Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
mulai posesif


__ADS_3

Rena memeluk Ana dengan hati hati, Rena menangis, antara sedih dan bahagia, July pun terisak, memeluk Rena sedikit nya mengurangi rasa rindu pada mamah nya.


"bunda senang sekali An, bunda takut.. "


"aku juga bunda, makasih udah sayang sama aku"


"kamu juga anak bunda sayang"


"Nino bagaimana kondisi Ana?, apa semua nya baik? “


" masih terus di pantau bunda, kita berdoa semoga ga ada apa apa yang mengganggu" ucap Nino


"InshaAllah ga ada apa apa, kamu sehat lagi, dan kumpul sama kita di rumah,


kalau nanti pulang, pulang nya ke rumah bunda dulu ya? “ Rena tersenyum mengatakan itu


" jangan dulu ke rumah baru, kalo Ana udah pulih betul, baru kalian boleh pindah" tambah Rena lagi


"jangan lah pindah, shanum senang rumah ramai" shanum merajuk, sudah banyak rencana di kepala nya melakukan kegiatan di rumah bersama kakak ipar nya.


July tersenyum.


"kapan aku bisa pulang dok? “ tanya nya pada Nino.


mereka tertawa mendengar July memanggil dokter pada suami nya


" kamu pasien paling special.. ga akan mudah keluar dari sini" kata Nino membelai kepala istri nya,


"hayo kak Ana, bagai burung dalam sangkar" shanum menggoda nya,


"untuk kebaikan" ucap Rena pada Ana


"iya bun, July pasti nurut sama Nino,.


dek, HP kakak ga ketemu ya?, apa nyelip di sofa waktu di hotel ya? “


shanum terdiam, ia melirik kakak nya,


_ jadi belom di kasih HP nya ama kak July? aku kita udah.. _ shanum menggerutu du hati nya.


" sayang, udah ketemu, ada di aku HP nya" kata Nino


"emang hilang? " tanya Rena


"iya bun, mana pas mau hari H, aku bingung padahal udah nyari beberapa kali"


"yang bersih bersih bersih di kamar nemuin HP kamu" Nino berkilah..


"syukurlah kalo udah ketemu" ucap July,.


suara ketukan pintu terdengar.


papah Al di sana. membawakan Buket bunga mawar putih yang begitu cantik..


"pah.. " July terharu, ia membentangkan kedua tangan nya, agar papah nya cepat memeluk..


"bunga cantik untuk putri papah yang hebat" Al memeluk nya,


"makasih pah. "


Rey yang datang dengan Al memberikan pelukan juga pada July, Nino belum mengijinkan selain keluarga menjenguk July, se posesif itu dia pada istri nya,


keluarga pun tidak mau berlama lama, July butuh pemulihan pasca oprasi agar ia betul betul sehat,


setelah semua nya pulang, Nino memberikan HP July, ia merasa lega menemukan HP nya. bukan karna soal Hans.. di sanalah semua laporan dan chat dengan para staff nya berada..


notifikasi bermunculan setelah July mengaktifkan HP nya, Nino geleng geleng kepala karna hal itu,


"waktu kamu hanya 15menit untuk balas semua chat nyonya, karna kamu harus cepat istirahat"


July tersenyum, ia menggelengkan kepala, menaruh HP yang baru ia aktifkan di atas meja sebelah nya,

__ADS_1


"kini prioritas ku kamu sayang" ucap July pada Nino, Nino jelas langsung tersenyum mendengar itu,


"MasyaAllah, istri siapa sih?? “


menghadiahi istri nya kecupan di kening, July mengalungkan tangan nya di leher Nino,


" kiss me pleaseee "


Nino terdiam.


"kiss aja ya, kamu masih sakit sayang"


"lha, emang aku minta kiss aja, emang yang sakit ga boleh dapet kiss? “ July tersenyum penuh arti


Nino juga, ia bahkan menundukkan kepala nya, merasa malu, bahwa isi kepala nya sudah travelling kemana mana,


July masih tersenyum menatap suami nya,


Nino mendekat, memberikn ciuman di bibir istri nya, namun seperti dalam pikiran nya, July menahan nya, tangan nya berada di tengkuk Nino bibir nya bergerak,


tangan Nino mulai membuka kancing baju pasien July satu persatu, ciuman masih berlanjut, Nino menurunkan sedikit baju di pundak sang istri,


July melepaskan ciuman, namun kening mereka masih bersatu, Nino berbisik, membuat July semakin lekat menutup mata nya karna merinding,


"pasien nakal,


ayo, waktu nya kamu ganti perban sayang.... " bisik Nino,


July seketika membuka mata nya, suami nya itu tertawa melihat wajah nya yang langsung berubah BT dan bibir nya manyun,


"peluru itu begitu dalam, kamu masih rentan sayang tulang punggung mu retak, kegiatan seperti itu melelahkan dan banyak mengeluarkan tenaga, badan kamu belum kuat, aku ga mau ada apa apa sama kamu"


July mengangguk, ia terdiam,


"aku juga mau, tapi harus kita tahan sampai kamu pulih dulu ya?? “


" iya.. " July seperti nya merajuk, ia sedikit kecewa dengan diri nya sendiri, karna keadaan nya, mereka tidak bisa menikmati masa masa awal pernikahan seperti yang ia bayangkan..


" engga Nino "


"mana senyum nya?" tanya Nino


July menggeleng " aku kecewa sama keadaan aku sendiri "


Nino tersenyum, ia mengerti sebagai seorang dokter, Nino tau mental istri nya sedang tidak baik baik saja


"semua nya musibah sayang.. ayo aku yang akan ganti perban kamu"


July mengangguk belum ada senyum di bibir nya,


membersihkan tubuh istri nya dengan lap handuk, Nino sekuat tenaga menahan hasrat nya, apa lagi ketika membersihkan di titik titik tertentu,


jelas berbeda, jika ia sering menangani pasien saat melahirkan, namun melihat tubuh bagian atas sang istri saja ia sudah berkeringat, padahal AC di ruangan ini cukup dingin..


July menggoda nya, Nino terlihat kaku sekali saat ini,


"Nino di sini rasa nya masih lengket" July menyentuh leher nya Nino sengaja berdiri di belakang nya agar pemandangan di depan tidak terlalu nampak,


"ini..? “ Nino mengelap lagi leher istri nya, July sengaja memiringkan leher nya agar Nino leluasa mengelap nya


_ ya Allah kuat kan iman ku _


Nino bergumam, hati dan tubuh nya berkata lain, Nino memberikan kecupan di sana, July benar benar terkejut, ia langsung memegangi leher nya


" dasar dokter nakal" July menggerutu,


" kamu juga pasien nakal, ayo pakai baju mu, sebelum aku kehilangan kendali"


July tertawa,


Nino sekarang sungguh sungguh mengganti perban nya,

__ADS_1


kini berganti di bagian bawah, Nino hendak membuka celana istri nya, namun July menahan nya


"apa kamu yakin? “ July ragu


" kamu meragukan ku?? “tanya Nino, July tersenyum sambil menggeleng


"aku percaya dokter" dia tersenyum mengejek.


celana benar benar terlepas,


Nino mengelap kaki July tapi suara pintu ruangan terdengar di ketuk..


Nino dengan sigap meraih selimut menutupi tubuh istri nya..


"tunggu di sebentar" ucap Nino,


July menatap suami nya, siapa gerangan yang datang,


Nino membuka pintu, Rakha dan Edward di sana tersenyum,


"assalamu'alaikum kak" ucap Rakha,


"waalaikumsalam, ayo masuk "


Nino melebarkan pintu untuk mereka masuk


"ko baru dateng sih? “ July merajuk, Rakha datang memeluk nya..


"maaf kak aku sama Edward sekarang gantiin tugas kakak buat kantor papah"


" oiya, makasih ya.." July tersenyum Edward pun datang hendak memeluk nya namun Nino mencegah nya..


"no kalian bukan muhrim, ed cium saja tangan kakak mu.. " ucap Nino


tangan Edward menggantung hendak memeluk July ia melirik kakak nya, July tertawa kecil, Edward menurunkan tangan nya, meminta tangan July untuk ia salami...


"nah begitu lebih baik" ucap Nino


_ ya Allah suami ku,, nge gemesin banget muka nya _ Rakha ikut tertawa, Edward pasrah saja..


"mulai sekarang kita punya standar kalo ketemu istri pak dokter" ucap nya pada Rakha, July dan Nino jelas mendengar nya,


Edward melihat Nino membawa tempat air yang jadi pusat perhatian nya, Nino membawa celana dan seperti nya itu milik July


"kamu ga pake celana kak? " dengan begitu saja Edward berkata, July terkejut, darimana dia tau. apa mungkin Edward melihat nya di bawah selimut ini,


"hayo kalian udah ngapain, kok kakak ga pake celana? " Rakha langsung menimpali


Nino yang mengerti pertanyaan Edward dan Rakha langsung menepis,


"hus, kalian datang kakak mu lagi ganti baju, aku lupa bawa baju ganti nya"


Edward dan Rakha melirik July dengan curiga, masalah nya mereka pengantin baru, apa benar hanya ganti baju??


"kenapa liatin kakak gitu? “ July menimpuk adik adik nya dengan bantal. seketika tawa mereka pecah


Nino meninggalkan mereka, ia membereskan meja nya, " sayang aku ke kamar mandi dulu " ucap Nino pada July,


" jangan banyak bergerak kamu ga pake celana" bisik Nino pada July, itu membuat Rakha dan Edward semakin curiga.


berdalih memberikan buah segar siap makan, Rakha mendekati July, duduk di samping nya,


"apa kakak tau kabar Hans?? " bisik Rakha pada July


July menggeleng,


"Nino belum cerita apa apa"


"nanti aku kirimkan video nya pada kakak"


July tambah penasaran, kenapa tidak bicara langsung saja adik nya itu

__ADS_1


__ADS_2