
Jahil, ana mematikan HP rey,
rey datang dan makanan sudah tersaji,
"maaf saya lama.. " (kata rey)
"tidak masalah tuan, ayo kita langsung makan" (fachry mempersilahkan rekan nya)
terang terangan, ana meminta foto bersama,
"paman, tuan rey, sebentar aku mau ambil foto ya"
rey sangat malas menanggapi ana, wanita ini benar benar centil,
"ayo tuan rey, sebagai kenang kenangan" (ajak fachry)
rey menghadap kamera dengan senyum seadanya, anto dan yuniar pun ikutikut foto bersama,
***
rena merasa tidak enak badan, mungkin karna pengaruh kurang tidur, dan panik tadi, ikut merebahkan tubuh nya di samping Nino,
momi datang membawakan susu hangat untuk menantu nya,
"rena, mau tidur ya?? "
rena tersenyum,
"pengen rebahan aja mih"
"minum susu nya, udah itu tidurlah di kamar, biar Nino momi yang jagain"
"ga apa apa mih, rena tidur di sini saja sama Nino.. " ( menerima gelas susu dari 'momi, rena meminum nya)
"apa mau di pijat?? "
"ga apa apa mih, tidur sebentar juga insyaallah enakan, "
"makanya, tidur nya di kamar sana, nanti baru mau tidur Nino bangun gimana?? “
" baik lah, rena ke kamar ya mih"
"iya sayang"
baru bangun dari duduk nya HP rena bergetar, pesan masuk dari no baru, rena mengerut kan kening,
"siapa ya? "
momi memperhatikan menantu nya, rena membuka pesan, ada dua foto ia Terima, membuka foto pertama,
terlihat tangan mulus perempuan memakai jam tangan, rena memperhatikan nya, ia kenal itu jam tangan suami nya,
"apa maksudnya ini, tangan siapa??? (rena bergumam, penasaran, ia membuka foto yang ke dua, rena terkejut, melihat foto wanita cantik bersama suami nya, rena tau itu di restoran, mereka sedang makan siang,
" rena kenapa?? ( tanya momi)
rena masih diam, ia sedang mencerna apa yang sedang terjadi, bagaimana bisa perempuan itu memakai jam tangan rey suami nya,..
penasaran momi mendekat, melihat HP rena,
"tangan siapa itu??" ( tanya momi)
rena kesulitan menjawab, jantung nya tiba tiba berpacu, pikiran nya sudah entah kemana, tubuh nya lemas, rena duduk lagi,
memberikan HP nya pada momi, momi tambah penasaran, ia membuka foto,
__ADS_1
menutup mulut nya yang sedikit terbuka, momi pun terkejut,
"siapa dia rena? "
rena menoleh, menatap mata mertua nya,
"ga tau mih" ( mata nya memanas... momi mencoba menelpon si pengirim foto, namun tidak aktif)
"no nya ga aktif sayang" (kata momi pada rena, beralih pada rey, momi menelpon putra nya)
"no rey juga aga aktif“ (kata momi)
airmata rena jatuh begitu saja tanpa ijin, rena tersenyum kecut,.
" gimana mau aktif mih, mereka mungkin sedang sibuk makan"
sakit, rena merasakan sesak di dada nya,
"engga rey ga gituh, ga mungkin dia... " ( bergelut dalam hati nya, rena mencoba berpikir jernih)
"biarlah mih, mungkin rekan kerja nya, rena ke kamar dulu ya... " ( rena bangun hendak pergi)
"rena ini HP mu" ( kata momi)
rena menatap benda itu, entah lah, dia segan mengambil nya, namun ia ambil juga,
mencoba tersenyum pada mertua nya,
"makasih mih"
momi malah yang berwajah sedih, dia juga perempuan, merasakan yang rena rasakan,
tidak mau ambil pusing, kepala nya sungguh berdenyut, rena mematikan HP nya,
momi sempat mengirimkan foto itu ke no nya, memperhatikan lagi dengan seksama foto itu,
benar itu jam tangan kesukaan rey, dia sering sekali memakai nya, dan benar lelaki yang di foto bersama gadis itu rey putra nya..
"rey, apa yang terjadi?? HP mu juga ga aktif, kasihan rena dia sedang hamil, becanda pun tidak pantas seperti ini"
momi terus menelpon anak nya,
ia meminta no anto pada frans...
frans memberi nya, sempat bertanya untuk apa? momi tidak menjawab nya...
mereka sedang dalam perjalanan pulang ke kantor ketika momi menelpon anto,
"tuan, momi anda menelpon ke no saya"
"momi?? ada apa?? ( tanya rey heran)
anto memberikan HP pada rey,
" assalamu'alaikum (rey mengangkat telpon nya, momi tau itu suara putra nya, momi keluar kamar, ia ingin sekali meneriaki anak nya itu)
"rey" ( momi membentak, tidak menjawab salam dari rey)
"iya mih, kenapa telpon ke anto?"
"dimana HP mu?? " (ketus, momi tidak seperti biasa nya)
"ada mih, ada apa sih?? "
"kenapa ga aktif?? "
__ADS_1
rey memeriksa HP nya,
"maaf mih HP rey mati"
"mati, apa sengaja di matikan?? "
momi menoleh ke arah tangga, rena melewati nya, ia naik menuju lamar nya, rena bahkan tidak menoleh,
"maksud momi apa, rey ga ngerti"
"aktifin HP kamu sekarang juga"
"iya mih" (momi memetikan telpon nya, rey mengernyit sungguh ia bingung)
momi memperhatikan rena, benar ia masuk ke kamar...
rey mengaktifkan HP nya,
batre HP nya masih banyak, kenapa HP nya mati? rey pun sedikit heran,
beberapa notif pesan masuk, dari frans, momi dan yang lain nya, namun tidak ada pesan dari istri nya, biasa nya rey akan membalas pesan rena terlebih dulu di banding yang lain,
perasaan rey sudah tidak enak, ia takut terjadi sesuatu pada rena, di tambah Nino tadi sedang sakit,
rey membuka pesan dari momi
"apa maksud nya ini rey?? "
rey membuka foto, dia bingung, seseorang memakai jam nya,..
"foto siapa ini mih?? “ (membalas pesan momi)
" harusnya momi yang tanya, kamu lagi apa sekarang? “
"rey baru selesai makan siang"
"dengan wanita ini?? " ( momi mengirimkan foto ke dua, nampak rey dan ana di sana)
"ah siallll" ( rey berteriak, membuat yuniar dan anto terperanjak)
"dasar ular.... (rey terus mengumpat) "
"momi itu salah faham"
"jelaskan itu pada istri mu,
seseorang mengirimkan foto itu pada rena,
kamu tau rey, dia nampak syok, rena sedang kurang sehat karna tidur nya terganggu menjaga Nino semalam"
rey begitu prustasi, rena pasti sedang marah,
"iya mih" (membalas singkat pesan momi nya)
rey menelpon rena,
"ahhh, ( berteriak, rey meninju udara di depan nya, sudah di pastikan rena salah faham)
" sialan, wanita itu bikin masalah"
"siapa tuan,?? " (tanya anto)
"si ana itu, lihat saja, dia salah berhadapan dengan siapa" (rey menelpon no istri nya lagi, masih tetap tidak aktif,
rey menjambak rambut nya, tiba tiba kepala nya pusing karena foto itu, benar benar minta di beri perhitungan wanita itu...
__ADS_1