Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
semakin mendekati


__ADS_3

Tidak terasa waktu cepat berlalu,


sejauh ini tidak ada pergerakan lagi dari Hans yang mencurigakan, namun Rey tidak mengendurkan penjagaan untuk putra putri nya.


Hari ini syukuran akan di gelar,


undangan telah tercetak sesuai yang Nino dan July pilih,


July terpaksa mengungsi ke rumah Nino untuk beberapa hari ke depan karena Al dan Rakha memiliki keperluan yang sangat urgen di Singapura,


karpet telah di gelar, tamu undangan dari mesjid sekitar pun telah hadir untuk melangsungkan acara, July berada di ruang keluarga dengan shanum dan juga Rena, ia menatap undangan yang tercetak atas nama nya dan Nino


_ ya Allah.. semakin dekat waktu nya.. _ July tersenyum, terdengar seorang pemuka agama mengawali acara malam ini,


lantunan ayat-ayat alquran mengalun begitu Khidmat, meminta pada Allah agar segala sesuatu nya berjalan dengan lancar sampai hari H nanti, Rey memanas mata nya, ia bahkan tidak mengalami momen ini bersama Rena, namun itu terobati dengan proses yang terlaksana untuk Nino.


"An... kamu nangis?? “ Rena menyentuh jari tangan July,


"aku kangen mamah bun", July tersenyum namun mata nya berlinang,


"bunda merasakan apa yang kamu rasa An,


bukan hanya saat ada momen, setiap hari kita ingin orang orang yang kita sayang menemani kita"


July mengangguk,


"tapi sekarang kamu punya kita.. jangan anggap bunda mertua mu, anggap bunda mamah mu ya"


shanum melihat itu, bagaimana ia bangga pada bunda nya, walaupun ia tidak ingat bagaimana oma nya dulu memperlakukan Rena tapi dia tau oma nya sangat baik dari cerita Rena, dan dari bagaimana Rena menyayangi oma nya..


"makasih bunda, aku ga ngerasa sendirian lagi, hanya rindu pada mamah memang ga ada obat nya, July sudah sangat dewasa saat mamah meninggal"


"itu pasti sayang, ga semudah itu lupain orang yang kita sayang,


sekarang kamu kirim al-fatihah buat mamah, mamah bunga pasti ikut bahagia melihat anak nya mau menikah"


July mengangguk, Rena memberi nya tisu untuk mengelap sisa air matanya...


***


acara sudah selesai,


Nino menghampiri bunda dan calon istri nya, July sebenar nya merasa canggung harus menginap di sini.. tapi papah nya sungguh menghawatirkan nya, di tambah ayah Rey pun menyetujui nya..


Luka di wajah Nino semakin membaik, bahkan jika di lihat sepintas sudah tidak terlihat,


mereka berada di teras belakang,


Nino memandang July yang terlihat pangling memakai kerudung walaupun asal,


"kamu cantik Ana, aku semakin yakin kalo aku ga salah pilih"

__ADS_1


"apa kamu yakin Nino?, seperti yang kamu tau, aku bagaimana"


"aku juga ga sempurna An, ayo kita sama sama belajar, saling menutup kekurangan, kamu siap buat jujur dalam hal sama aku?? “ Nino lekat menatap July,


" inshaaAllah " July tersenyum,


"lalu apa yang kamu ragukan..? aku juga akan berusaha jujur dan terbuka sama kamu"


"makasih Nino,


aku cuma masih takut, sesuatu akan terjadi dengan Hans.. "


"sejauh ini, orang tua kita sudah berusaha,


setelah om Frans mengobrak abrik markas bodyguard yang Hans sewa untuk membawa aku kemarin, Hans tidak muncul lagi"


July mengangguk,


ia tidak membahas masalah Hans lagi walaupun di hati nya resah, July masih kepikiran soal ucapan Hans,


"kamu belum ngasih jawaban soal bulan madu, bilang aja, biar aku bisa urus semua Ana"


"aku ga punya tempat yang aku idam idamkan untuk di kunjungi, tapi kalau kamu ada, aku cuma ikut aja.. " jawab July,


"bener nih bakal setuju? “ tanya Nino


" ya, kalo misal aku ga setuju, kamu mau apa? “


"ya ga akan jadi lah, bulan madu itu kan kita.. bukan aku aja...


July tersenyum, bahasan yang mereka diskusikan kini semakin berat saja..


"aku biasanya cuma ngobrolin bisnis, dan sekarang membicarakan pernikahan ternyata seru juga ya? “


" aku juga biasa ngobrolin RS dan obat obatan.. sekarang malah ngomongin bulan madu, biasa nya kalo Farhan ngomongin keindahan pernihakan nya aku suka usilin dia biar dia diam"


"keindahan apa? “ tanya July


"keindahan pernihakan.. aku ga tau bagaimana itu, karna kata Farhan ga bisa di ungkapkan dengan kata kata"


"apa lagi aku,, tau apa tentang pernikahan.. " July tersenyum.


lusa undangan akan di sebar,


Rena memperhatikan mereka dari jendela dapur


_ mereka akan segera menikah dan itu arti nya kalian akan menjauh, memulai kehidupan baru kalian, bunda hanya berharap yang terbaik buat kalian sayang,


semoga perasaan ga enak hati ini bukan pertanda apa apa _


Rey menyentuh pundak istri nya, Rena tersenyum.

__ADS_1


"kapan akan kita berikan kunci rumah hadiah pernikahan mereka?? " tanya Rey


"menurut ayah kapan waktu yang tepat?? "


"kalau nanti saat pernikahan.. ayah takut Nino juga udah nyiapin rumah buat mereka tinggal, apa mungkin harus sekarang? mumpung mereka lagi di sini" kata Rey


"tapi, apa ga pamali yah? nanti aja deh kalo udh deket, misal malem menjelang pernikahan nya gitu"


Rey tersenyum,


"dasar orang bandung, masih ada kata pamali" Rey merangkul kepala istri nya,


"eh ga boleh di sepelekan itu kata _ pamali _" ucap Rena lagi


"iya deuh kumaha bunda wae" ucap Rey😄😄


July mendapat laporan, dari Edward


bahwa perempuan yang menyandra Nino kemarin ialah Miranda, yang tak lain dan tak bukan adik dari Hans,


Edward July hukum karna kebohongan nya menyembunyikan informasi tentang Nino malam itu,


"siapa? " tanya Nino, July sedang membalas pesan Edward,


"Edward" jawab July singkat, Nino melihat mimik wajah July seperti kesal.


"dia belum kembali, aku belum berterimakasih sama Edward" ucap Nino


"kenapa berterimakasih?? “ tanya July


" dia datang menolongku Ana, aku lihat dia juga sempat beberapa kali jatuh terkena pukulan, laki laki malam itu sangat besar besar badan nya"


July terdiam, ada rasa sesal di hati nya, menghukum Edward tanpa bertanya asal mulai kejadian.. July emosi saat tau Edward membohongi nya


"dia di hukum karna bohong sama aku"


"tapi aku yang minta dia buat ga bilang sama kamu, aku pikir biar kita aja yang ngeberesin semua.. aku minta Edward telpon om Frans, tapi ternyata semua begitu cukup sulit,


aku di bawa ke tempat lain"


"jadi kamu udah ga cemburu sama Edward?? “ tanya July


Nino menggeleng,


" aku malah berterimakasih, bawa dia pulang, masalah sudah selesai, om Frans sudah membereskan markas lelaki itu,


aku mau saat kita nikah semua berkumpul"


_bukan hanya lelaki yang menculikmu saja Nino, biang dari semua nya belum tertangkap, dan itu tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi sesuatu_


July mengangguk dan tersenyum,

__ADS_1


"aku akan minta Edward untuk pulang"


Nino setuju, bagaimana pun ia harus berterimakasih, Edward membantu nya, dan selama ini ia yang menjaga July..


__ADS_2