Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
teror


__ADS_3

menikmati suasana sore di kota London, Nino memelankan laju mobil nya, besok ia libur entah apa yang akan ia lakukan...


sekitar 1 minggu lagi ia di sini, Nino akan melanjutkan tugas nya untuk mengabdi di RS RS milik ayah nya di Indonesia,


Nino berniat pergi ke swalayan karna bahan makanan sudah kosong di kulkas,


selain menjadi dokter yang tampan, Nino juga jago masak, ia lebih memilih memasak di rumah dari pada makan makanan siap saji, itu kebiasaan yang bunda nya berikan, sampai saat ini ia lakukan,


dan ia sangat rindu masakan bundanya.


sebuah mobil hitam memotong jalur sekitar 3-4 meter di depan Nino, Nino menginjak rem sedikit dalam, memberhentikan mobil nya.


dua orang berbadan tegap keluar dari mobil menghampiri mobil nya, mereka tinggi tinggi dan menyeramkan.


dorrr dorr doorrrr.


lelaki yang memakai topi menggedor kaca mobil Nino, Nino menurunkan nya pelan


"ada apa tuan? “


" turun lah, kita ada urusan"


Nino sempat ragu, tapi ia tidak takut karna tidak merasa memiliki salah apa pun,


Nino membuka pintu dan keluar, berhadapan dengan dua orang yang tinggi nya melebihi tinggi badan nya,


ia sempat menoleh, ternyata di belakang mobil Nino juga ada satu mobil lagi berjaga.


"siapa kamu? “ tanya lelaki itu


" aku? kalian yang datang menemui ku, harus nya aku yang tanya siapa kalian? “


"jangan macam macam" si lelaki menodongkan pistol ke perut Nino


"kamu menolong July dan mengenalinya, siapa kamu? apa kekasih nya? “


Nino mengerti, dan mengingat, dua mobil ini seperti nya yang mengejar mobil July tadi pagi.


" ya aku mengenal nya, ada apa? " jawab Nino tegas ia sama sekali tidak takut dengan pistol yang menempel di perut nya.


"siapa pun yang menghalangi jalan kami, bersiap lah untuk di singkirkan"


Nino tersenyum, dia tidak suka di gertak.


"sudah sewajarnya nya manusia saling tolong menolong bukan? walaupun tidak saling mengenal, lalu apa salah nya aku menolong July?“


"jangan banyak bicara, kamu juga akan kami awasi"


"aku tidak takut, aku tidak merasa punya masalah dengan kalian"


lelaki itu berlalu begitu saja meninggalkan Nino dengan sedikit dongkol, orang yang di ancam malah tidak takut.


Nino masuk lagi ke mobil nya, terdiam memerapa waktu,


"siapa si cenayang itu? seperti nya dia punya musuh"


Nino merasa situasi tidak aman untuk July, tapi apa yang harus dia lakukan? lagian July bukan lah siapa siapa, mereka hanya sebatas kenal..


dengan penuh pertanyaan,


Nino melanjutkan lagi perjalanan nya menuju apartemen,


ia akan membereskan laporan nya di rumah melalui laptop.

__ADS_1


menyiapkan orange juice, dan cake untuk menemani laporan nya malam ini, Nino telah siap, beberapa berkas harus ia selesaikan sebelum resign,


drrrrrt.... drrrrtt....


HP nya bergetar, Nino melirik nya


nama "cenayang" terlihat di sana, Nino sempat ragu haruskah ia mengangkat nya?


panggilan itu telah berlalu,


dan Nino berniat kembali ke laporan nya ketika HP itu bergetar lagi


"Hallo"


"hallo sayang"


Nino mengernyitkan kening nya, menjauhkan HP dari telinga, memeriksa apa benar itu panggilan dari July, tapi kenapa suara itu suara lelaki..


"July?? "


"hallo sayang... bisa kah kamu menolong ku?? aku di culik, hahahaaa"


"hey jangan becanda..


rakha apa itu kamu??"


"ya, July bersama rakha, tapi sayang mereka sudah tidak bersama" kata si penelpon


"siapa kamu??? “ Nino langsung berdiri, ia mulai tak enak hati " apa yang kamu mau? aku tidak terlalu mengenal July, terserah kalian mau melakukan apa, aku tidak terlibat"


"oya?, mari kita lihat pak dokter"


telpon terputus begitu saja


"hallo.. "


Nino terkejut ketika HP nya kembali berdering, namun itu dari mike, si Ferguso


"haloo"


"Nino, teman mu sedang di sandra di ruang perawatan nya, seseorang terluka, mereka mengancam dokter jaga dan perawat"


"apa? lalu apa yang harus aku lakukan?? "


"entah lah, kemari lah dulu"


tanpa basa basi Nino meluncur cepat ke RS,


ia sebenar nya tidak tau harus apa. namun ke sana saja lah dulu seperti yang mike bilang.


berlari menuju ruang perawatan July, suasana dari lorong sudah mencekam, seseorang menyambut kedatangan Nino,


"tuan kami menunggu di dalam dokter" katanya mempersilahkan Nino berjalan menuju kamar,


dua orang berbadan tegap berjaga di depan pintu.


mereka menyandera seorang perawat, agar pihak RS tidak ada yang menelpon pihak ke polisian


salah satu dari mereka adalah lelaki yang memakai topi, lelaki yang tadi menodongkan pistol di jalan pada Nino.


"lo ga tau aja, gw punya orang yg paling serem di indo dari pada lo, muka lo ga ngaruh buat gw" gumam Nino meledek pria bertopi itu.


tenang, Nino harus tenang, mereka punya senjata yang se waktu waktu bisa mereka gunakan,

__ADS_1


si lelaki bertopi begitu saja membuka pintu kamar, Nino tau apa arti nya, ia ingin Nino masuk,


Nino berjalan pelan, ia sangat hati hati,


hatinya langsung tak karuan melihat rakha tergeletak di lantai,


sedangkan July terduduk di ranjang nya dengan todongan pistol di kepala, namun wajah nya terlihat santai, dengan kedua tangan terlipat di depan dada,


"aku yakin kamu akan datang dokter" si lelaki penodong itu berkata.


Nino menarik nafas dalam, July menatap nya,


"oke, kamu mau mengatakan sesuatu pada ku? " tanya Nino baik baik, "ada apa? seperti nya kamu yang menelpon tadi? “ mencoba santai, Nino duduk di sofa, kedua sikut nya bertumpu di kedua paha, Nino siap mendengarkan.


" lihat July, pacar mu sangat gentleman "


ucap lelaki yang di samping July.


"dokter, tolong katakan pada kekasih mu yang keras kepala ini,


dia harus membatalkan tender yang baru saja ia menangkan, jika tidak, kalian akan aku kirim untuk pindah dunia"


Nino melirik July, mata July memancarkan ketakutan mendengar itu, ia tau, saingan nya ini si Bernard tidak main main.


"jangan libatkan dia, dia tidak tau apa apa" ucap July pelan..


"ya, dia tidak tau karna dia bukan pebisnis seperti kita, kamu salah langkah sayang, aku bukan lawan yang bisa kamu singkirkan begitu saja" ucap lelaki itu pada July


Nino memang tidak tau soal bisnis..


tapi ia mengerti, karna ayah nya sering memberi ilmu, dan kejadian ini sering sekali terjadi,


"aku tidak suka berlama lama, cepat tandatangani surat pembatalan itu, jika tidak, pak dokter akan seperti adik mu.. "


July menggeleng,


ia tidak rela siapa pun celaka, ini tender triliunan jika di rupiah kan, dan tentu tidak mudah untuk di menangkan walau sudah di tangan.


"kau lama sekali nona cantik"


dorrr... dorrr


dua tembakan melesat, lelaki di sebelah July mengerang kesakitan,


dua peluru bersarang di paha kiri nya.. membuat ia jatuh seketika, ia lengah.. membuat seseorang berkesempatan menjinakkan nya.


Nino terpaku melihat itu,.


ia ingin berbalik ke belakang, namun tubuh nya seolah kaku, ia hanya melihat adegan seperti ini di film film, namun ini di depan mata kepala nya sendiri.


"huffft, syukurlah kalian datang tepat waktu"


July melemas, ia ambruk di kasur nya


beberapa orang berpakaian serba hitam masuk, mengangkat rakha dan lelaki yang baru saja tertembak itu.


July menoleh ke arah Nino,


ia tersenyum melihat Nino masih di posisi nya.


"dokter, kemari lah, seperti nya aku harus di periksa... jantung ku serasa mau copot" ucap July sambil tertawa meledek Nino,


"aku yang harus di periksa, kaki ku lemas " ucap nino, ia masih duduk di sofa, sambil sibuk memperhatikan sekitar, seperti nya orang² ini suruhan July, mereka mendengar kan apa yang July perintahkan, Nino harus mengumpulkan tenaga untuk bangun, kaki nya seolah tak bertulang.

__ADS_1


***


_ hayooo ada yg inget ga siapa July...??? _


__ADS_2