Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
malam yang manis


__ADS_3

"Nino ayo kita pulang, aku kedinginan"


July masih mengatur nafasnya, kelitikan Nino di kaki nya membuat ia lemas.


"apa kita cari toko baju buat kamu ganti? “


July menggeleng,


"pulang saja" pinta nya,


Nino menginjak gas sedikit dalam,


meng hindari jalan yang macet mereka dengan cepat sampai apartemen,


July bergegas ke kamar nya,


"bilas air hangat ya.. " ucap Nino, July mengangguk ia tersenyum.


Nino pergi ke dapur, mencari sesuatu di kulkas ia akan membuat minuman hangat untuk July, mereka bahkan belum makan di resto, Nino menggunakan jasa pesan antar membeli makanan..


menemukan susu coklat, Nino menyeduh nya, memberikan setengah gelas air panas, Nino mencampur nya dengan air dingin agar bisa langsung July minum,


Nino membawa nya ke meja menyalakan TV agar suasana tidak begitu sepi,


July datang, ia sudah berganti pakaian dan masih ada handuk di kepala nya,


July tersenyum canggung melihat Nino menatap nya, Nino baru kali ini melihat July tanpa makeup, ia benar benar cantik,


"maaf rambut ku masih basah"


"kemari lah, aku buat susu hangat buat kamu"


July mendekat, duduk di sofa di sebelah Nino, ia menerima gelas nya,


seketika tubuh nya menghangat, kedua tangan nya menggenggam gelas, mengalirkan kehangatan..


"aku minum ya..? “


Nino mengangguk,


"tentu saja di minum, memang aku membuatkan nya untuk di minum" ucap Nino membuat July tertawa,


"iya kamu benar" ucap July


July melirik beberapa kali pada Nino, entah mengapa Nino menatap nya terus,


July meminum nya habis setengah gelas,


"enak??? " tanya Nino


"passs, terimakasih ya"


Nino menarik tangan nya, membawa July untuk ia peluk, July menyukai nya, mencium parfum Nino dan bersandar di dada nya,


Nino menempelkan dagu nya di kening July tangan nya mengusap punggung calon istri nya itu, Nino menyayangi nya sungguh,


"kenapa di sini nyaman sekali?? “ ucap July


"nanti kamu boleh sepuas nya berada di sini" jawab Nino,


July melingkarkan tangan nya di pinggang Nino, mereka bersandar di sofa,


keduanya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing masing, hingga seseorang memencet bel apartemen July,


"siapa yang datang ya? " July bertanya


"mungkin abang kurir, aku pesan makanan, kita belum makan kan?? “,


iya benar, mereka belum makan, tapi si abang mengganggu saja, padahal July benar benar sedang merasa nyaman, kan kalau tiba tiba ia minta peluk lagi gengsi nanti...


Nino datang, membawa makanan pesanan nya, ia langsung ke dapur hendak memindahkan makanan ke piring, July merasa tidak enak, ia mengikuti Nino ke dapur,


"sini aku yang tuang, kamu beli apa? “ tanya July


Nino tidak menjawab, ia malah memeluk July dari belakang,


" Nino.. "


" sebentar saja... " ucap nya. July terdiam, tangan nya bertumpu di meja, menahan tubuh mereka agar tidak ambruk,


"Nino... "


"hmmm..? "

__ADS_1


"jangan begini, jantung ku mau copot" ucap July Nino tertawa, ia melepaskan wanita nya itu, lalu membantu July menyiapkan makanan di piring,


mereka duduk berhadapan di atas karpet bulu lembut, "ingat waktu pertama kita ketemu? “ ucap Nino, July tertawa,


" tentu, aku ga akan lupa sama pertemuan pertama kita" kata July


"ayo kita makan... "


***


"mereka akan menikah tuan"


Hans menyunggingkan senyuman, dia baru dua hari keluar dari penjara,


"kapan? “ tanya nya dingin


" belum di tetapkan tuan"


"pantau terus. aku mau informasi yang akurat, akan aku kirimkan hadiah pernikahan untuk mereka"


"baik.. "


July membereskan piring mereka,


Nino sedang dalam panggilan telpon, entah kenapa dia sedikit menjauh dan berbicara pelan,


"nak, kamu bersama July? “tanya Al pada Nino


"iya pah, kita di apartemen, ada apa? “


" Nino denger papah, Hans keluar dari penjara orang tua nya mengeluarkan nya, jadi bisa kah malam ini kamu temani July di sana,


papah menerima box berisi foto foto July, setengah bagian nya terbakar,


papah curiga itu dari hans.. "


Nino melirik July yang sedang mencuci piring,


"jadi Nino harus nginep di sini? “


"ya nak, apa bisa? "


"oke pah, "


"baiklah" Nino memberi pesan pada ayah nya,


Rey sudah tau tentang Hans, ia memberikan ijin nya untuk Nino tinggal di sana..


"bila perlu om Edo di sini juga yah" Nino mengirimkan pesan


"apa kamu takut dokter? “ Rey malah meledek putra nya


_ aku lebih takut hilang kendali pada July di bandingan pada Hans ayah _ Nino bergumam dalam hati nya


" aku takut ada gosip ayah.. " Nino membalas, rey tersenyum di tempat nya, ia menemani Rena menonton TV


"ayah jamin tidak, selama kamu tidak macam macam"


"baiklah, terimakasih yah"


"sama sama dokter"


Nino tersenyum, ia menyimpan HP di atas meja, July selesai dengan urusan piring nya,


"aku boleh tidur di sini malam ini.? "


dahi July mengkerut,


"kenapa nginep? “ July melirik jam dinding nya, ini baru jam 9 malam Nino padahal bisa pulang,


" kamu ga denger tadi ada petir?? aku takut kamu ketakutan " ucap Nino berbohong


"aku ga denger.. "


Nino mendekat, ia senang melihat rambut July yang belum kering sempurna dan acak acakan,


ia menatap July


_ bagaimana tidak Hans selalu mengincar mu? kamu sangat cantik walaupun tanpa makeup begini_


"apa ada sesuatu di wajah ku? “ Tanya July penasaran,


Nino menggeleng,

__ADS_1


"kamu cantik"


Nino mengajak July untuk duduk,


"apa kamu banyak pekerjaan? “ tanya Nino,


" sedikit, papah meminta ku mencari tempat, ia ingin membuka cabang di sini, biar aku sama team bisa bekerja dengan nyaman"


"apa kamu akan tetap bekerja setelah menikah? “


July terlihat berpikir


" kalo kamu mengijinkan aku bekerja, aku akan kerja, tapi kalo engga, apa boleh buat kan??? “


"aku akan mempercepat pernikahan kita, aku nyaman hidup begini, makan berdua, pergi, pulang ke rumah, apa kamu suka?? “


" aku suka Nino, kita jadi bisa lebih dekat"


"dekat bagaimana? “


" hmm?? dekat maksud nya lebih sering ketemu"


Nino tersenyum,


"tidurlah, sudah malam.. " Nino mengusap rambut July yang sudah kering,


"ada baju papah di sini, kamu ganti ya? "


"ga usah ini aja... "


July bangkit dari duduk nya,


"emh... aku bawa bantal dulu, kamu suka tidur pake guling?? “


Nino tertawa kecil,


July memperhatikan hal sekecil itu,


" soal nya aku ga bisa tidur kalo ga pake guling " kata July lagi,


"aku juga sih, tapi kalo ga ada ya ga apa apa" jawab Nino..


"tunggu sebentar"


July pergi ke kamar nya,


lalu keluar dengan bantal dan selimut, Nino merebahkan tubuh nya di sofa yang cukup besar untuk ia tiduri,


July masuk lagi ke kamar nya, ia terlihat sibuk, membawa boneka teddy bear besar seukuran nya,


Nino tertawa, ia ingat boneka nya di rumah yang dulu bunda nya belikan..


"untuk apa ini? “ tanya Nino


"anggap saja ini aku oke" July tersenyum pada Nino, Nino mengangguk.


melebarkan selimut, July menyelimuti calon suami nya,


"mana ucapan selamat malam nya? " tanya Nino


July terlihat bingung,


"ucapan?? "


"hmmm.. "


"selamat tidur dokter, semoga mimpi indah" July mendekat, ia mengecup pipi kiri Nino, Nino jelas senang, ini pertama kali nya July mencium nya.


Nino menarik tangan nya, hingga July terjatuh di atas nya


"Nino.... "


"maaf sayang.. " ucap Nino,


Nino mencium bibir nya, bermain di sana, entah mengapa July sulit menolak, ia malah menikmati nya...


author


"hayooo Nino nakal... bilangin ayah Rey nih 🤭🤭🤭🤭"


Nino


"biarin biar cepet di nikahin"

__ADS_1


jiah.... 😂😂😂 kaboooorrrrr


__ADS_2