
Jari tangan nya saling bertaut, sesekali pandangan nya bertemu dengan mata sang momi, putri ingin sekali memeluk momi nya itu, ia merasa bersalah karna momi sampai sakit karna kejadian ini, dia drop
menarik nafas dalam, putri menghembus kan nya perlahan,
"mih, maaf... " putri menunduk..
"untuk apa minta maaf" jawab momi dingin
"bukan kah memang keinginan kamu tidak mau momi atur, sekarang rasakan, Edo lengah saja kamu bisa di culik, dimana Yuda yang kamu bangga kan"
putri melipat bibir nya,
"Yuda juga bantu cari putri ko mih"
momi mendelik,
"emang momi ga tau, frans udah cerita semua"
"iya mih, Yuda memang ga ada apa apa nya, momi benar, putri minta maaf untuk itu"
putri bangkit dari duduk nya,.
"maaf buat momi jadi sakit, putri ke kamar dulu mih"
momi tidak menjawab,
putri pergi begitu saja, mata nya sudah di penuhi cairan bening yang siap meluncur
"dek... " rena melihat adik nya keluar dari kamar momi, putri tersenyum..
"putri ke kamar dulu ya ka"
rena mengangguk, dia tau adik nya menangis.
"bunda, ayah sakit"
Nino datang, berlari menghampiri rena
"ayah saki?? "
"kepala nya sakit bunda"
sakit kepala? barusan ga apa apa. rena bergumam di dalam hati nya,
rena berjongkok,
"Nino sayang temenin ayah dulu ya, bunda mau ambil obat"
"oke" Nino mengangkat jempol tangan nya, rena tertawa,
"anak sholeh"
rena khawatir, rey jarang mengeluh sakit, apa betul ia sakit, tapi rena masih marah,
rena menuang air hangat,
"non lagi apa? " tanya bi asih
"rey sakit kepala bi, apa obat yang biasa di minum? "
bi asih terlihat berpikir,
"den rey ga biasa nya sakit kepala, bibi ha punya stok obat dari dr, dona"
"ya udah ga apa apa, biar rena coba pijitin aja pake minyak angin bi"
"kalo perlu ke apotik, nyuruh aja ya non"
"siap bi, rena ke kamar dulu ya"
"baik non"
rena langsung ke kamar nya, ia tersenyum, melihat pemandangan di tempat tidur,
rey tertidur di pangkuan Nino, Nino mengusap usap rambut ayah nya..
"uuuhhh romantis sekali, moment ini sangat jarang" pikir rena,
"bunda.... " Nino merengek
__ADS_1
"iya jagoan" rena menyimpan gelas nya di meja
"kaki nino kesemutan" sambil manyun, rey tidak terusik oleh omelan putra nya
rena tertawa, ia mendekat, mengusap lengan suami nya
"yah... " rey tidak bereaksi
"ayah... "
"hmmmm" rey membuka mata nya, melihat istri nya di sana ia tersenyum, rey malah menarik pelan tangan rena untuk ikut berbaring,
"ayah"
"sini peluk"
"ey, kasian Nino kaki nya kesemutan "
rey sontak mengangkat kepala nya, ia terbangun pelan, putra nya sudah manyun,
"sayang maaf, ayah lupa malah ketiduran"
wajah Nino sudah memerah, ia hendak menangis,
"mana yang sakit" rey menyentuh kaki putra nya
"jangan sakit, bunda huaaaa" saking kesemutan nya, Nino sampai menangis, tangan nya terangkat meminta bunda nya untuk peluk,
rena memeluk nya, ia tersenyum,
"tahan jagoan, sebentar lagi hilang kesemutan nya" Nino menelusup kan wajah ke dada bunda nya, rey mendekat,
"maafin ayah ya boy, nanti ayah beliin eskrim"
Nino langsung menoleh pada ayah nya, mengusap air mata di pipi nya dengan lucu.
"3 eskrim nya ya yah"
rey tertawa,
"banyak sekali, nanti sakit perut"
"kan Nino satu, bunda 1, ayah 1“
"satu jadi empat" jawab Nino
"oma? " tanya rey lagi
"oma ga makan eskrim yah" jawab Nino lagi
"bi asih, ka tina, pa joko.. "
"jadi ( Nino menghitung tangan nya) jadi banyak yah"
rena tertawa, rey melirik istri nya, rena sudah tidak marah pikir nya,
"kalo adek bayi? x tanya rey lagi
" oiya, bunda mam eskrim nya dua dong" jawab Nino
"wah, bunda mauuuu" jawab rena senang
Nino mengelus perut bunda nya
"dede mau eskrim apa? "
rey terharu melihat itu, ia mengusap kepala jagoan nya,
"dede pengen magnum aja deh" jawab rena
"ko bunda tau, kan Nino ga denger ade nya jawab"
rena tertawa lagi, rey memeluk putra nya
"karna dede bayi ada di perut bunda, jadi bunda yang tau dede bayi mau apa sayang"
"oooohhhh" Nino mengangguk
rey mengangkat nya, mendudukan Nino dalam pangkuan,
__ADS_1
"Nino sayang sama dede bayi? "
"sayang... " jawab nya malu malu
"nanti ajakin maen dede nya" kata rey lagi
"nanti kaka ajakin maen bola"
"wah, kakak? " tanya rey seru
"iya, kata bunda Nino mau punya dede jadi di panggil kaka" rena mengangguk, ia membenarkan perkataan putra nya
"wah,, hebat kakak Nino, kalo di ajarin maen bola, bearti adek nya cowo dong? "
"iya dong, biar bisa maen bola" menjawab dengan memeragakan bentuk bola yang bulat,
"kalo dede bayi nya perempuan? " tanya rena
"nanti kaka pakein baju bola biar bisa main" jawab Nino lucu...
rey memeluk anak nya erat,
"kakak Nino pintar sekali, ayah sayang sama kakak, kakak juga nanti sayang sama dede ya" rey menciumi wajah putra nya,
"iya yah"
rey menatap mata istri nya, kedua matanya berkedip, ia sungguh bahagia dan bersyukur, Allah mengijinkan nya, memiliki putra se pintar Nino, dan istri se baik rena.
Nino lupa akan kesemutan nya,
"kaka mau main dino ya.. " kata Nino
"mau ayah bawa dino nya? "
"mau main di luar sama kak tina"
"baik lah pintar, hati hati ya... " mencium lagi puncak kepala putra nya, rey melepaskan pelukan nya, Nino turun dari tempat tidur.
"hati hati, pelan pelan jalan nya" rena merasakan ngeri, karna Nino berlari begitu saja ke luar kamar.
rey berbaring di pangkuan istri nya, melanjutkan kegiatan nya tadi bersama Nino.
memiringkan tubuh nya, wajah rey menghadap perut istri nya, ia memebelai nya, lalu tersenyum.
"dede lagi apa? “ rey menempelkan telinga nya, rena merasa geli
" apa?? nunggu ayah nengokin?? “
rena refleks melotot, rey menatap istri nya sambil tersenyum, melihat reaksi, sang istri
"hey tuan, ingat aku masih marah"
"yaaah, padahal dede pengen ketemu ayah"
rena mengangguk
"please" rey merengek
rena tertawa melihat wajah suami nya yang memelas'
"ya ya ya ya?? " tanya rey
"ga mau, aku masih kesel"
"hmm kalo gitu" rey menggelitik pinggang istri nya
"ayah, ampun, perut aku... "
rena tertawa, rey padahal pelan menggelitik nya,
"ya ya ya ya" tanya rey lagi.
"engga" jawab rena
baiklah, rey melakukan nya lagi, mereka tertawa, seketika hilang lah rasa skit kepala yang rey rasa tadi....
**
aduuu duuuhhh, romantis ya?
__ADS_1
maaf ya baru up lagi gais🤗🤗🤗
semoga terobati ya🥰🥰