hans, ia pergi begitu saja meninggalkan semua nya,
Frans dan beberapa team nya membawa keluarga Hans ke RS dimana Hans di simpan, ia memang memberi kabar pada kedutaan Singapura oleh karna itu keluarga dan pihak kepolisian datang,
teman teman Hans yang terlibat telah di bekuk, semua akan di hukum sesuai hukum yang mereka langgar.
July, Nino dan Rey melepas kepergian mereka, semua tidak terlalu rumit jika di jalani bukan? walau kenyataan tidak semudah cerita di dunia novel๐( author mah bebas ya gais) lanjuttt ya...
semua team telah pada tepatnya kembali,
"so, bagaimana hukuman dari istri yang ga patuh sama suami nya?? " tanya Nino pada July wajah mereka sangat dekat
"aku akan menerima apa pun hukuman nya dokter, aku tau aku salah,
tapi di sisi lain hatiku tenang bisa meluapkan emosi yang aku pendam selama ini"
para penjaga di sana pura pura tidak melihat keintiman suami istri baru ini,
"oke, aku akan memikirkan hukuman yang pantas buat kamu"
July tersenyum.
"aku menunggu nya" jawab nya menantang..
Nino dan July pamit pada ayah nya,
terpaksa ia pergi dengan July menggunakan motor nya untuk kembali ke rumah,
July tampak senang, sambil menikmati kebebasan hati nya, mereka menikmati udara siang hari yang sendu sejak pagi,
gerimis sekali kali datang, namun tidak mengurangi aktifitas para pencari nafkah di bawah langit ini.
__ADS_1
memeluk suami nya dengan erat, Nino sengaja melepas helm nya, momen ini sangat langka, jika istri nya tidak membawa motor ini sampai di pelatihan mereka tidak akan semesra ini sekarang,
"sejak kapan kamu bisa bawa motor? โtanya Nino
" sejak sekolah menengah"
"aku tidak tau itu" jawab Nino
"banyak yang kamu belum tau juga yang lain nya dokter, jangan terkejut nanti"
Nino tersenyum, July dapat melihat nya melalui spion, "love you dokter"
bisik July pada Nino, bagaimana pun Nino lah yang membebaskan hidup nya dari tangan Hans, ia hampir 2kali kehilangan Nino karna Hans, July merekatkan pelukan nya, menyandarkan kepala di pundak nino,
"love you too sayang" Nino menolehkan wajah nya sebentar pada July,
jujur ia juga merasa lega,
semoga kehidupan nya dengan sang istri berjalan normal seperti pasangan lain, tidak ada lagi hambatan yang sangat menyiksa diri nya ataupun July,
Rey terus tertawa menceritakan menantunya itu pada Rena,
Rena terus saja menelpon Rey dan Nino sejak kepergian July, ia khawatir akan menantu nya itu July baru saja pulang dari RS,
"kamu tau sayang, dia membungkam kedua orang tua Hans dengan kata kaya nya, kamu harus bersiap memiliki menantu yang jago segala nya"
Rena menggigit bibir bawah nya, ia bukan nya bangga seperti Rey, Rena malah takut, terlalu berani juga tidak baik bukan??
"ayah, seperti nya mereka pulang, aku tutup telpon nya dulu ya"
"iya sayang, aku membayangkan akan ada kehebohan pasti di rumah" Rey tertawa lagi,
"aku cuma khawatir ayah"
"oke baiklah, aku akan pulang nanti sore.. sebentar lagi mau ke kantor"
"hati hati oke"
"iya sayang... " Rey menutup telepon nya,
bi sari sudah terlihat gelisah melihat July dan Nino datang, bagaimana pun Nino menitipkan July pada nya tadi..
Nino dan July terlihat menuruni motor, Rena sudah berdiri di ambang pintu belakang rumah nya, dengan ekspresi wajah yang sulit di tebak,
"bunda sudah pulang? " tanya Nino ia mencium tangan bunda nya, July lalu mengikuti Nino,
"Ana jangan begitu lagi bunda khawatir, kamu masih sakit bukan? kenapa ga minta sopir buat anter kamu? โ
July merasa bersalah,
" maafin July bunda, kalo July pamit pasti ga akan dapet ijin..
__ADS_1
lebih baik minta maaf bukan dari pada minta ijin" Nino melirik istri nya dan tersenyum mendengar kalimat itu.. tapi memang ada benar nya sih,, jadi di marahin nya sekalian ๐
"bunda, aku pasrahkan istri nakal ku pada mu" Nino berbisik pada Rena, namun July dapat mendengar nya, July cemberut pada suami nya itu.