Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 78


__ADS_3

...di setiap doa ku...


...di setiap air mata ku...


...slalu ada kamu...


...di setiap kata ku...


...ku sampaikan cinta ini,...


...cinta kita,...


...ku tak akan mundur,...


...ku tak akan goyah,...


...meyakinkan kamu, mencintai ku......


...Tuhan ku cinta dia...


...ku ingin bersama nya...


...ku ingin habiskan nafas ini, berdua dengan nya...


...jangan rubah takdir ku,...


...satukan lah hatiku dengan hati nya,...


...bersama sampai akhir......


...Andmesh...


..._Tuhan ku cinta dia_...


Rey menarik selimut sampai sebatas dada sang istri, rena tertidur, dan itu bagus,


seperti nya rasa sakit yang ia alami berangsur hilang, Nino pun masih tertidur di sebelah rena, rey pun sebenar nya mengantuk, namun ia khawatir kalau Nino bergerak, itu akan mengenai rena,


Momi mengetuk pintu pelan,


"boleh momi masuk sayang?" rey tersenyum...


"kenapa engga, masuk lah mih.. "


momi terlihat menenteng tempat makanan,


"kalian belum makan kan?, ayo kamu duluan rey, nanti saat rena bangun dia yang makan"...


Rey baru ingat ini sudah lebih dari jam makan siang, momi menuang makanan untuk putra nya,


" ini masakan dari rumah" kata momi


"pasti enak" ucap Rey melirik tempat makan nya..


"ayo makan lah, biar momi jaga rena"


"momi sudah makan? " tanya Rey


"ayo kita makan sama sama ini banyak sekali"


"momi sudah makan sudah ngopi, tadi mila datang, karna rena tidak bisa di jenguk dulu, jadi kami pergi ke kantin"


"lalu mereka masih ada? " tanya Rey


"mereka pulang nak, momi bilang sama frans, kalo ada yg mau datang ke RS, cegah saja.. lebih baik nanti di rumah saja menjenguk nya"


Rey mulai menyuap makanan nya,

__ADS_1


"iya lebih baik begitu, di rumah lebih leluasa"


"sayang, apa sudah ada nama untuk cucu momi? "


Rey terlihat berpikir,


"menurut momi, apa nama shanum bagus?, tapi Rey bingung mencocokan nama dengan kepanjangan nya"


"shanum, arti nya ridho Allah kalau tidak salah ya??,


tapi momi suka nama adelia zahra" momi tersenyum,


"itu lucu, kita akan memanggil nya adel" ucap Rey tersenyum juga..


"namun harus dengan persetujuan rena.. momi hanya usul saja. yang penting nama itu memiliki arti baik dan doa untuk masa depan nya"


Rey mengangguk, ia setuju


"mih... " panggil Rey pelan


"iya sayang.. "


"Rey begitu takut, ketika rena bilang mulas tadi, jujur bayangan Marsya langsung telintas Rey takut sungguh"


"waktu kamu ngabarin momi rena harus cesar, momi kaget, kenapa mendadak, kalian belum lama pergi dari rumah untuk berkunjung ke rumah Al kan? "


"iya mih di mobil rena mulai kontraksi, bahkan kita ga masuk ke apartemen Al,


momi tau Rey sangat gemas sama rena"..


" kenapa sayang? β€œ


"dia bisa bisa nya tenang, bilang *ayo ke RS* padahal sebelum nya Rey mau putar arah ke RS tapi dia larang"


momi tertawa,


kamu beruntung memiliki nya Rey, "


"alhamdulillah Allah gantikan Marsya dengan rena, Rey bukan mengagungkan rena mih, tapi entah lah, Rey takut melihat dia kesakitan.


mungkin Rey juga pernah kehilangan, jadi Rey overprotective sama rena. "


"kita punya ketakutan tentang Marsya sayang, tapi bagaimana pun itu hanya masa lalu, "


Rey mengangguk lagi,


makan nya sudah selesai, momi membuka tutup botol minum untuk putra nya..


" terimakasih mih,"


"untuk apa? "


"momi menyayangi rena, seperti anak momi, dia bahkan betah di rumah, rena belum siap pindah rumah, itu lucu bukan, bahkan di saat istri istri lain ingin jauh dari mertua nya,.


Rey juga sudah memberi tahu bi risma sama mang agus kabar rena melahirkan mereka sedang di perjalanan..


momi tau, rena tiba tiba memanggil mamah ny, dia bilang mau di temenin mamah, waktu Rey membantunya berganti baju,


Rey takut rena akan pergi"


"anak perempuan itu memang begitu nak, jngan kan melahirkan, sakit pun sebenar nya ingin di manja oleh ibu nya,


momi tulus sayang sama rena, entah lah begitu saja, dia seperti memiliki sihir bukan? semua orang menyukai nya"


"Rey setuju" Rey dan momi saling melempar senyum.,


***

__ADS_1


Rena begitu bahagia, bagaimana tidak, sang mamah terlihat bahagia menggendong cucu nya di sana, ia tah melihat papah nya hadir,


mamah ada di hadapan nya, namun begitu sulit untuk rena sentuh, ia ingin memeluk sang mamah,


mamah nya terus memberikan candaan untuk putri nya,..


"mah... " rena memanggil nya, namun saking serunya kebersamaan nenek dan cucu, rena seperti di tak di anggap, ia sedih..


"mamah rena mau peluk, lihat rena mah.. "


rena terus bergumam, berharap sang mamah menoleh ke arah nya..


rena sungguh sangat sedih, mamah malah menjauh pergi tanpa menoleh, tanpa berbicara apa pun, ia bahkan meninggalkan cucu nya sendiri,


"mah.... " rena memanggil nya lagi, namun tetap mamah tidak berbalik.


Rena terlihat gelisah,


ia merasakan sebuah tangan mengusap kepala nya, mencuim kening nya..


"mah... "


rena belum bangun dari tidur nya, namun ia sudah bergarak, mata nya terbuka perlahan, dan memanas seketika melihat siapa yang ada di depan nya, bi risma tersenyum.


di belakang nya ada mang Agus,


"bi.... " bi risma langsung memeluk keponakan nya itu, "selamat ya neng... bibi turut bahagia atas kelahiran putri nya, semoga rena cepet pulih"


rena mengangguk di bahu bibi nya


"makasih ya bi.. β€œ


seketika rindu akan orang tua nya terbayar, rena memandang mamang yang mirip dengan mamah nya,.


" mang"..


"selamat ya sayang... mamang langsung meluncur waktu pak Rey kabarin, kita kangen sama kalian semua"


"kalian harus temenin rena di rumah ga boleh langsung pulang, rena kangen mamah, rena ga sempet jiarah sebelum lahiran"


"jangan banyak pikiran, mamah, papah udah tenang, sekarang fokus sama kesehatan, sama cucu mamang"


rena menangis lagi, kini memeluk paman nya,


Rey tersenyum senang melihat sang istri, ia langsung mengabari keluarga rena di bandung setelah selesai operasi, ia berharap semoga istri nya akan senang...


**


senja kini datang juga, waktu magrib tiba..


Rena menyusui putri nya, ketika ia melihat sang suami di keluar dari kamar mandi,


Rey memakai wewangian, menyugar rambut nya dengan tampan,


Rey melirik nya, mengedipkan kedua mata nya imut, rena selalu suka gaya suami nya, ia terlihat lebih tampan ketika hendak shalat,


Rey menggelar sejadah, ia tak mau meninggalkan istri nya walau hanya shalat di mushola RS, Rey mulai shalat..


"ya Allah, malaikat apa yang kamu kirimkan untuk menemani hidup ku, ia begitu sempurna,


aku sering berpikir apakah aku pantas menjadi istri nya, bahkan mengeluh pun aku malu. apa yang kurang dari diri nya, semua begitu nampak sempurna"


rena tak mengalihkan pandangan nya sedetik pun dari suami nya. bagaimana ia harus bersyukur memiliki reynan dalam hidup nya.


"terimakasih mah, mamah yang menginginkan nya menjadi pendamping ku, dan mamah sangat benar, dia menjagaku... bahkan mamah pergi setelah Rey menikahi ku, rena harap mamah tenang di sana melihat kehidupan rena di sini"


assalamu'alaikum readers,

__ADS_1


selamat menjalankan ibadah puasa ya, untuk yang menjalankan.. semoga semua nya Allah kasih kesehatan, lancar puasa nya ya, sampai nati hari raya😘😘😘


__ADS_2