
Rey dan Alif memang berteman sejak lama, saat mereka kuliah, namun setelah menikah memang Alif banyak kesibukan mengurus bisnis nya di Singapura, rey tau Alif menikah dan punya anak, bahkan mereka bercerai,
namun siapa sangka, masalah keluarga nya membuat anak perempuan yang sangat cantik itu di pertemukan Allah dengan rena,
Alif terus memandangi putri nya, rey meminta ia menahan diri dulu, kebetulan keluarga Yuda sudah datang, mereka harus berbicara,
jamuan makan malam di mulai, Ana terlihat sangat dekat dengan rena dan putri, Rey memperkenalkan Ana sebagai anak nya,
jangan di tanya rakha dan Nino pergi kemana, mereka lebih senang bermain dan tidak mengetahui ini pertemuan penting,
Rena memilihkan lauk untuk Ana, Alif menundukan pandangan nya karna terharu,
"bunga, bagaimana bisa terjadi hal seperti ini, aku meminta anak ku, tapi kamu malah membuang nya, lihat Juli sangat cantik syukur nya dia bertemu orang yang tepat, jika tidak bagaimana nasib nya.. "
Alif terus melirik putri nya, itu tak luput dari pandangan rey, ia jadi tidak khawatir pada Alif, kemarin Alif menggoda rena terus, dan sekarang, rey melihat tatapan mata nya tak luput dari putri nya..
makan malam di lalui dengan saling memuji,
momi akhirnya luluh, ia berterimakasih, berdamai dengan Yuda, momi bahkan memberikan hadiah untuk calon besan nya itu.
Rena pamit pada rey, mereka akan menunggu di ruang TV saja, rey melanjutkan pembicaraan dengan keluarga Yuda,
tapi Alif di persilahkan untuk mendekati anak nya oleh rey,
diam diam, Alif meminta seseorang team rey untuk membeli eskrim yang banyak,
mantan istri nya pernah mengatakan bahwa Juli sangat menyukai eskrim dengan merk tertentu,
Rena memeluk ana, ia bersandar pada rena,
"bunda rena kapan melahirkan.. " tanya ana
"InsyaAllah, kalau prediksi dokter satu bulan lagi" rena tersenyum menatap ana,
namun Alif datang mendekati mereka.
"boleh saya gabung"
ana membetulkan duduk nya, rena juga
"silahkan pak" jawab rena, Alif duduk di sebrang sofa yang ana dan rena duduki, di tangan nya ada paperbag berukuran cukup besar, Alif mengeluarkan satu dulu isi nya, ana terperangah, ia terlihat tersenyum
"om beli eskrim banyak banget, ana mau?? β tanya Alif
__ADS_1
" mau om.. "
rena melirik nya, tidak biasa nya ana menerima langsung pemberian orang lain, bahkan rena sendiri pun kalau memberikan sesuatu dia sering menolak pada awal nya.
"kamu suka ini? " tanya Alif
"itu eskrim kesukaan ana om"
"wah kebetulan sekali, ayo kita makan"
ana bangkit, ia benar benar mendekat pada Alif, dan mengambil dia eskrim, dan memberikan satu untuk rena..
"owh, sayang terimakasih" rena menerima eskrim yang sudah ana kupas itu,
"buat dedek bayi bunda" kata ana,
"terimakasih kak ana, dede suka" jawab rena, membuat Alif tersenyum.
mereka makan eskrim bersama, Alif bertanya beberapa pertanyaan tentang ana, rena hanya menjawab sekena nya saja, karna rena baru mengenal Alif, walaupun ia teman dekat rey,.
rey mendekat, tangan nya melingkar di depan dada istri nya, rey memeluk rena dari balik sofa,
"apa sudah selesai? " rena mengusap lengan suami nya
rena mengangguk
"tapi sebenar nya, aku lebih ke cemburu, melihat kalian mengobrol" kata rey lagi
Alif tertawa, teman nya itu mulai lagi, padahal Alif tidak menggoda istri nya,
"siapa yang memberimu eskrim? bukan kah dokter bilang untuk mengurangi itu? "
rena seketika manyun,
"aku mau yah " jawab nya
"tapi jangan banyak banyak, berikan padaku" rey menarik tangan istri nya, ia memakan eskrim itu
"jangan semua sisakan buat dede bayi" kata rena tersenyum, namun matanya memelas
"hmmm, " rey mengangguk namun ia memakan eskrim itu lagi dan lagi, membuat rena benar benar merajuk,
"ayah... " bisik rena lemah
__ADS_1
rey tersenyum. ia sengaja melakukan itu, dokter sarah melarang rena mengkonsumsi eskrim berlebih, bayi mereka sudah dengan bobot yang pas jika rena terlalu banyak makan eskrim, di khawatirkan bayi akan tambah membesar di dalam perut,
"aku sisakan buat anak kita" ucap rey tanpa rasa bersalah
"ayah rey, om Alif punya banyak eskrim" ucap ana
"oya,? " rey melirik teman nya yang juga sedang memandang rey, Alif juga sedang memakan eskrim nya
"jadi kamu mencuri wanita wanika ku dengan eskrim? " ucap rey becanda.
"engga, siapa yang ga suka eskrim, iya kan nyonya? " tanya Al pada rena.
"betul pak Al" rena setuju
"dan juga, ini eskrim kesukaan mu kan nona cantik" ucap Al pada ana...
ana mengangguk beberapa kali sambil tersenyum, melihat itu rey pun tersenyum.
ya, jelas Alif tahu kesukaan anak nya,
malam semakin larut, keluarga Yuda pamit, rena rey dan Al ikut mengantarkan mereka pulang, anak anak sudah berada di kamar mereka,
"rey, aku sangat berterima kasih, setidak nya Allah menitipkan juliana pada orang yang tepat, aku akan mencari bunga, meminta penjelasan nya"
"berusaha lah, bagaimana pun ana kewajiban mu, tinggal aku yang berbicara pada rena tentang ini, semoga dia mengerti, rena sungguh ingin anak perempuan, tapi hasil USG kemarin memprediksi kan anak kami laki laki"
Al menunduk,
"entah apa yang ada di pikiran bunga, tapi jika dia tidak menyukai juliana karna aku, harus nya Juli saja kan yang ia tinggalkan, namun ini rakha pun ia tinggalkan "
rey mengangguk,
"aku akan bantu, akan aku kerahkan team ku untuk membantu mu"
"aku sangat berterima kasih rey, untuk sementara aku titipkan anak anak pada mu, maaf telah merepotkan" kata Al serius
"santai saja, kamu hanya harus mengganti semua biaya yang telah aku keluarkan " rey tertawa
"baiklah tuan, lakukan apa yang menurutmu benar"
Alif dan rey tertawa,
Al langsung pamit, ini sudah malam, rey pun harus istirahat
__ADS_1
siapa sangka, rasa rindu pada teman lama nya itu membawa nya ke titik permasalah hidup nya, misi nya kini tinggal mencari mantan istri nya yang begitu tega melakukan itu pada anak nya sendiri