Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episod 25


__ADS_3

momi sudah ada di rumah sejak 30 menit yang lalu, ia melepas rindu dengan sang cucu, Nino menangis, merengek ingin bertemu ayah dan bunda nya,


momi menenangkan Nino, saat Edo memberi kabar tentang putri yang sudah kembali ke kampus..


"jadi dia ga kabur?? " (momi berbicara pada diri nya sendiri, menyampirkan senyum kecil, pikiran nya tentang yuda sedikit terbuka..)


"ya, bisa saja yuda membawa pergi putri, tapi itu ga dia lakukan, tapi aku harus tetap waspada bukan.. ga gampang percaya begitu aja"


***


rena selesai makan siang,


badan nya entah mengapa dari tadi terasa lemas.. nafsu makan nya pun menurun..


frans masuk ke ruangan,


"tuan, saya akan ke kantor polisi dulu sebentar, apa tuan keberatan?? "


"pergilah, selesaikan semua urusan nya frans... "


(jawab rey)


"baik tuan, saya permisi.. telpon saja kalo ada apa apa"


rey tersenyum, ia juga mengangguk..


rena mendekat pada suami nya,


"badan aku lemes bnget.. "


rey merentangkan tangan kiri nya.. membawa rena untuk ia peluk,


mencium kening sang istri,


"sayang, kamu demam?? " (rey cemas, suhu tubuh rena lebih hangat dari biasa nya)


"demam ya??, iya seperti nya aku kurang enak badan.., mata perih kalo kedip"


"aku panggil dokter ya.. "


rena mengangguk, tidak melepaskan pelukan di pinggang suami nya,


rey sedikit kesulitan, meraih tombol panggilan untuk perawat, kaki nya masih sakit untuk di gerakan,

__ADS_1


"sayang... ( memanggil istri nya)


" hmmmm"


rey tersenyum, mendengar jawaban malas dari istri nya..


"maaf sayang, bukan aku udah


ga cinta.. "


"apa?? (rena mengangkat sedikit kepala nya, agar bisa menatap suami nya)


rey tersenyum,


"lepas dulu peluk nya ya.. aq mau geser tekan tombol nya"


rena merenggut,


"ga mau... ( rena malah tambah mempererat pelukan nya)


nanti aja.. sebentar lagi juga jadwal dokter datang"


rey tertawa,


"kamu demam sayang, kasihan anak kita kalo kamu sakit"..


rena meringis, perutnya terasa sakit melilit,


" ssshhhh, yah... perut ku.. "


"kenapa? " rey panik..


"sakitt... " ( wajah rena terlihat sekali menahan sakit)


" sayang, geser dulu sebentar,.. "( rey berusaha menggapai tombol, menekan nya, memanggil perawat)


tak lama perawat datang dengan tergesa-gesa, rey tidak henti beberapa kali memencet tombol nya..


" Sus, perut istri saya sakit"


"saya akan semakin tuan" ( suster sigap, mengambil beberapa peralatan nya, datang juga seorang suster lagi)


"Sus, sakit banget, aku ga kuat" ( rena semakin meringis)

__ADS_1


"Tuan puan kami bawa ke bilik tindakan takut rahim bermasalah"


"ya suster"


rey bertambah panik,


"sayang, ikut suster ya.. aku nanti mengusulkan


rena hanya mengangguk, ia tidak tahan dengan rasa sakit nya, ia takut terjadi lagi keguguran..


rena di bawa ke IGD,


mendapat perawatan,


rey menelpon frans.. ia kesulitan ingin menunggu rena di sana...


rena mendapatkan penanganan, hasil lab akan keluar satu jam lagi, rena sudah tenang, syukurlah tidak terjadi apa apa dengan kandungan nya...


rey datang menggunakan kursi roda frans mendorong nya,


" bagaimana dok?? " (rey jelas cemas)


"Maaf tuan, nampaknya Miss keracunan makanan, kami masih menunggu keputusan makmal (laboratorium), " terang dokter


"keracunan??? mana bisa, rena hanya makan makanan dari rumah sakit ini" (rey emosi)


"Maaf tuan, kami sedang menyiasat mengenainya, saya minta maaf"


rey diam, dia mengingat ingat lagi,


rena makan siang tadi memesan makanan dari kantin rumah sakit,


"frans.. "


"iya tuan.. "


"tadi seorang perawat masuk mengantarkan makan siang rena, setelah itu dia keluar, tapi dia kembali lagi, ada yang tertinggal katanya, entah aku tidak terlalu memperhatikan nya lalu rena makan...


coba periksa CCTV, apa benar perawat yang sama yang masuk ke dua kali nya. aku curiga... "


frans sejenak berfikir, kondisi masalah mereka belum tuntas bisa saja seseorang mencelakai rena


"baik, tuan masuk lah ke ruang nona.. saya akan ke ruang CCTV"

__ADS_1


rey mengangguk,


ada amarah di hati nya.. jika benar ini terjadi, rey harus mengusut sampai ke akar nya.. istri dan calon anak nya jadi taruhan, mereka mengibarkan bendera perang lagi...


__ADS_2