
curhat berlanjut
"saya banyak berhutang budi sama keluarga pak rey bu, saya sodara nya bi asih, ibu saya punya diabet sama lambung kronis, suatu hari ibu saya jatuh pingsan, harus d bawa ke RS, bi asih datang berkunjung, dan cerita sama nyonya, kita ga kenal, nyonya dan pak rey bukan siapa siapa saya, tapi mereka nolong saya, sampai ibu sekarang alhmdlh sudah stabil kondisi nya, biaya RS semua di tanggung pak rey, tina janji akan mencicil, makanya tina kerja di rumah, tapi waktu gajian, bukan di potong untuk cicilan, pak rey malah ngasih titipan buat obat ibu, selama 3tahun saya kerja, mereka memperlakukan kami dengan baik, tidak membeda bedakan, semua yang kerja di rumah punya cerita masing masing, semua di angkat dari ke baikan nyonya dan pak rey,
tina mengusap air mata nya, rena menepuk nepuk pundak sang pengasuh, rena tersenyum mendengar semua yang tina ucapkan
" ibu tau waktu salah satu pabrik pak rey kebakaran satu tahun lalu?
" pabrik? rey punya pabrik?? rena malah bertanya, sungguh ia tak tahu apa apa
"ada 4 yang saya tau bu, (rena melongo)
satu prodak susu formula, satu kesehatan kaya masker sama lain lain, makanan ringan sama apa ya satu lagi
" tina, yang aku tau rey hanya punya beberapa hotel dan resto, lalu bagaimana kejadian nya pabrik sampai bisa kebakaran?
" emh, hotel dan resto itu emang punya pak rey bu, kalo pabrik itu punya tuan besar, sekarang masih di kelola di bawah tangan pak rey,
entah bagaimana tina lupa kejadian nya, karna tina juga di ceritain bi asih, ada dua orang korban meninggal, awal nya keluarga menuntut pemilik karna katanya keteledoran mesin yg kurang baik masih d pakai, tapi setelah di usut dan bukti cctv keluarga korban malah malu, ternyata memang keteledoran korban yang membuat pabrik terbakar, pak rey malah ngasih uang pesangon, dan apa istilah uang kematian, gaji full satu tahun.
rena tak percaya, dia istri nya, dia malah yang tidak tau apa apa
"pak rey juga punya saham di RS, bukan cuma di Indonesia, di luar negri terutama Malaysia, karna tuan besar berasal dari negara sana"
rena memijat kening nya, memejamkan mata
"ibu ga apa apa?"
"aku sedikit emhhhhh, banyak sih bukan sedikit, ga nyangka apa yang kamu omongin, aku istri nya tina, malah aku yang ga tau apa apa, gimana rey berinteraksi sama orang orang, pake celana pendek rumahan, aku ga nyangka (rena mengingat kembali bagaimana rey di rumah nya saat itu, penuh kesederhanaan, makan ikan asin dan sayur asem buatan bibi, dia berbaur dengan mamang dan jemaah mesjid lain nya, dia terlihat biasa saja)
"pak rey sangat sederhana bu, kadang saking pengen berbaur sama masyarakat luar, pak rey sering keluar pake motor, pake celana pendek sendal murah, sampai debat sama nyonya,
ibu tau? , pengawal pengawal pak rey, adalah orang kepercayaan tuan besar dulu, mereka masih mengabdi karna kebaikan keluarga pak rey tak terhitung bu"
rena merenung, menatap sang suami dan jagoan nya yang sedang bermain bom bom car, mereka tampak bahagia, sungguh rena ga nyangka "rey, siapa sebenar nya kamu?" gumam rena dalam hati
rey menghampiri sang istri, meminum minuman yang rena pegang, padahal ia sudah punya milik nya sendiri, nino tertawa saat rena mencubit perut sang suami, dan rey menggaduh pura pura sakit,
"aduuuhh nino tolong ayah
" ayah nakal minum punya bunda (rey merengut, aduan nya tidak di hiraukan) , nino pengen naik kereta dino bunda, sama bunda ya.. "
"boleh sayang, tapi nino istirahat dulu ya, sebentar lagi azan ashar, kita shalat, makan, nino kan belum makan, baru main lagi okay??"
"okay bunda (mereka tos, rey minta izin sebentar untuk menjauh, karna ada seseorang berseragam hitam mendekat,
__ADS_1
rena mengajak tina dan seorang pengawal di belakang untuk makan mereka pergi ke resto, rey bergabung lagi,)
menatap majikan nya satu persatu tina terharu, betapa orang baik akan allah pasang kan dengan yang baik pula, bu rena menikah dengan pak rey, tanpa mengetahui berapa banyak harta kekayaan nya, apakah itu bukan ketulusan? jelas sangat tulus, di lihat dari penampilan, pak rey pasti mampu membelikan apa pun, namun bu rena sangatlah sederhana
rena menyuapi nino makan, karna nino ga mau di suapin kak tina, tina merasa tak enak hati, makan siang majikan nya jadi terganggu, namun tidak demikian, rey dengan telaten menyuapi rena, masyaallah, semoga mereka di berikan perlindungan oleh allah, sakinah mawaddah warahmah rumah tangga nya amiiiiinnn,
acara makan sudag selesai rena menepati janji nya pada nino untuk menaiki kreta dino, pemandangan ala ala film jurassic park sangat nyata, berbagai macam dinosaurus yang pernah ada berjejer di sana memanjakan mata pengunjung, berakhir dengan toko boneka menjual aneka bentuk dino, nino antusias membeli beberapa ukuran dan jenis dinosaurus.
hari semakin sore, sang jagoan belum lelah seperti nya, namun cuaca tiba tiba mendung, hujan akan turun , di tambah angin yang cukup kencang, kami bergegas pulang ke villa terdengar petir bergemuruh, dan hujan mulai turun perlahan
selesai shalat magrib ,
rey dan rena menikmati kopi pesananan ny dari kafe terdekat, nino seperti nya kelelahan hingga ia tertidur di sofa, susu yang masih setengah botol pun ia abaikan.
duduk di sofa yang terpisah rey sedang memainkan hp nya, rena.menonton tv
drama di mulai,. ala ala PDKt anak. muda baru ketemu
syuuut. (rey. memanggil rena)
rena menoleh,
rey mengedipkan mata menggoda
rena ber lagak ilfell pada rey,.
rena pun jahil, ia malah menunjukan jari nya yang terpasang cincin pada rey, menandakan bahwa dia sudah memiliki pasangan
rey tergelak, merasa ini adegan lucuu,
hp rena bergetar menunjukan pesan singkat WA,
"pak rey" i love you
"my wife" sorry I'm not
rey membuang nafas kasar, namun sambil tertawa,
"pak rey" it's ok, ( rey mengirim kan foto mereka bertiga rey, nino rena, ada banyak foto yang sengaja di ambil oleh fotografer, secara natural,. ada satu foto yang menurut rey patut untuk di posting ketika rena memasangkan sepatu nino yang copot, ada makna di dalam nya menurut rey, padahal mereka juga punya pengasuh
"thanks mom" caption yang rey beri di foto tersebut
rena menoleh,
rey memberi kecupan jarak jauh, rena hanya tersenyum
__ADS_1
"my wife" lov U too my husband
rey tersenyum, ia. mengulurkan tangan ny untuk rena raih,. meletakan hp ny rena mendekat
"apa kamu mau kencan dengan ku? tanya rey
" kencan?
"ayo kita kencan yang romantis (berbisik di telinga rena. rey mulai mengecup satu persatu sisi wajah sang istri namun nino terbangun,
" bundaaa
rena langsung menjauh dari rey, rey mendesah, tanpa menghiraukan nya rena pergi melihat nino
"iya sayang bunda di sini"
"sakit"
"apa yang sakit? rena panik
" kaki nino bunda
rena memeriksa kedua kaki nino, tpi tidak ada luka, apa mungkin nino cape jadi pegal kaki nya? fikir rena
"pegel maksud nya bukan?
" iya,. nada suara. nya sudah mau menangis
"ayo sayang kita ke kasur,. bunda pijit kaki nya, ya
rey datang. menggendong sang putra, dengan sigap rena membawa kayuputih,. mengoleskn nya perlahan di kaki mungil jagoan nya, rey melihat itu, hati nya sungguh menghangat,
rena memijat satu persatu kaki mungil nino, beralih ke perut dan dada, rena memijat nya dengan telaten
"apa nyaman?
" enak bunda.. (rena tersenyum, membalikan badan nino, rena mengusap punggung dan memijat nya perlahan, sungguh posisi yang sangat sempurna ya hmmmm
ta mau ketinggalan moment,
rey merekam semua adegan melalui kamera hp nya, melihat nya bagaimana rena menyayangi anak nya, di saat wanita lain mungkin mengicar harta nya dan akan mengabaikan nino,
kmera di arahkan pada wajah sang putra, ternyata saking enak nya nino tertidur, bahkan air liur mulai menetes
"waduh, jagoan ayah enak banget di pijitin bunda, udah ini giliran ayah ya bunda". ucap rey sambil merekam, mengarahkan hp pada rena, mengecup kening nya, rey menyudahi video tersebut
__ADS_1
"makasih sayang, kamu udah sayang sama nino"
"nino juga anak aku a, walau bukan lahir dari rahim ku" rena merapihkan pakaian nino,. menyelimuti nya, karna udara di puncak sangatlah dingin