Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 7


__ADS_3

Acara belum selesai, namun rey merasa sangat lelah dan sedikit bosan, ia ingin di kamar saja, menelpon istri nya sampai ter tidur,


rey pamit pada Fachri,


ana mencoba menebar senyum pada rey, tapi sayang rey tak sedikit pun melirik nya,


tidak di sangka, ana menyelipkan kartu nama nya di saku jas anto, ana berbisik


"berikan ini pada bos mu"


"anda salah orang nona, bos saya sudah beristri" ( jawab anto)


"itu lebih menantang bukan?? " ( jawab ana, anto tak ingin memperpanjang komunikasi di antara mereka, ia pergi menyusul rey yang sudah beberapa langkah di depan nya)


"apa yang dia katakan?? " (rey bertanya pada anto di mobil)


"ini tuan, ( anto menyodorkan kartu nama pemberian ana)


rey hanya melirik nya,


" buang saja, kalo kamu suka simpan lah"


"akan saya buang tuan"


(rey tersenyum puas)


"anak yang baik..


bagaimana ada wanita seperti itu? ia tidak sungkan pada laki laki.. "


"banyak tuan, dalam hal bisnis sangat wajar"


"dia jelas terang terangan,..


aku ingat, rena memintaku memberikan kebijakan baru soal standar pakaian yang di kenakan karyawan perempuan, aku benar benar sadar kini, begitu tidak nyaman melihat nya dulu aku masabodoh dengan hal begitu"


"dia tadi terlalu terbuka tuan, di perusahaan kita tidak ada yang begitu"


rey membuang wajah nya, melihat ke luar mobil, keramaian di pinggir jalan, hari semakin malam.. namun tidak menghilangkan aura kebahagiaan dari penikmat nya,.


Jakarta,


"momi, putri suka sama dia putri sayang dia mih"


"kamu pikir cukup sayang untuk hidup kedepan mu?? rumah tangga bukan hanya untuk sebulan dua bulan putri.. "


momi sedikit mengeraskan suara nya, mereka berada di kamar putri,


rena mendengar itu, di sini masih pukul 8 malam,

__ADS_1


"tina, tolong bawa Nino ke kamar ya"


"iya bu, "


"Nino sayang, bobo sama kak tina dulu ya, nanti bunda ke kamar"


"momi kenapa teriak bunda?? (Nino bertanya)


"bunda ga tau sayang, makanya Nino bobo, bunda akan liat momi dulu oke? "


"oke bunda.. "


"anak pintar, (rena menciumi wajah mungil jagoan nya)"


rena tidak mendatangi mereka, biarlah mereka menyelesaikan masalah nya dulu,


"sayang, apa benar pak samsul melakukan sesuatu?? ( rena bertanya pada suami nya, kebetulan rey sedang dalam perjalanan pulang) "


tidak membalas pesan, rey menelpon nya, namun rena tidak mengangkat nya,


"hey kenapa ga di angkat?? " (tanya rey)


"jangan telpon sayang, ada sesuatu"


"apa itu?? (rey bertanya heran)


" jawab dulu pertanyaan ku"


" ich.. itu pa samsul"


"darimana kamu tau?? "


"momi cerita... "


"iya betul sayang, lalu kenapa?? "


"nanti kita telpon ya.. apa ayah sudah pulang?? "


"sudah ini di jalan pulang ke Jakarta" (rey jahil menggoda istri nya)


"benarkah?? memang sudah selesai?? 😍"


"ahahaaa emoticon apa itu? β€œ


" πŸ˜„πŸ˜„"


"aku masih banyak kerjaan sayang, sesuai jadwal saja nanti pulang, dan semoga tepat waktu"


"hmmm, nakal tidak? "

__ADS_1


"tidak lah, untuk apa?? " (rey tersenyum di sebrang sana)


"hmmmmm, aku akan sewa detective untuk memastikan hal itu... "


masih terdengar adu mulut dari kamar putri, tak lama momi keluar, dan sedikit membanting pintu kamar putri, dia terkejut.. rena menoleh ke arah dapur pada bi asih dan yang lain nya, mereka nampak cuek, mungkin memang ini privasi, namun rena bingung harus apa...


"oya?? aku akan bersiap untuk itu"


"sayang sudah dulu ya... "


apa yang terjadi di rumah?? tidak biasa nya rena meninggalkan rey begini...


putri keluar kamar sambil menangis menghampiri rena,


"kakak... huuhuuuu"


rena memeluk nya, membiarkan adik ipar nya itu menangis di pundak nya,


" momi minta putri buat tinggalin yuda" ( putri sesegukan, rena mengusap pundak nya)


di saat rena bingung harus berkata apa, momi juga keluar dari kamar nya, menghampiri rena dan putri,


"jangan suka mengadu, selesaikan masalah mu sendiri. kamu sudah dewasa putri"


putri bangun dari duduk nya,


"momi bilang putri sudah dewasa kan? putri boleh menentukan hidup putri kan?? "


terlihat sekali raut wajah marah dari momi, rena baru kali ini melihat nya,


"kamu yakin bisa hidup dengan baik??


apa momi tidak boleh meminta hidup yang baik untuk dirimu sendiri?? 22 tahun kamu momi urus putri dan karna lelaki itu kamu membantah momi?? "


rena tambah bingung, suasana nya kenapa begini..


hp rena berdering, rey menelpon...


momi dan putri langsung melirik nya,..


"maaf, rey menelpon... " ( rena canggung)


"angkat lah rena, rey tidak suka menunggu lama, biar kan putri , dia sudah besar"


rena menatap sejenak adik ipar nya itu, ia merasa bersalah tidak bisa membantu, putri pergi ke kamar nya,


"momi akan ke dapur buat susu"


"iya mih, rena ke kamar ya?? "

__ADS_1


"iya sayang... "


__ADS_2