Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
oleh oleh


__ADS_3

belok ke apotik sebentar tadi, rena membeli tes kehamilan, untuk ia pakai nanti


bi risma keluar dari rumah, menyambut keponakan nya itu, sungguh mereka saling merindu


"rena sayang (bibi memeluk)


" bibi sehat?


"alhamdulilah bibi sangat sehat


" mamang mana bi?


"tadi ke warung isi gas, tapi belom pulang..


mana cucu oma yang tampan?? (bibi menyapa Nino yang belum bergerak di sebelah Tina)


" sayang (rena berjongkok,)


ini juga oma Nino, nama nya oma risma ayo salim. Nino mendekat, mencium tangan bibi


"MasyaAllah, ini pipi apa bakpau? (unyel unyel)


" ini pipi oma (menusuk nusuk pipi nya) kalo bakpao makanan


ahahaaa mereka tertawa


"wah oma salah, kirain oma ini bakpao, (mencium Pipi Nino) ayo masuk sayang, kalian pasti cape,


ayo masuk teh (pada Tina) bapak sopir juga, ayo kita ngopi sama sama


Tina mengangguk,


" wah bener mantep bu, kopi hitam ya (kata pa joko nawar)


"siap pak (jawab bi asih)


" tapi ini saya mau turunin barang dl, oleh oleh dari nyonya besar,


pak joko dan Tina menurunkan bebrapa parcel jumbo, ada kue buah dll, hanya satu tujuan sang momi, agar menantu nya tak terlalu lelah momi tau rena bisa buat kue.


tokk tokk tokkk (mengetuk pintu ga sabaran)


"siapa? (suara dari dalam)


tak ada jawaban ia langsung membuka pintu, seorang priA memakai masker dan topi berdiri di depan nya


" maaf mau cari siapa?


pria itu membuka masker nya, agar teman nya itu mengenali nya, seketika ia melotot hendak mengucapkan sebuah nama, namun pria itu menaruh telunjuk di bibir tanda jangan berisik,


"syuuuut jangan berisik an..

__ADS_1


ya dia Ferdi, menemui teman nya andi , Ferdi menerobos masuk, sebenarnya bukan nya ingin menolak, tapi andi tau siapa Ferdi kini, dia tak mau terlibat,


" gila lo fer, ngapain di sini?


"gw butuh bantuan lo an


" bantuan apa? (mereka berdua duduk)


Ferdi menceritakan kejadian awal, dan menceritakan maksud ia datang ke rumah teman nya ini,


andi dan Ferdi satu skolah saat SMA, namun pertemanan nya tetap berlanjut, walaupun menggeluti bidang masing masing


"lo gilaa, engga gw ga mau terlibat fer, gw denger siapa yang nikahin rena, dia bukan orang sembarangan"


"gw ga tau harus minta tolong ke siapa (Ferdi tertunduk) gw janji setelah gw bicara sama rena, gw akan nyerahin diri ke polisi an, gw cuma pengen minta maaf sama rena. gw merasa bersalah sama dia


" fer, lo jangan nyiksa diri lo sendiri, rena mungkin udah bahagia, sekarang lo mau bikin masalah ama suami nya, dia pasti ga akan tinggal diem"


"gw cuma mau ketemu rena an, walaupun mungkin yang terakhir, gw kangen dia, gw ga mau ada masalah, gw mau ngelurusin masalah ini, bagaimana pun gw merasa bersalah atas mamah nya"


andi tidak menjawab, ia pergi ke dapur, membuatkan minum untuk teman nya itu


"apa yang bisa gw bantu,? tanya andi, membuat senyum terbit di bibir Ferdi


mereka berdiskusi...


_rumah ****rena****_


rena beberapa x muntah, ia terlibat lemas, bibi pun memijat kepalanya menggunakan minyak angin,,


" ga biasa nya neng mabok perjalanan, apa lagi kurang sehat??


"sebenar nya dari kemarin rena ga enak badan bi, semalem ga bisa tidur muntah muntah juga, mual banget, baru kali ini ngerasain gini, apa masuk angin ya??


bibi merenung sejenak,


" udah dateng bulan belom?


"belom bi


bibi tersenyum,


" apa neng hamil??


"rena juga berfikir begitu bi, tadi rena ke apotik beli tes kehamilan"


"wahhh, bibi ikut seneng neng, semoga garis dua ya"


"amiiiiinnn bi (rena tersenyum bahagia)


" pak rey sudah di kasih tau??

__ADS_1


"belom bi, nanti aja kalo udah ada hasil, biar jadi kejutan..


" waaahhhh MasyaAllah, mamah pasti ikut seneng neng"


"iya bi, besok pagi kita ke makam ya"


"iya neng


berlanjut dengan bongkar parcel pemberian momi, banyak jenis kue tradisional, buah juga lengkap


" apa kita bikin sup buah aja bi, buat yg tahlil.


"ide bagus neng, buah banyak soal nya.. kue juga lengkap, alhamdulillah momi baik banget ya neng


" alhamdulillah bi momi ga membedakan anak dan menantu bi semua keluarganya baik


"alhamdulillah"


rena berniat membantu bibi memasak menu untuk makan siang, namun entah bagaimana badan nya begitu lemas


meringkuk di sofa tempat favorit nya dan tertidur,


Malaysia,


"brengsek" frans meninju tembok di belakang nya, dia terkenal dengan tempramental orang nya, rey mengetuk ngetik kepala nya ke kepalan tangan yang bertumpu di lutut,


"gw bilang apa, abisin aja mereka itu dari dulu, lo terlalu lembek rey, prinsip dong, liat sekarang dia ngacak ngacak sistem kita


menyandarkan kepala nya di sandaran sofa, rey mendesah, ia lelah, kurang cukup tidur, dan yang pasti merindukan rumah,


" sekarang harus gimana? "


"serahin ama gw, lu diem aja (frans berlalu entah apa yang akan ia buat)


rey dan frans memang sudah lama dekat, ayah frans adalah salah satu orang kepercayaan papi rey dulu, di luar kantor, tidak ada protokol untuk nya, tidak ada tuan atau pun bos. berbeda dengan anto dia konsisten, tapi kinerja mereka semua sama patut di apresiasi, kesetiaan mereka pada rey sangat melekat


pukul 03.00 dini hari waktu Malaysia, seorang ITU menemukan sekelumit permasalahan yang terjadi, mereka memperdalam, mengorek apa yang membuat sistem mati, tida bisa di akses, program yang rey terapkan di kantor lumpuh dua hari ini, entah berapa kerugian yang rey Terima.


menemukan sumber permasalahan,


sistem di pulihkan kembali, walaupun memerlukan waktu yang tidak sebentar,


sang IT pun kebingungan, bagaimana lawan bisa mengakses, menembus, bahkan mengacak acak sistem yang dia buat,


pasti nya mereka bukan orang orang biasa,


titik permasalahan di temukan, kini beberapa IT mencari sumber lokasi si biang kerok,


terpantau titik pusat lokasi jaringan si biang kerok, di JOHOR BAHRU rey mengerut kan alis nya, dia tau siapa orang di balik ini, mengepalkan tangan rey menahan gejolak nya,


paman nya yang bernama mochammad husein, adalah biang kerok nya, rey tidak menduga, bermotif dendam lama dari dulu saat papi menjabat sebagai presdir, konflik dengan nya sudah ada, tentang harta, husain anak dari selir sang kakek, namun putra sah satu satu nya hanya Bagaskara papi nya rey.

__ADS_1


biarlah, biar frans yang menyelesaikan nya bagaimana pun cara nya, frans tahu betul, bagaimana konflik ini bermula, tentu dari sang ayah, konflik turun temurun....


__ADS_2