
Rena masih bingung kenapa rey menggenggam tangan nya lebih erat dari biasa nya,
"ayah, kenapa sih? “
rey menoleh, ia seperti melihat keadaan sekitar,
" itu tmen aku alif, dia baru pulang dari Singapura, dia aga centil, dari tadi dia nanyain kamu terus"
rena menahan tawa dengan tangan nya,
"ayah cemburu ya... "
rey diam,.
"masa iya engga sayang, ayah cemburu lah"
rena terharu, ia memeluk suami nya..
"ya udah kalo gitu, aku pulang ya.. " ucap rena
"hati hati ya.. udah makan ayah langsung ke kantor lagi ko"
"awas kalo ketularan centil" ucap rena sambil tersenyum.
"idih, engga lah... " kata rey mendelik..
"pak.. hati hati ya.. " tambah rey pada pak joko, rey mencium istri dan putra nya
rena dan Nino pulang..
rey kembali ke restoran setelah memastikan mobil rena tak terlihat dari pandangan nya.
Alif tersenyum, namun rey membalas nya dengan cemberut, makanan pesanan mereka sudah siap di meja, Al hendak mengatakan sesuatu, namun rey langsung memotong nya
"jangan tanyakan soal istri ku lagi,. kalau tidak kamu akan aku denda membiayai hidup ku selama se bulan" ucap rey menunjuk alif
"ahahaha, se tahun pun aku mampu tuan"
"awas saja, ayo aku lapar"
Al mengangguk,
mereka makan, wajah Al berubah serius, ia seperti akan mengatakan sesuatu,
"katakan, asal jangan tentang istri ku" rey menebak raut wajah teman nya
"dari mana kamu tau aku akan mengatakan sesuatu? " tanya Al
"wajah mu mengatakan nya"
Al lagi lagi tertawa,
"rey.. " panggil Al
yang di panggil hanya melirikan mata nya, tangan rey masih terangkat, memasukan makanan ke mulut nya,
"kamu bisa bantu aku cari seseorang? “
rey ikut serius, melihat wajah teman nya, me letakan sendok nya, rey menyeruput minuman nya,
" asal orang itu belum mati, mungkin saja bisa"
"itu masalah nya aku kehilangan jejak sudah se tahun"
rey diam,
"siapa? " tanya nya
"mantan istri ku, dia memblokir semua akses, aku kehilangan nya"
"apa kau berniat rujuk? "
Al nyengir seketika
"dia mengkhianati ku, mana mungin aku akan rujuk"
"lalu, kamu mencari nya"
__ADS_1
"aku rindu anak ku rey, dia hanya memberikan foto saja, menelpon anak ku pun bahkan tidak boleh"
"semoga frans bisa bantu " ucap rey
Al mengangguk,
"terimakasih rey, dari dulu kamu selalu tolong aku"
"itu guna nya teman bukan? “ tanya rey,
" setuju, emh ngomong ngomong, apa yang rena suka? "
"kau cari mati"
"hey tenang, aku hanya akan memberi nya hadiah pernikahan kalian, aku tidak datang waktu itu"
"rena hanya menyukai ku"
Al terdiam, melipat bibir nya, ia menahan tawa, dan dia berhasil
"aku percaya rey " jawab nya menunduk, lalu memalingkan wajah nya
rey tetap memasang wajah waspada..
bagaimana pun Al lelaki, apa lagi bisa di bilang dia duda keren,
Rena dan Nino sampai rumah,
Nino langsung menghampiri rakha yang sedang bermain sepeda
"kha, aku punya mainan baru, ayo main"
rakha meninggalkan speda nya, ia menghampiri Nino
"waw, mainan apa kak Nino?"
"puzzel mini, ayo kita rakit, nanti jadi dino"
Nino menarik tangan rakha untuk masuk ke rumah, rena tersenyum, mereka seperti anak kembar,
"iya mih, Nino pengen main dulu" rena duduk lesu perut nya tambah membesar, membuat gerakan nya kurang aktif..
"istirahat lah, nanti sore momi mau bicara, tentang besok malam, ibu nya yuda mau datang"
"kenapa nanti sore mih, sekarang aja"
"kamu ga cape? “ tanya momi, rena tersenyum.
" kan cuma ngobrol, sambil duduk, mana ada cape"
"hmmm baiklah,
momi mau tanya, hidangan apa yang cocok buat besok, momi mau belanja"
rena terlihat berpikir,
dan pembicaraan mereka berlanjut,
**
momi mengajak ana ke mall, mereka akan berbelanja, putri pun akan datang menyusul,..
momi menyukai ana, dia terlihat sangat mandiri, momi sering memperhatikan nya, ia mencuci piring bekas makan nya sendiri,, sering kali bi asih menyuruh nya untuk tidak melakukan itu, namun ana malah melakukan pekerjaan yang lain,
momi juga senang pada rena,
walau dia yang membawa ana dan rakha ke rumah ini, ia tak terlalu memanjakan mereka, perlakuan rena pada anak anak semua sama..
Ana anak yang sangat sopan,
itu yang membuat momi menyukai nya, selama dua bulan ini, ana tidak pernah bilang menyukai apa apa, namun jika di beri ia juga tidak menolak,
seperti hari ini, momi membebaskan nya berbelanja, apa pun yang ia ingin kan
"maaf nyonya, memang ana sedang tidak ingin sesuatu, karna di rumah pun bunda rena sudah menyediakan semua nya'
momi mengelus rambut ana,
__ADS_1
" baik lah, kalo begitu saya punya permintaan" kata momi
"apa itu nyonya" wajah ana sudah terlihat khawatir,
momi tersnyum,
"kalo ana panggil bu rena bunda, ana panggil saya juga oma dong kaya Nino"
ana tersenyum manis, ia mengangguk,
"baik oma"
"anak pinter, ayo kita lanjut belanja nya"..
**
Rena tertidur di sofa, tangan kanan nya terkepal menopang dagu, TV di hadapan nya menyala,
rey mendekat ia baru pulang kerja, tidak mendapatkan istri nya di bawah menyambut nya, ternyata si nyonya muda di sini,
rey berjongkok memandang wajah teduh istri nya, memandang bibir rena yang sedikit manyun kalau tidur, rey mendekat, mengecup bibir istri nya,
rena sontak terperanjak, ia kaget sungguh
"astagfirullah"
rey menjauhkan wajah nya, ia tertawa,
rena memejamkan mata, lalu menutup mata nya dengan tangan, rena menangis..
"lho sayang ko nangis... maaf ya kaget ya?? “
rey menyentuh tangan rena, namun rena menggeleng, suara isak kan masih terdengar,
" bunda... maafin ayah"
rey duduk di lantai bersimpuh
"dede kaget ya... maaf ya.. " rey mengusap perut istri nya, lalu rena terdiam.. rey merasa bersalah,
"bunda.... " seperti Nino yang merajuk, rey wajah nya sungguh memelas.
rey menunggu istri nya, rena belum juga membuka tangan nya,
"sayang... " rey mencoba menyentuh lagi tangan istri nya, kini rena tidak menolak, tangan nya terbuka perlahan,
bukan wajah yang menyedihkan, rey malah melihat istri nya tersenyum
"baaa" rena tertawa, ia menjahili suami nya
sekarang rey yang cemberut,
ia benar benar sudah merasa bersalah sungguh,
"aku takut kamu kenapa kenapa sayang" wajah rey serius betul
"ayah juga sih, kenapa ngagetin bunda"
"abis kamu lucu, masa tidur cantik gitu"
rena tersenyum, pipi nya merona mendengar itu,
"gombal"
"mana ada" jawab rey, mencubit pipi istri nya, rey menyerang rena, rena sampai di posisi tidur di sofa dan rey di atas nya,
"ayah, sempit tau, perut aku.. " ucap rena
"sebentar saja, pengen peluk pengen cium"
rey memeluk istri nya, rena pun membiarkan suami nya melakukan apa yang ia ingin kan.
"bunda, sama ayah lagi ngapain"
rey sontak membuka mata nya, menjauhkan wajah nya dengan wajah rena, ia terperanjak,
rey lupa menutup pintu kamar nya tadi, dan begitu lah Nino melihat mereka di sofa..
__ADS_1