
tahlil malam ke 2selesai, rumah sudah lenggang kembali
rey membawa tas laptop nya, rena bibi dam. mang agus sedang berada di ruang tamu,
"apa sudah mau berangkat pak? tanya bibi,
" iya bi, titip rena ya.
"iya pak, (tersenyum)
rey mengusap kepala sang istri
," jangan nakal oke" (rena merengut, udah kaya ke anak kecil aja di bilang jngan nakal)
" rey pamit bi, mang... assalamualaikum
" waalaikumsalam, hati hati di jalan rey (tambah mamang)
"insyallah mang..
rena mengantar rey ke luar, masuk ke dalam mobil rey menyalakan mesin, telunjuk nya mengarah ke rena yg berada di depan sama, ia minta sang istri mendekat,
pintu mobil terbuka rey duduk asal di pinggir menunggu rena datang
__ADS_1
" bekal aku mana?
" bekal apa? rena heran, apa ia menjanjikan bekal pada rey yang ia lupa?
rey menarik tangan rena, sehingga mereka berdekatan, "bekal untuk beberapa hari" ia mencium bibir rena, rey mengangkat tangan rena agar menyentuh tengkuk nya, mereka berciuman, tak lama rena melepaskan nya,
" a, takut ada orang lewat ga enak
" kita kan udah nikah, apa msalah nya,?
" ya tapi ga di luar juga kan,
" ayo kita ke dalem dulu (ajak rey hendak bangkit, melihat sang istri melotot rey tertawa)
"ahaahaaa, engga lah. bisa panjang urusan nya, (tambah rey) jangan lupa makan, istirahat yang cukup....
"kamu juga, hati hati di jalan, jangan lupa makan, langsung istirahat kalo sampai...
" baiklah, assalamualaikum
rena mendekat, di kecup nya pipi kanan sang suami walaupun ia gemetar melakukan itu, rey tersenyum senang, walau hanya itu yang rena lakukan..
"waalaikumsalam ( melambaikan tangan)
__ADS_1
_ Rena _
Mah, apa kah dia yang mamah ingin kan? mengingat mamah pernah bilang kalau dia lelaki baik, kenapa tuhan mempermainkan takdirku, ±2tahun bersama Ferdi, mungkin kah takdir membawaku pada rey, aku pergi, bertemu dengan nya, mengenal nya sebagai bos ku,
rena tidak membenci rey mah, ia sangat baik, perhatian, bertanggung jawab, mamah pasti menyaksikan di sana, bagaimana ia ikut terlibat di pemakaman mamah, ia turun ke liang Lahat, menyambut mamah yang mulai di turunkan, rena memperhatikan nya mah, namun semua terkalahkan oleh kesedihan rena,
biarlah, cukup rena yang tau perasaan rena sebenar nya, banyak yang ingin rena tanyakan pada ferdi, kenapa ia tega melakukan semua ini, apa salah rena???
namun sudah lah, akan rena kubur dalam dalam tentang nya yang tak menginginkan rena, rena janji mah, rena akan mencoba menjadi istri yang baik, rena akan memberikan perasaan rena pada rey yang mampu menerima rena apa ada nya, semoga allah melindungi kami, meridhoi pernikahan kami, rena hanya ingin hidup bahagia, dengan orang yang menyayangi rena.. bukan kah di cintai lebih bermakna dari pada mencintai.
rena mengusap foto mamah nya dalam figura cukup besar, mendekap nya dalam dada, berharap malam ini dapat bertemu dengan sang mama, walau hanya dalam mimpi, baru 3hari saja di tinggalkan, begitu banyak cerita yang ingin rena curahkan,
"rena kangen mah... (ia rapuh jika sendiri, rena tak mau terlihat sedih di hadapan orang, walaupun itu bibi, bahkan rey" di tengoknya sofa di ujung kamar, dua malam lalu rey slalu di sana, menemani rena, sekarang rena merasakan kekosongan, ia mengingat lagi, bagaimana rey memperlakukan nya, begitu terlihat kasih sayang nya,
rena membuka galeri hp nya, di sana ada foto rena dan keluarga rey saat mereka makan malam tempo hari, hadiah perpisahan rena, riba tiba rena teringat kado dari sang momi pada saat hari pernikahan nya, ia bangkit membuka lemari baju, masih terbungkus rapi kado itu, rena membuka nya hati hati, sebuah kalung dengan liontin yang sangat cantik, rena tersenyum, "mah, bukan kah ini kalung uang sangat cantik?" rena memakai nya, menatap diri nya dalam kaca, ia sangat beruntung mempunyai mamah mertua yang insyallah sangat baik, penyayang,.. semoga rena dapat bersatu dalam keluarga rey..
_ reynan _
marsya, maaf jika tempat mu di hati ku kini tlah terisi dengan wanita lain, ia sangat cantik seperti mu, semoga kamu ridho, melihat ku bersanding dengan nya, dengan anak kita..
Rena, maaf tidak memberimu kesempatan untuk memilih, entah apa yang harus aku rasakan, bahagia kah?? atau sedih kah?? aku memang mencintai mu sungguh, kamu pasti tau itu, kedatangan ku ke rumah mu untuk meyakinkan hati, bahwa aku bisa tanpa mu, namun takdir berkata lain, aku datang untuk jadi pengantin, aku bahagia jujur, namun bukan begini seharus nya jalab nya, harus nya hari itu kita bahagia, namun kita harus kehilangan mamah, mamah mertua ku yang belum sempat aku kenal lebih dalam, aku ingin bertanya, kenapa aku yang ia pinta untuk menjadi pasangan mu, apa kah mamah jatuh cinta padaku sebelum nya?
semoga langkah yang aku ambil ini tepat, aku bisa memenuhi janjiku pada mamah mu, kau wanita yang mampu merebut hatiku setelah lima tahun marsya meninggal kan ku, melihat mu bagai menemukan hatiku yang talah lama ikut terkubur, melihat mu bagai menemukan semangat hidup baru, walau penuh drama, aku sempat takut kehilangan mu waktu itu waktu kamu tertembak, aku takut, apa harus kehilangan lagi untuk ke dua kali nya, bahkan dengan mu aku belum mengenal, ternyata takdir berpihak padaku, kamu selamat.
__ADS_1
ingin rasa nya membawamu kabur sejauh mungkin, ketempat dimana tidak ada seseorang yang mampu menemukan mu, saat ferdi membawa mu pulang, menjauh kan mu dari ku, namun lagi lagi takdir berkata lain bukan, kini kamu jadi milik ku, akan ku gantikan hari bahagia kita suatu saat nanti, kau harus benar benar bahagia rena bersamaku, terlalu bodoh dia yang melepaskan mu begitu saja, takan ku biarkan kamu menangis, bahkan oleh diriku sendiri,
jadilah wanita ku, akan ku berikan semua dunia ku...