
mengambil foto beberapa kali oleh sang fotografer, rena semakin memukau dalam lensa kamera,.
waktu menunjukan pukul 08.15 mamah turun, menyapa para tamu jauh, kerabat yg mulai memenuhi ruang tamu yg cukup luas itu,
rey memarkirkan mobil nya, satpam dadakan bertugas di rumah rena mempersilahkan tempat kosong untuk sang bos, rey dan susan turun bertanya pada bapak satpam takut salah alamat gitu, sudah merasa yakin rey dan susan di antar pak satpam ke dalam
" assalamualaikum, bu ini ada tamu dari jakarta" (mamah menoleh merasa terkejut melihat siapa yg sedang berdiri gagah di ambang pintu, mamah menghampiri rey dan susan)
"pak rey, masyaallah bapak datang?
rey mencium tangan sang mama, tersenyum
" mamah sehat?
"sangat sehat pak, apa mamah pak rey datang??
" mah, panggil rey saja, rena udah ga kerja sama kita (rey merajuk) mamah tersenyum
"baiklah rey, ayo masuk, bu susan (saling memeluk),
" selamat mah akhir nya rena menikah,
" iya bu, alhamdulillah, ayo pasti pada cape istirahat dlu, rena sebentar lagi keluar
rey dan susan menyalami keluarga rena, beberapa orang bertanya tanya siapa gerangan sang tamu yg seperti nya istimewa,
beristirahat di sofa yg di sediakan, rey di suguhi makanan ringan dan minum,
hingga matanya tertuju pada seseorang menuruni tangga dengan anggun nya, sungguh rey terpana ia bagai jelmaan bidadari, sungguh beruntung calon suami nya
rena pun melihat rey, ia tampak bahagia, tidak menyangka bos nya bersedia datang untuk nya, terlebih ia tau rey ada dimalaysia,
rey terbangun dari duduk nya, tubuh nya entah mengapa membawa nya menghampiri rena, mata mereka tak terputus, saling pandang sampai rey berada di hadapan rena,
"assalamualaikum
" waalaikumsalam pak, (rena tersenyum, ya allah rey meleleh)
"selamat rena, momi ga bisa datang, lagi kurang sehat (memberikan kado titipan dari momi"
"pak, momi ga pernah berubah, selalu baik
" cuma sama kamu (rey tak bisa mengalihkan pandangan dari mata rena, membuat rena grogi, terdengar suara ramai dari arah pintu, petugas KUA datang, mereka yg melihat rey dan rena berdampingan tersenyum
"alhmdlh sudah datang rupanya mempelai pria nya (petigas KUA)
rey dan rena saling pandang, tersenyum bersama, rupanya bpak penghulu salah faham,.
rey mundur, mempersilahkan rena duduk di singgasana nya,
waktu sudah menunjukan pukul 09.00kurang, mempelai laki-laki belum datang juga membuat semua resah, rena merasa gelisah terlebih ferdi beberapa hari ini susah di hubungi,
09.15 " punten, apa mempelai pria tau acara nya jam stngah 9?, saya harus ke lokasi ke 2, ada 3lokasi hari ini, terang pak penghulu,
__ADS_1
seseorang datang dengan tergesa gesa, rena tau siapa itu, adik lelaki ferdi evan,
" a. assalamualaikum "(evan gemetar)
" waalaikumsalam, van mas ferdi???
" ka rena, maaf (berjalan menghampiri rena, rena tau apa yg evan bawa baju pengantin yg ia kirimkan untuk ferdi rena menatap evan heran,
" van, ada apa??
evan memberikan amplop berisi surat dari ferdi untuk rena, rena menerima nya dengan perasaan kalut, kenapa yg datang surat, bukan orang nya?? di buka nya surat itu tergesa
Assalamualaikum,
sayang *mas, maaf beribu ribu maaf mungkin tak bisa mewakili semua nya
maaf sayang, mas tak bisa datang menepati janji pernikahan kita, mas pergi dari rumah tadi malam, ada sesuatu yg sulit mas jelaskan, ada seseorang selain kamu di hidup mas, mas harus memilih (rena menggelengkan kepala nya, menetes air mata nya), bukan mas tak sayang pada rena, tapi situasi nya kacau, semoga rena bisa memaafkan mas,
berbahagialah dengan lelaki yg menyayangi kamu dengan tulus, mas bukan yg terbaik buat kamu,
salam sayang dari mas,
assalamualaikum*
rena meremas selembar kertas itu, terduduk lesu memeluk nya, mamah yg sudah menangis di hadapan rena mengusap kepala anak nya lembut,
"sayang, ada apa??
" mas, mas ferdi mah,.. dia pergi, dia bilang ga bisa menikahi rena
mamah menangis,, tidak percaya semua nya, evan tertunduk di ujung sana, dia lebih awal tau, karna ferdi pun mengirim surat untuk keluarga,
susan menatap rey, mengangkat bahu nya, rey pun merasa bingung,
mamah di sana memegang dada nya yg terasa sakit, mulai sesak nafas,,
"mah,, mamah (rena panik, rey yg melihat mamah akan ambruk refleks mendekat menyangga tubuh sang mamah, mamah di baringkan di sofa,
" siapa saja, tolong panggil dokter, (sedikit ber teriak) mang agus berlari keluar menuju klinik terdekat
"mah, mamah kenapa??
(mamah masih memegang dadanya yg kian sesak rena semakin kalut, sang bibi membaca surat pemberian ferdi, ikut menangis)
" teh, bertahan dokter lagi di jemput " ucap bibi, tak. lama kemudian
mang agus datang membawa sang dokter yg kebetulan klinik dekat,
mulai memeriksa mamah, rena masih menangis menggenggam tangan sang mamah,
"ibu harus segera di bawa ke RS ( ucap sang dokter, mamah menggelengkan kepalanya tanda tak setuju, di lirik nya rey yg ada di sebelah kiri nya,
" rey.. (rey. mendekatkan tubuh nya, suara mamah begitu lemah)
__ADS_1
" rey di sini mah.. (menggenggam tangan mamah)
" bersedia kah kamu menikahi rena? ferdi ga datang,...
degg,
rey dan rena melotot bersamaan,
" jaga rena baik baik rey,. mamah yakin kamu sayang kan sama rena??" rey menundukkan kepala, berfikir sejenak apa yg harus dia lakukan, di pandang nya rena yg masih menangis
"mamah mohon rey
"rey bersedia mah (menjawab mantap, rena menoleh meloloskan lagi airmata di pipi nya, keluarga semua menyaksikan, perjuangan sang mama menahan sakit
" terimakasih nak, ayo segera lah..
(tanpa menunggu, bahkan tak menoleh pada rena,. mamah memandangi rey yg berjalan menuju penghulu,
" sebentar pak, (rey buru buru keluar rumah, mengambil sesuatu di mobil, cincin yg ia buang tempo lalu ia ambil lagi, entah berniat akan rey berikan saja pada rena, sebagai kenangan, di genggam nya erat cincin tersebut, memangdang nya sejenak, apa benar keputusan yg akan ia ambil ini, membawa masuk ke rumah kembali,
duduk bersila di depan penghulu,
rey menyodorkan sebuah cincin untuk mas kawin,
"baik kita mulai (kata pa penghulu)
rey memberikan data namanya
rey dan mang agus saling berjabat tangan
" saudara reynan baskoro, saya nikahkan, dan kawinkan engkau dengan rena agustina binti alm, bapak saefullah dengan mas kawin cincin emas di bayar tunai"
"saya terima nikah dan kawin nya, rena agustina binti alm bapak saefullah dengan maskawin cincin emas di bayar tunai"
rena mengeratkan tangan sang mamah dalam genggaman nya
" sah, sahh 🔨 🔨 🔨" para saksi menjawab (air mata rena jatuh tanpa permisi)
"alhmdlh.. (di lanjut kan doa dari bapak penghulu rey menandatangani surat nikah (sirih nya) karna yg tertera di buku nikah data ferdi, susan menjadi saksi dari pihak rey, rena menandatangani surat dengan bergetar, berlinang air mata nya,
rey menatap rena yg secara agama sudah sah menjadi istri nya,
memakaikan cincin sebagai mas kawin di jari lentik rena, rena tak bisa membendung tangis nya rey memeluk nya, mengusap kepala belakang nya, dan berbisik
"maaf jika aku lancang, mengambil keputusan tanpa bertanya pada mu, (rena mengangguk, semua keluarga dan tamu yg hadir tampak terharu, siapa sangka kejadian seperti ini akan terjadi,. melonggarkan pelukan nya rey menangkup pipi sang istri, di cium nya kening yg terhalang siger di sana.. rena pasrah, ia ingin pergi, ia ingin marah, tapi kenapa?? pada siapa, di tatap nya sang mama yg tersenyum pada nya dan sang suami, rena menyadari ada sesuatu yg tak beres. pandangan mata mamah tak berfokus pada nya, rena menghampiri,
"mah,, rena menggoyangkan bahu sang mamah pelan, tangan nya terkulai jatuh,..
" mamahhh, engga engga ga boleh mamahhh (rena histeris) sang dokter memeriksa lagi, menggelengkan kepala nya
"maaf, ibu udah ga ada"
"apa dok, jangan bohong, mamah, mamah bangun mah maafin rena mah, mamamahhhh, banguuuunnnnn, merasakan tidak ada respon, rena ambruk memeluk jasad sang mamah tersayangðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1