Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
telah usai


__ADS_3

"Nino, istirahat lah... biar papah yang jaga July kita bergantian"


"engga pah.. papah aja istirahat, Nino bisa tidur di sini... "


Al memandang menantu nya itu, ia menggeleng,


"papah juga di sini"


"makasih pah... "


Rena pun tidak mau beranjak dari RS, namun Rey memaksa nya untuk pulang, Rena pasti sangat lelah apa lagi selama 3 hari kebelakang ia gelisah tidur nya mungkin karna memikirkan kelancaran acara pernikahan,


mau tidak mau Rena mengalah, Putri dan Yudha membawa nya pulang, di hotel telah di bersihkan dan kembali ke semula..


ini sudah jam 12 malam, Nino merasakan kepala nya berdenyut, ia menempelkan kepala nya di ranjang di sebelah tangan July, Nino tidak mau beranjak, ia mengusap jarum infus yang menempel di tangan istri nya,


"seperti kamu menghabisi orang orang yang menyakiti mereka yang kamu sayang, aku akan melakukan itu Ana, aku ga akan lepasin dia.. akan aku hilang kan dia di antara kita.. "


**


Edward dan Edo masih berjaga di dalam hotel, darah Hans telah di bersihkan


kepanikan sempat terjadi di hotel karna penyergapan, beberapa kamar di sekitar kamar Hans di minta untuk di kosong kan, untung lah pihak hotel memberikan ijin nya,


Rey turun tangan,


datang menemui manager hotel dan menelpon pemilik membicarakan soal kejadian ini, jika harus melibatkan polisi Rey siap,


Hans sudah begitu pucat, bibir nya kebiruan dan menggigil,


"boleh aku minta air..? β€œ ucap nya lemah.. Edward bangkit mengambil air se gelas penuh.. ia memberikan nya pada Hans dengan kejam hinga Hans tersedak dan batuk batuk...


" gue ga akan biarin lo mati dulu, biar lo ngerasain gimana nikmat nya tersiksa... "


Hans kewalahan mengatur nafas nya, ia terkulai lemah... Rey melihat itu,


"dimana wanita itu?? " tanya Rey pada Edo.


"di amankan di rumah pelatihan tuan, sedangkan sniper masih di kamar hotel nya di lantai atas. Rio dan beberapa orang menjaga nya"


Rey mengangguk,


"satu kan mereka di sini, aku belum tau apa yang harus aku lakukan"


"siap tuan.. "


Rey kembali ke RS, ia harus berbicara dengan Al untuk tindakan selanjutnya,


Edward pun datang ke RS ia ingin melihat kakak nya,


**

__ADS_1


Al masuk ke ruangan July, Nino mengijinkan nya, kebetulan Edward telah sampai Nino bertemu Edward di luar,


"dokter, apa kak July akan bangun? β€œ


" kita berdoa saja" Nino menepuk bahu nya, mereka duduk sambil memandangi Al dan July di dalam.. Al tampak menangis


"dokter... " Edward menyodorkan pistol milik July Nino menatap nya, belum mengerti apa maksud Edward memberikan senjata itu pada Nino,


"waktu itu aku terlunta di jalan, aku ingat badan ku kurus, aku kelaparan dan menggigil, di tambah sedang hujan lebat,


kak July datang dengan payung nya yang besar. ia turun dari mobil, aku melihat rakha di dalam memperhatikan kami,


aku masih 10tahun waktu itu, orang tua ku meninggal bersamaan, aku melihat mereka di bunuh, aku melarikan diri, aku takut.


tapi setelah bertemu July dan Rakha, aku hidup kembali, mereka sangat baik, tuan Al memperlakukan ku seperti anak anak nya,


aku ga akan lupain kebaikan mereka dokter, terlebih kak July, ia terus menyemangati ku, ia juga bercerita, pernah mengalami hal sama seperti ku, keluarga yang baik menolong nya, dan itu adalah ayah dan bunda mu dokter,


kak July merasakan apa yang aku rasa, ia memberikan kehidupan yang layak untuk ku, sampai ia mengangkat ku jadi sekertaris nya.


jadi, jika dia terluka, aku tidak akan tinggal diam"


Edward menatap Nino, Nino menggenggam pistol yang Edward berikan..


"aku hampir saja kehilangan kendali, aku ingin membunuh nya, tapi aku tidak berhak..


apa anda mau mencoba nya?? "


July tidak bisa melihat orang yang ia sayang terluka, jadi Nino pun begitu,


Nino bangkit dari duduk nya,


"ayo kita pergi" ucap nya


Edward tersenyum. mungkin ia jahat telah mempengaruhi Nino melakukan hal itu, tapi melihat kakak nya berbaring bertaruh nyawa ini tidak bisa di biarkan....


Nino masuk ke ruangan, ia menitipkan July pada papah nya,


mencium kening Sang istri dan tangan nya, Nino berbisik,


"aku pergi sebentar, papah Al menjagamu sayang" Nino mengecup lagi pipi istri nya..


ia memantapkan hati, Nino tak menoleh lagi pada istri nya.. ia harus pergi,


Edward begitu senang hati nya membawa Nino menuju hotel,


Nino melihat Hans yang sudah tidak berdaya, darah masih mengalir di kaki nya, Hans menatap nya, ingin sekali ia menanyakan kabar July, tapi air muka Nino begitu terlihat benci pada nya..


bagai tak memberi restu untuk suami nya pergi, July kembali drop, detak jantung nya semakin melemah setelah kepergian Nino,


dokter masuk ke ruangan July memeriksa nya,

__ADS_1


Al sempat mengejar Nino namun mereka telah pergi, HP Nino dan Edward tidak bisa di hubungi, Al merasa prustasi, untung Rey datang, ia pun terkejut mendengar Nino pergi..


adik Hans di masukan ke dalam kamar.. ia menjerit histeris melihat keadaan kakak nya,


sniper yang juga sudah babak belur hanya bisa menunduk, Nino hendak melangkah, ketika pintu kamar di ketuk, Rio di sana menyampaikan informasi dari RS


"ada apa? " tanya Nino, melihat Rio berbisik pada Edo,


Edo mendekat, ia berbisik


"tuan, tuan Rey menelpon, nona July drop, anda harus cepat kembali" Nino mengepalkan tangan nya menatap Hans. ia menahan amarah, namun Nino sudah terlanjur di sini ia tidak mau langkah nya sia sia..


Hans menunduk melihat Nino mendekat... Nino mencengkram kerah baju nya dengan kencang Hans nampak kesusahan bernafas.


tanpa basa basi, Nino menghajar nya tanpa ampun,


semua di sana menyaksikan amarah tuan nya, mereka baru melihat sebagaimana brutal nya Nino yang di kenal lemah lembut,


Nino mengabaikan tangan nya yang terasa sakit karna berbenturan dengan tulang tengkorak kepala Hans.. amarah nya harus di tuntas kan.. dalam hati terus menyebut nama istri nya...


adik perempuan Hans menjerit terus menerus


"stoppp, dia bisa mati stoppp"


merasa risih dengan suara jeritan wanita itu Edward mengambil tindakan, ia dengan santai melesatkan tembakan pada wanita itu, tepat di dada nya.


Hans melihat itu, adik nya jatuh,


ia menangis tanpa suara, mata nya mengeluarkan air mata, darah wanita itu mengenai wajah sniper di samping nya...


semua tidak bisa berkata apa apa..


Nino menghentikan pukulan nya ketika HP Rio berdering lagi,


"tuan... " ucap nya pada Nino


Edo maju, merangkul Pundak Nino


"July membutuhkan mu, biar mereka kami yang atur"


Nino menangis, ia membayangkan kemungkinan terburuk yang terjadi di RS pada istri nya .. Nino pernah kehilangan Amira ia tidak mau lagi kehilangan July...


Nino mengeluarkan pistol July di saku nya,


menempelkan moncong pistol itu ke kepala Hans.. Hans sudah tidak berdaya.. wajah nya penuh dengan darah..


"Nino" Edo sedikit mengeraskan suara nya supaya tuan muda nya itu sadar, namun Nino tidak gentar, ia memejamkan mata, meminta maaf dalam hati pada Tuhan nya,


"doorrrr"


Hans seketika terkulai, Nino menembak nya tepat di kening, Rio memalingkan wajah nya melihat itu,

__ADS_1


tangan Nino bergetar, semua telah usai, ia melemparkan pistol July ditangan nya ke sembarang arah, Nino pergi, Rio akan membawa nya ke RS.


__ADS_2