Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 57


__ADS_3

Rey pergi ke kamar nya, ia dan rena akan ke RS cek up kandungan dan memeriksa kaki nya,


rey membuka pintu kamar, mata nya memindai ke adaan, ia melihat istri nya melamun, TV menyala tapi mata nya entah kemana, rena pun tidak menoleh saat rey membuka pintu,


"sayang"


rena terkejut, suami nya tiba tiba ada di belakang nya, mengusap rambut nya


"ihh kaget tau"


"lagian di panggil ga nyaut, aku masuk juga ga denger kan??


rena terdiam,


" ayo bersiap, kan mau nengokin dede"


"aku mau di rumah aja ah"


"lho, kita udah janji sama dokter"


"aku males" rena menurunkan sedikit tubuh nya, ia merosot di sofa,


rey tertawa, ia ikut duduk di sebelah istri nya, rey mengungkung rena,


"jadi kita akan menghabiskan waktu di kamar?? " tanya rey menggoda


rena menggeleng cepat,


"lalu.. "


"aku masih kepikiran yang tadi malam"


"apa yang kamu khawatirkan? "


"entah lah"


rey mendekatkan wajah nya


"aahhh aku belum mandi" rena protes


"biarkan saja"


rey menargetkan telinga istri nya


"ayah.... geli.. " rena bergeser sedikit


"ayo bersiap, aku punya kejutan... " rey berbisik rena merasakan hangat di telinga nya karna nafas rey di sana


"apa? " tanya rena pelan, ia enggan membalikan wajah nya, karna akan lain cerita nya jika ia menoleh,


"hmmm, bukan juga kejutan kalo di kasih tau"


"hmmmm... " jawab rena menahan geli di telinga nya


"mau aku mandiin?? "


rena refleks menoleh, hingga sesuatu yang ia takutkan terjadi juga.


rey mengecup bibir nya beberapa kali, sebenar nya ia enggan melepaskan, namun jika keterusan, surprise nya mungkin akan gagal,


rey tersenyum.,

__ADS_1


"mau pergi, atau mau main di kamar? “


rena menjauh kan wajah nya


" pergi saja" ia memaksakan tersenyum


"baik lah bumil, kalo mau pergi berarti kamu harus mandi"


"oke.." rena mendorong dada suami nya pelan, agar rey terbangun, ia buru buru pergi ke kamar mandi, rey tertawa melihat istri nya, rey semakin gemas saja pada rena, kehamilan nya ini membuat rena malas malasan, sering nya rena mandi karna bujukan suami nya, rena berdalih " ga akan kemana jadi tidak usah mandi😌"


**


rey menelpon seseorang, saat rena keluar dari ruang ganti, ia sudah benar benar siap,


rey melihat nya ia tersenyum, buru buru menyudahi obrolan nya..


"kamu cantik sekali"


menggenggam jari tangan istri nya,


"makasih ayah ganteng"


rey tersenyum. rena merapihkan kerah kaus yang rey pakai, ia tampak santai sekali hari ini,


"ayo, frans sudah siap di bawah"


"ayo.. "


mereka akhir nya pergi, rena menemani suami nya terlebih dulu memeriksa kaki nya, ia ingin dengar langsung apa yang dokter katakan,


tapi syukur lah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,, hanya rey akan sering merasa ngilu dan sakit ketika melakukan aktivitas berlebih. rena merasa lega mendengar itu..


"jadi sementara saya ga bisa gendong istri saya menuju ranjang dok?? " tanya rey tanpa canggung,


"hahaaa, ya kalau bisa jangan dulu, kan ga lucu kalo belum sampai ranjang kamu dan istri mu terjatuh"


dokter hasan malah menimpali,


"tuh kan, aku bilang ga usah khawatir sayang" ucap rey,


"apa aku salah khawatir?? "


"engga sayang, terimakasih" rey menggenggam lagi jari tangan istri nya,


kabar tentang tuan rey sangat bucin ternyata benar ada ny, rey beberapa kali datang hanya di temani frans assisten nya,


kini mereka menuju poli kandungan,


no urut rena telah tertinggal dua orang, ia harus tetap menunggu antrian lagi sampai waktu no nya di panggil,


"maaf ya kita jadi nunggu" kata rey


"ga masalah yah, kita punya banyak waktu" jawab rena, rey memeriksa waktu di HP nya, mereka di sana pasti merasa kesal menunggu rey dan rena,


setelah pasien keluar nama rena di panggil,


"maaf ya Sus saya terlambat"


"ga apa apa bu, maaf juga ibu jadi nunggu"


rena masuk ruang periksa mereka akan melakukan USG,.

__ADS_1


"hallo, apa kabar bunda.. " rena dengan dokter sarah berpelukan,


"saya sehat dok"


"tuan silahkan duduk" dr sarah menyapa rey,


"mari kita lakukan, Sus tolong di bantu"


rey manjur memegang tangan istri nya, rena akan berbaring di ranjang periksa. rena tersenyum


"makasih yah "


*aduh.. benar ini pak reynan? pemilik perusahaan suami ku bekerja, benar dia sangat tampan. dan ahhh perlakuan pada istri nya sungguh manis* suster bergumam sendiri ia jadi tidak berkonsentrasi..


"ibu maaf, saya buka baju nya ya"


"iya Sus"


suster menutup bagian bawah tubuh rena, itu semua tidak luput dari perhatian rey,


"ayah duduk aja" kata rena


rey menggeleng,


"aku ingin melihat anak ku dari sini, boleh kan dok? " tanya rey pada dokter sarah


"tentu boleh tuan, kita akan sekalian memeriksa jenis kelamin nya, ayo kita lihat"


suster meletakan gel bening di perut bawah rena, dokter acara mulai menggerakan alat di sana,


menekan sedikit perut rena


"usia nya 27 minggu tuan, hampir 7 bulan" dokter sarah tersenyum,


"lihat anak anda sangat aktif "


rey melihat anak nya di layar besar di depan nya, ia mengigit bibir nya, hati nya bergetar, rey menggenggam jari tangan rena,


rena melihat suami nya sangat antusias,


"dia sangat sehat, semua tampak normal..


mari kita lihat, apakah dia baby boy, apa baby girl"


rena menatap monitor rey melirik nya,


"kami deg degan?? " tanya rey pada rena,


rena tersenyum.


"iya yah.. "


"hmmm, seperti nya tuan Nino akan punya teman bermain" ucap dokter sarah


"apa baby boy? " tanya rey penasaran


"betul tuan" selamat bunda...


rey membawa jari tangan rena untuk dia kecup,


"doa Nino di kabul"

__ADS_1


rena tertawa lagi ia sungguh terharu, apa pun, laki laki atau perempuan sama saja asalkan anak mereka sehat, ia berjanji akan menjaga nya dengan baik..


__ADS_2