
_ selamat datang untuk para pembaca.. di episode ini kita akan refres perjalan cinta Rey & Rena ya, semoga syuka dengan cerita nya π₯° _
Rena mengetuk pintu kamar sang putri, shanum telah bersiap mengemas barang yang akan ia bawa, dua hari ini shanum akan pergi berkemah dalam acara di sekolah.
"sayang sudah siap?"
Rena menyembul kan kepala nya di celah pintu
shanum tersenyum,
bunda nya itu memang senang bergurau, namun shanum sangat menghargai ayah bunda nya. ia tidak pernah membantah gadis yang beranjak dewasa itu begitu cantik, wajah nya jelas perpaduan antara wajah tampan sang ayah dan ayu sang bunda
"sudah siap bun, ini tinggal masukin tas"
Rena masuk ke kamar, duduk di sebelah putri nya, memindai barang apa saja yang putri nya bawa,
"baju hangat mana? kamu nanti kedinginan shan"
"sudah masuk tas bun"
"alat mandi, handuk, kayu putih, sama lotion anti nyamuk jangan lupa"
"sudah bunda sayang"
"sini bunda bantu. "
"bunda shanum sudah besar ini bisa aku kerjain sendiri"
Rena tersenyum menatap putri nya,
iya, dia sudah dewasa kini sudah kelas 2 SMA, waktu begitu cepat berlalu,
"bunda pasti akan kesepian"
shanum menghentikan aktifitas nya, menatap sang bunda
"cuma dua hari bun, atau shanum akan batalin acara nya, shanum temenin bunda aja di rumah"
"no, engga sayang Jagan, ada ayah,
semoga tuan Rey tidak banyak pekerjaan jadi bisa temenin bunda"
shanum tertawa,
di usia nya yang sudah 17tahun ini ia sudah bisa menilai, betapa ayah bunda nya begitu romantis sampai kini, mereka sering berdebat untuk masalah anak anak nya, namun untuk masalah pribadi jarang sekali bertengkar, diam diam shanum berdoa, semoga kelak ia bisa memiliki rumah tangga seperti orang tua nya.
__ADS_1
"apa harus shan bilang sama ayah biar libur kerja buat temenin bunda? β
" ah, ga usah sayang, kamu tau sendiri kalo ayah libur. bunda malah ga bisa ngapa ngapain.. bentar bentar suruh istirahat, kan BT.. "
mereka tertawa,
shanum membereskan perabotan nya,
ia akan pergi ke sekolah.
pak alif sudah siap di posisi nya,
Rey dan Rena mengantar sang putri ke mobil
"hati hati di sana sayang, jangan terlalu banyak becanda, kasih kabar sama bunda kalo sudah sampai di lokasi"
rena merapihkan kerudung yang putri nya pakai
"siap nyonya"
"jaga diri baik baik nak" Rey mengusap puncak kepala sang putri
shanum menyalami orang tua nya,
"waalaikumsalam"
Rey dan Rena masih di tempat, memandangi mobil yang membawa sang putri keluar gerbang,
rena terkejut, ketika wajah Rey tiba tiba ada di pundak nya,
"so.. apa yang akan kita lakukan berdua...
aku ambil libur buat temenin wanita ku dua hari ini"
rena membalikan badan,
"ayah ga perlu libur, ga apa apa ayah kerja aja, aku paling mau nonton drakor, sama film Bollywood aja se harian"
"ga asik, ayo siap siap.. kita jalan jalan"
namun bibir rena tersenyum.
Rey tau betul apa yang ia inginkan,
Rena bersiap,
__ADS_1
namun tiba tiba HP nya berdering,
"dari siapa yah? "
tanya rena pada Rey, Rey baru saja mengganti kaus yang ia pakai
Rey mengecek HP istri nya,
"yaah siapa lagi kalo bukan pacar kamu bun"
rena tersenyum senang, ia langsung menyambar HP nya dari tangan Rey,
"waalaikumsalam sayang"
mendengar kata itu, Rey mengecek jam di tangan nya, ini akan berlangsung lama.. ia akan meminta bi sari membuatkan kopi dulu saja..
"kakak kapan pulang, bunda kangen... "
Nino di sebrang sana tersenyum,
"do'ain ya bun, Nino lagi ngajuin buat perpindahan ke Indonesia, ini perlu waktu"
"bunda selalu do'ain anak anak bunda sayang, semoga kalian di beri kesehatan, di lancarkan segala urusan kalian... "
"amiiinn, ayah mana bun? apa udah berangkat kerja? "
"ayah ada di luar hari ini libur, shanum pergi berkemah, jadi ayah nemenin bunda d rumah"
Nino tersenyum,
"ayah sama bunda sehat sehat ya, Nino juga kangen rumah, kalo gitu Nino tutup telpon nya ya, 20menit lagi ada operasi"
"iya sayang, semoga semua nya lancar, jangan lupa berdoa, ingat, jaga diri baik baik"
"siap bunda sayang, salam Nino buat ayah sama shanum"
" waalaikumsalam kak, inshaallah nanti bunda sampikan"
Rena menutup telpon nya, foto keluarga kecil nya terpampang menjadi wallpaper,
"momi, anak anak sudah besar, momi pasti bangga pada kak Nino, dia sudah jadi dokter seperti yang momi inginkan, shanum begitu cantik dan penurut,
anak anak kak nadia dan putri pun sudah besar, kami semua rindu momi, semoga Allah berikan tempat terindah di sisi nya untuk momi"
_ momi meninggal saat Nino usia 15tahun karna lambung kronis, momi drop 5blan terakhir, merasakan sakit yang begitu menyiksa momi meminta cucu cucu nya untuk jadi dokter, mereka setidak nya bisa membantu orang orang yang sakit, walau hidup dan mati tetap di tangan Allah"
__ADS_1