
Semenjak tinggal di rumah Rey, July setiap pagi membantu bi sari menyiapkan sarapan.. shanum pun jadi lebih rajin membantu sejak ada July,
July menyiapkan piring di meja makan, HP di saku celana nya bergetar,
ia mengecek nya, sebuah video ia Terima dari no Hans..
July meminta ijin untuk pergi ke kamar nya.. ia penasaran dengan video yang Hans kirimkan,
adegan saat Nino di sandra berputar, seorang wanita duduk di pangkuan Nino, namun jelas July lihat tangan Nino terikat, wanita itu yang memang mendekati nya,
namun hati tak dapat di bohongi, July kegerahan melihat bagaimana adik Hans itu membelai wajah dan leher Nino, mengecup di beberapa tempat yang tidak terluka..
Nino terlihat menghindar dan marah, namun dasar wanita penggoda, ia malah meraba dada dan perut Nino,
July kesal, karena video hanya sampai di situh,
"kamu penasaran? apa akan kuat melihat video selanjutnya ? “ sebuah pesan masuk,
July mencoba menenangkan hati nya,
_ engga July, Nino ga se mudah itu, Hans cuma ingin buat kamu marah _
July menyimpan HP nya di atas nakas,
ia kembali ke dapur,
namun Nino ada di pintu kamar nya, ia tersenyum,
July sempat diam, hati nya bertanya tentang kelanjutan video tadi,
Nino tau Hans mengirimkan video kar'na HP July telah di sadap, Nino hanya ingin tau bagaimana reaksinya,
"emh.. Nino.. "
"hmmm? “ Nino maju, mempersempit jarak mereka,
" aku mau tanya sesuatu.. "
" tanya aja, kenapa jadi canggung begitu? “ Nino tersenyum lagi,
July menggeleng,
"ga jadi deh.. ayo sarapan.. " ajak July, ia melewati Nino menghindar,
Nino meraih lengan nya, menarik pelan tangan July dan menyandarkan nya di dinding, Nino mengungkung nya,
"Nino apa sih, nanti bunda tau"
__ADS_1
"kamu percaya sama aku Ana? “ ucap Nino
" percaya apa? " July menerobos tangan Nino, namun itu tidak berhasil,
"liat aku... " pinta Nino,
July melemparkan pandangan nya ke lain arah, tangan Nino menuntun July untuk melihat nya,
"liat mata aku.. " ucap Nino
July menatap nya sebentar, ia tidak tahan lalu menunduk,
" Ana... ada apa?? “
July memberanikan diri memandang mata Nino,
"apa yang wanita itu lakuin sama kamu?? “ tanya July, Nino diam.
" wanita mana? “ tanya Nino
"yang nyandra kamu waktu itu"
kini Nino yang menunduk,
"aku mau tau dulu apa yang kamu pikirkan" ucap Nino...
July menggeleng,
"jujur sama aku" kata Nino, pandangan mata mereka terkunci.
"karena apa yang kamu pikirkan akan susah untuk aku luruskan, bilang sama aku apa yang kamu pikirkan? “
mata July berlinang,
" aku percaya sama kamu Nino, kamu ga akan biarin cewek itu nyentuh kamu"
"kamu masih ragu July, bibir kamu boleh bilang begitu, tapi hati kamu engga, karna kamu mengatakan itu dengan menangis"
July mengusap air mata nya, menguatkan hati, ia berdiri lebih tegak,
"aku percaya sama kamu Nino, ga ada apa pun yang terjadi antara kamu sama wanita itu"
Nino tersenyum
itu baru July nya, tegar, dan yakin..
"karna kalau kamu punya pikiran yang lain, segimana aku berusaha jelasin yang sebenar nya pasti ga akan kamu Terima Ana"
__ADS_1
"aku percaya kamu Nino" ucap July lagi,
"terimakasih, pikiran kamu sudah benar, aku ga mungkin biarin, wanita mana pun selain kamu nyantuh aku..
kamu tau lebam di pundak ku waktu itu, mereka memukuli ku karna aku menolak ajakan wanita itu.. "
July tersenyum.
"aku percaya kamu... " July menagkup kedua pipi Nino, ia sedikit berjinjit, agar bisa mengecup kening calon suami nya..
Nino tersenyum.
"kalo kita udah nikah, aku ga akan biarin kamu keluar kamar pagi ini.. " bisik Nino
"memang kenapa..? " tanya July heran..
"aku mau sarapan kamu aja.. "
July melotot, ia mencubit perut Nino dengan sedikit keras sampai Nino menggaduh,
"aduhh beneran ini sakit"
"bener kata bunda kamu itu nakal"
"apa??" Nino tertawa mendengar itu
"please Ana lepasin cubitan nya"..
July tidak melepas nya. ia malah berteriak memanggil Rena
" bunda.. Nino nakal nih... "
"eh.." Nino mendorong July kembali bersandar pada tembok,
"jadi kalian sudah mulai bekerjasama hmm?? " tanya Nino gemas..
"ahaha.. iya anak nakal...
ayo lah nanti bunda marah kita belum keluar, aku juga udah laper"
Nino melepaskan tangan nya,
"baiklah" cupp.. Nino mencuri satu kecupan di pipi Ana,
"bunda..... " July berteriak lagi, Nino menutup mulut July sambil tertawa
"Ana.bagaimana kita malam pertama nanti kalo apa apa kamu lapor bunda? “ ucap Nino menggoda,
__ADS_1
" ya Allah Nino kamu ya.. malah ngomongin itu"
July kesal beserta malu, kenapa bahasan Nino menjurus ke sana saja😄😄