Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
kurang baik


__ADS_3

Menempuh penerbangan selama ±5jam July merasa gelisah, Frans telah menunggu mereka menyambut kedatangan pengantin baru ini, mereka telah tiba di indonesia.


"sayang kamu kenapa? " Nino yang melihat istri nya diam berhenti melangkah merasa aneh, wajah July tampak datar namun Nino malah jadi panik


"mas anter ke toilet, aku ngerasa ada sesuatu"


"kamu kuat jalan? “ tanya Nino, karena melihat July tidak bergerak Nino menggendong nya cepat, membawa ke toilet di bandara,


walaupun di hadang petugas karena hendak masuk ke toilet wanita, Nino terpaksa ini keadaan darurat, July di dudukan di atas Kloset,


"sayang bilang sama aku apa yang kamu rasa"


"aku ngerasa kaya yang dapet haid mas. perut bawah ku sakit dan sesuatu keluar di sini"


Nino membantu istri nya membuka celana, benar saja, darah berwarna merah gelap sudah mengenai ****** ***** July


"mas aku kenapa? “ July melemas, suara nya bergetar, ia tau kemungkinan terburuk yang harus ia alami akibat pendarahan ini,


Nino mencoba untuk tidak panik,


" sayang, ayo kita ke RS, tahan sebentar ya kamu pasti sakit"


mata July memanas,


"apa aku keguguran mas? “


" syuuttt, mungkin hanya flek saja, ayo kita ke RS "


Nino menggendong lagi Istri nya keluar toilet,


mereka menjadi pusat perhatian orang orang di sana, terlebih melihat July menangis di pangkuan lelaki yang menggendong nya,


"om ke RS sekarang"


Frans tidak banyak bertanya, ia cukup tau, pasti nya ada sesuatu terjadi,


di perjalanan Nino menghubungi Farhan, ini sudah pukul 11 malam, syukurlah Farhan sedang jadwal piket malam ini


berbelok masuk ke area parkir RS


Nino membawa sang istri menuju ruang praktek nya yang sudah Farhan siapkan seorang perawat siaga membantu July,


"massss, sakit" July berusaha agar tidak menangis tapi tidak bisa ia tolak perut nya terasa di aduk.


"iya sayang, kita periksa ya.. "


"ada darah gelap keluar Far tadi di bandara" ucap Nino pada Farhan,


"Sus oles gel nya" pinta Farhan


"baik dok, ibu maaf ya'


perawat itu menutupi tubuh bawah July dengan kain, menyingkap sedikit baju nya di bagian perut, memberikan gel yang terasa dingin di kulit,

__ADS_1


Nino tersenyum pada istri nya, ia melakukan USG, " kita lihat calon bayi kita sayang"


July ikut menatap layar besar di hadapan suami nya, walaupun ia tidak mengerti apa apa, Nino begitu serius, tangan nya membimbing alat di perut sang istri untuk menemukan posisi calon anak nya di dalam sana,


tangan nya berhenti di sebuah titik,


"dia masih bersama kita sayang" Nino tersenyum pada July namun ia menemukan sesuatu, Farhan pun menyadari itu, namun Nino tetap tenang demi istri nya,


"sebentar ya.. " pinta Nino pada July


"usia nya 4minggu sayang dia masih begitu kecil"


ada senyum dan nafas lega yang July curahkan


"ya Allah makasih " ucap July,


entah apa yang suami nya lakukan, alat masih menempel, suster pun begitu serius,


"mas"


"hmmm...? apa sakit lagi? “ tanya Nino mendekati istri nya,


" ga terlalu sakit mas"


"malam ini tidur di sini ya, kamu sangat lemah"


mau tidak mau July mengangguk,


" ga ada apa apa sayang, aku cuma mau liat dia lebih lama" Nino tersenyum pada istri nya,


"sudah Sus" ucap Nino pada perawat, dengan telaten perawat membersihkan gel di perut July, membantu July merapihkan lagi pakaian nya,


Nino menoleh pada Farhan, ia memberikan sebuah potongan kertas bertuliskan sesuatu,


"ibu, pemeriksaan selesai, saya pamit siapin kamar buat ibu malam ini"


July tersenyum.


"makasih dok"


"sama sama " Farhan sedikit tegang sebenar nya, ia tidak melontarkan candaan pada Nino teman nya,


Nino mendekat, July masih duduk di ranjang,


berdiri di depan istri nya Nino memandang dengan sayang,


"aku sayang kamu Jullyana" Nino merapihkan kerudung yang July pakai, bukan senang, July malah merasa ada sesuatu yang Nino sembunyikan


"ada apa mas?? bilang sama aku"


"emang kalo bilang sayang harus ada apa apa? " Nino tertawa mengatakan itu,


July menggeleng lemah, tidak membalas tawa suami nya " aku rasa ada sesuatu dengan calon anak kita, ada yang kamu sembunyikan mas? “

__ADS_1


"engga sayang" Nino memeluk istri nya


"aku bahagia bisa liat dia, dan periksa sendiri calon anak kita, aku semakin takjub, begitu banyak kesakitan yang perempuan rasa, kalian sangat hebat"


July masih ragu, namun ia sangat lelah, menarik nafas dalam dan mengeluarkan nya perlahan,


"aku ga akan ngeluh mas, ga semua perempuan bisa merasakan kehamilan kan? maka dari itu aku akan menikmati nya"


Nino tersenyum lebih lebar


"kamu hebat sayang"


Farhan datang, dengan kursi roda yang ia dorong, itu untuk July,


"kamarnya sudah siap" ucap nya tersenyum


"ayo, aku sangat lelah" ucap July perlahan turun dari ranjang nya, Nino membantu nya, mereka berpindah ruangan menggunakan lift untuk sampai di kamar rawat July


"aku kembali lagi ke sini?? “ ucap July tersenyum..


rasa nya baru kemarin ia keluar dari kamar ini karena luka tembak nya, kini ia harus ke sini lagi karena calon bayi nya


" iya sayang, kebetulan kamar yang sama" ucap Nino, ia menyiapkan obat obatan untuk sang istri, July tidak sulit meminum nya, syukur lah...


membantu July berbaring, Nino menyelimuti istri nya dengan selimut,


"apa mas ga akan tidur? “


" tidur duluan ya, tadi ayah telpon, aku mau telpon rumah dulu" memberi kecupan di kening istri nya July mengangguk, Nino menjauh, duduk di sofa ia membuka laptop yang ia bawa di ruang kerja,


July nampak telah tidur setelah ½jam Nino menunggu nya, Farhan sudah ada di luar sejak tadi mereka harus membicarakan sesuatu, pelan, Nino keluar dari kamar nya meninggalkan sang istri.


.


Nino menjatuhkan tubuh nya di kursi depan kamar nya, Farhan mendesah..


"kenapa kebetulan harus istri gw far? " tanya Nino Farhan terdiam, jelas tidak tau apa yang harus ia jawab..


"gw harus bilang apa sama July? "


"bro, jujur aja, boong cuma akan bikin July lebih sakit hati nanti nya"


Nino juga sangat lelah, ia mengusap wajah nya dengan kasar, meremas rambut nya


"kalian bisa, Allah ga akan membebani di luar batas kemampuan umat nya"


Nino menyandarkan kepala nya di dinding


memejamkan mata menengadahkan wajah nya,


'harus gimana gw jelasin nya far, akan kah dia ngerti dan Terima"


"itu harus no, bagaimana pun untuk kebaikan July" Nino mengangguk ia akan beritahu istri nya besok semua nya.

__ADS_1


__ADS_2