
Rey meminta pak joko dan tina mengantar anak anak ke RS, bunga pasti akan senang melihat anak anak,
Al menyuapi bunga dengan coklat,.
"apa enak? " tanya nya, wajah Al penuh dengan senyuman,
bunga mengangguk, ia tersenyum,
"sehat lah, aku akan membelikan coklat yang banyak untuk mu"
bunga memandang mantan suami nya,
"dari mana kamu tau aku di sana mas? "
"itu mudah" Al sengaja tidak menanyakan apa apa tentang lelaki itu, ia takut membuat bunga sedih lagi, akan ia tunggu sampai bunga bercerita sendiri.
" aku ingin menahan mu untuk tidak pergi, tapi aku tau kesalahan ku begitu besar, aku tersiksa sejak kepergian mu, dia laki laki yang ga baik,
dulu memang kami sempat berpacaran, aku sudah terkekang saat itu, aku. mencoba lepas dari nya. Allah Maha Baik, ia mempertemukan kita, aku tidak berpikir panjang, aku mau menikah dengan mu,. tapi sejak pernikahan kita dia selalu jadi bayangan buruk, dia terus menteror "
"kamu ga pernah bilang" kata Al
"bagaimana aku akan bilang kalo ancaman nya kamu mas, dia ga segan membunuh kamu kalo aku cerita sama siapa pun"
Al menunduk, ia sangat salah.
"tapi dia tidak begitu berani mendekat, hanya meneror saja pada awal nya, dan ketika kamu hampir se bulan di Singapura, dia mengetahui nya, dia membawa ku ke apartemen nya, Juli dia kurung di salah satu kamar, dan begitu saja terjadi, dia sangat kasar aku takut mas, aku kira aku ga akan hamil, tapi Allah merencanakan sesuatu yang lain, aku malah hamil"
"apa anak itu rakha? "
bunga mengangguk,
"lalu kenapa kamu membuang anak-anak? "
"bram labil mas, jika dia punya masalah di luar, ia akan membawa nya ke rumah, dia melampiaskan nya pada ku, sering kali anak anak yang hampir jadi korban tapi aku menghalangi nya, lebih baik aku saja, terlebih Juli, aku menyanyangi nya seperti aku menyayangi mu mas, aku kuat bertahan sampai saat ini demi dia, dia kenangan mu satu satu nya yang aku punya, bram tidak boleh menyentuh nya sedikit pun aku berani mati untuk itu"
Al memeluk lagi bunga, bagaimana ia bisa tenggelam dalam perasaan terkhianati oleh wanita yang sangat ia cinta, sedang kan wanita nya begitu tersiksa,
"aku meninggalkan mereka di mini market, aku membelikan mereka makanan banyak untuk bekal nya, entah lah, aku hanya ingin melindungi mereka, berharap kebaikan melindungi kedua nya, mereka ga bersalah"
"mereka beruntung, si temukan oleh rena, istri dari rey, rena menyayangi mereka, aku melihat nya sendiri, aku syok saat berkunjung ke rumah rey dan melihat juli di sana"
"aku berhutang besar pada mereka" ucap bunga
"aku juga"
pintu ruang bunga di ketuk, rey di sana,
__ADS_1
"aku punya kejutan" ucap rey, Al dan bunga memperhatikan nya,
rey melambaikan tangan nya ke luar, meminta ana dan rakha masuk,.
bunga menutup mulut nya seketika, ia terharu, anak anak nya di sana, ana menangis, ia sudah besar, sudah cukup mengerti semua ini
"sayang.. " bunga merentangkan tangan nya menyambut putra putri nya,
"mamah.... " ana dan rakha berlari
"sayang hati hati, mamah sedang sakit" ucap Al,
anak anak tidak menghiraukan nya, mereka berpelukan,
rey memberikan sapu tangan pada istri nya, ia melihat rena menangis,
Al melipat tangan nya di dada, wajah bunga begitu ceria, ia tak henti menciumi kedua nya.
"mamah jangan pergi lagi" ucap Juli
"maafin mamah sayang, mamah janji ga akan ninggalin kalian lagi"
"bunda rena sama ayah rey baik, rakha punya teman nama nya Nino"
"kamu senang nak?? " tanya bunga
"senang, di sana banyak sekali mainan"
rena pun mengangguk, menyusut air matanya, Nino bengong saja melihat adegan itu, ia menarik baju ayah nya, rey mendekat
"apa itu mamah nya rakha yah? "
"Nino pintar, betul sayang"
Nino mengangguk, rakha datang menarik tangan nya, ia akan mengenalkan Nino pada bunga
"mamah ini Nino teman rakha"
bunga mengelus pipi Nino,
"terimakasih jagoan, sudah berteman dengan rakha"
"iya tante" Nino mengangguk,
rey berniat akan pulang dengan rena, ia menanyakan pada ana dan rakha apa kah akan ikut pulang?, namun mereka menolak, masih ingin bersama mamah nya,.
"bilang saja kalo mau pulang, pak joko di bawah siap antar" ucap rey pada Al
__ADS_1
"bagaimana aku berterimakasih rey? " ucap Al
"aku bilang kan kemaren, cukup mengganti uang yang sudah aku keluarkan untuk anak anak mu" rey jelas becanda
rena mencubit lengan suami nya, rey tertawa,
"nona maaf telah merepotkan, terimakasih, aku ga tau harus bilang apa lagi" bunga menatap rena, rena mendekat,
"aku menyukai anak anak, aku tidak merasa di repotkan, cepet sembuh ya, biar sementara waktu anak anak di rumah dulu"
bunga mengangguk lagi
"apa kita bisa berteman nona? "
"teman tidak memanggil nona, panggil aku rena"
rena mendekat, memeluk bunga, dia sangat hati hati "kamu ibu yang luar biasa bunga, cepat pulih dan berbahagia lah, Al masih mencintai mu"
rena merenggangkan pelukan nya, membuat rona malu di pipi bunga muncul, rena tertawa.
"kami pamit ya"
"Al tahan diri mu" bisik rey
"kamu pikir aku akan apa? " tanya Al,
"ya aku hanya memperingatkan" balas rey asal,
mereka tertawa, saling memeluk
"terimakasih rey, sungguh kami berhutang banyak padamu"
"jangan di pikirkan, yang penting bunga sehat"
Al setuju,
ia mengantar Rey, Rena, dan jagoan nya ke luar ruangan, memperhatikan mereka sampai mereka berbelok tak terlihat lagi,
"aku masih melihat cinta di mata keduanya yah" ucap rena
"itu sangat terlihat sayang, aku yakin mereka pasti bahagia bersama" rey tersenyum membalas ucapan rena,.
"apa cinta itu bunda?? apa di mata Nino juga ada cinta? "
rena dan rey sontak tersenyum, rena menjulurkan tangan nya, mengusap kepala Nino yang duduk di belakang nya
"tentu sayang, mata mu, wajah mu, tubuh mu, semua nya ada cinta bunda sama ayah di sana"
__ADS_1
"yeayyyy" Nino sangat senang, rey menggelengkan kepala nya,
"kayak tau aja apa arti nya cinta" rey menimpali