
"non yang sabar, InsyaAllah den reynan ga apa apa" (bi asih mencoba menenangkan rena.
rena sudah tidak menangis, namun tatapan mata nya kosong, bagaimana tidak apa apa, di lihat dari kondisi mobil rey di sana tampak hancur pikir rena)
"bu, (tina datang) sudah siap.. kalo boleh ibu jangan nemuin Nino, takut nangis pengen ikut nanti,.. "
rena mengangguk,
"aku ganti baju dulu.. "
"biar bibi bantu non"
"ga apa apa bi, rena bisa sendiri.. ( terisak lagi, bi asih sungguh merasa sedih, rey waktu itu pernah kecelakaan motor, memang tidak parah, bi asih yang merawat nya, karna momi marah pada putra nya itu, sekarang rey jauh di sana, hanya doa yang bisa ia ucap kan)
momi dan frans berada di ruang tamu, menunggu rena
" pesawat sebentar lagi landing nyonya"
"bagaimana rey frans? "
frans mendesah, itu membuat momi membuang wajah nya,
"jawaban macam apa itu" (momi berkata sinis)
"kaki rey terjepit bagian depan mobil (frans menjeda, momi sudah tak karuan hati nya)
ada retak di bawah lutut kiri nya nyonya, syukur badan dan kepala aman hanya goresan"
"apa dia sadar??"
"info terakhir belum nyonya"
"apa ada sabotase? "
frans menoleh pada nyonya nya,
"itu sedang kami selidiki"
"bekerja keras lah, seperti kita tau rey dan rena sedang ada masalah, siapa tau ini ada kaitan nya kan?, jangan membicarakan kondisi rey di depan rena, aku takut ia syok, dan menghawatirkan kandungan nya"
"baik nyonya, saya keluar dulu"
__ADS_1
momi mengangguk,
tak lama rena datang,
" Nino aman, putri ada di rumah, dia akan jaga Nino sayang" (kata momi)
rena mengangguk,
"ayo sayang, apa kamu kuat jalan kaki? "
"rena kuat mih"
momi memeluk bahu menantunya, beriringan berjalan menuju mobil, mereka berangkat ke bandara
rena menggenggam jari tangan momi, menatap nya, "rey ga akan kenapa kenapa kan mih?? "
momi tersenyum,
"rey baik baik saja, dia kuat rena, dia jagoan seperti nino"
"rena takut mih, kondisi mobil nya seperti itu"
"frans beritahu keadaan rey (pinta momi) "
"hanya..?? ya luka begitu kalian memang menganggap nya enteng, menembak orang saja kalian sudah biasa, apa lagi hanya kecelakaan begini, yang ditakutkan dalam kecelakaan itu luka di dalam yang tidak terlihat"
momi menggaruk alis nya, rena sejak mendapat foto itu sedikit berubah, ia gampang emosi...
frans tersenyum kikuk, (rena bisa marah juga)
"maaf nona" ( maaf saja yang penting supaya masalah nya kelar)
"lalu bagaimana anto?? " (tanya rena)
"dia baik baik saja, hanya luka ringan karna berhasil melompat dari mobil sebelum kecelakaan terjadi"
rena membuang pandangan nya ke luar mobil, lagi lagi kata hanya terucap, sungguh mengerikan..
momi mengusap punggung menantu nya,
"apa masih tidak nyaman perut nya? " ( tanya momi)
__ADS_1
rena juga tidak ingat, sejak kapan perut nya membaik, kini biasa saja,
"udah ga apa apa mih"
***
rey mendapat pertolongan, retak di kaki nya lebih parah dari yang frans katakan pada rena, dokter memprediksi kan butuh setidak nya lima bulan untuk rey pulih..
jika sadar nanti di pastikan ia akan mengalami sakit badan yang luar biasa, dokter mengantisipasi nya, memberikan obat pereda nyeri melalui infus,
rey terlihat berbeda ada luka di wajah dan tangan nya, di dadanya pun ada memar,
Allah begitu melindunginya, seperti yang rena bayangkan, jika benar kondisi mobil rusak parah begitu, sudah terbayang kondisi rey seperti apa..
***
"sial seperti nya mereka selamat"
fachry berada di sel tahanan, ia menjenguk paman nya, husain...
ya, beberapa bulan lalu husain mengacak acak sistem program di kantor rey,
yang membuat nya kehilangan kaki bawah nya sebelah kanan, karena apa??, siapa lagi kalo bukan frans yang melakukan nya, rey mengakui ia tempramental, tapi seperti nya kalah oleh ke galakan rena,..
"kamu kurang berani, kenapa mobil suruhan mu tidak menabrak nya juga sekalian, dia malah menghindar"
"aku sudah meminta nya , entah kenapa dia gagal"
"anggap saja rey masih beruntung ( bisik husain) "
"baiklah aku akan pergi, aku kembali kekantor"
"hati hati, nyawa mu terancam fachry, rey punya orang psikopat di belakang nya" ( husain menunjuk kaki nya)
wajah nya langsung pias, mendengar itu...
fachry berlalu,
husain dari dulu sangat iri pada baskara, bagaimana tidak dia anak satu satu nya dari istri sah, ayah nya, dan husain hanya anak dari selir nya, semua harta terlimpah pada baskara, husain hanya mendapat 10% saja bagian dari ayah nya, itu pun sudah beruntung, seharus nya dia tidak. mendapat uang sepeserpun,
baskara tidak memperdulikan harta nya, ia hanya mencoba menjalankan apa yang sudah ayah nya bangun dari awal, beruntung nya dia sukses.. dan kini semua turun pada rey.
__ADS_1
duh, mana nih like nya,...
biar aku semangat up nya reader's 🥰🥰🥰