Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 24


__ADS_3

Tepat saat momi menaiki mobil menuju rumah dari bandara, ia mendapat kabar, bahwa putri baru saja pergi dengan Yuda,


putri harusnya ada jadwal kuliah pagi ini, namun entah kemana mereka pergi


"pantau terus, jangan sampai lengah" (perintah momi pada Edo melalui sambungan telpon)


frans masih bersama rey di Malaysia, kini Edo yang memegang kendali di jakarta, mereka tentu sama sama bisa di andalkan,


**


"kak, ayo kita pergi kemana saja, aku lagi ga mau kuliah" (putri memohon pada Yuda, mereka berada di sebuah warungwarung di pinggiran kampus)


"put, jangan gini..


keadaan kita belum di restui sama momi kamu, jangan bikin yang aneh aneh, ayo aku antar lagi ke dalam"


putri diam, ia tidak mendengar kata kata Yuda..


"sayang... " (Yuda memanggil putri, merayu nya agar mau kembali ke kampus)


"kalo kakak ga mau pergi, biar aku aja pergi sendiri“ (putri bangun dari duduk nya, Yuda sempat bengong, namun tersadar ketika putri benar benar pergi)


" putt, dengerin aku dulu... (Yuda menyusul nya, menarik tangan putri pelan..)


hey, dengerin aku... (Yuda menangkup pipi putri, agar putri menatap pada nya)


aku mohon, sabar..... ini salah aku, posisi ini memberatkan aku put, momi kamu ga merestui kita karna keadaan keluarga aku, jadi aku mohon, jangan ngelakuin hal yang aneh, momi kamu akan tambah marah sama aku"


"kamu ga tau ka, momi keras sifat nya, dia bilang engga ya engga, terus gimana perasaan aku ka? aku ga mau ninggalin kamu " (berlinang, sepasang manik sendu putri mulai basah, ia menangis) "


"put, kita memang saling menyanyangi, tapi jika gini ke adaan nya, perasaan kamu selalu sakit, kamu selalu sedih"

__ADS_1


"apa yang mau kamu bilang ka?? kamu nyerah sama momi?? " (putri melepaskan dengan kasar tangan Yuda yang ada di pipi nya)


Yuda menunduk, ia sedang memilih kata yang tepat untuk ia ucapkan pada kekasih nya ini.


"sayang... " (Yuda memberanikan diri menatap mata putri)


putri membuang pandangan nya, ia tersenyum getir


"aku tau ka apa yang mau kamu omongin.. cuma sampai sini perjuangan kamu?? “


" dengerin aku dulu" (wajah yuda memelas)


" kasih aku waktu, aku mau buktiin sama momi kamu kalo aku layak jadi menantu nya, aku ga akan kaya ayah ku... "


kini putri yang menunduk, ia menangis, Yuda mendekat, ia memeluk nya..


"maaf oke, aku ga tau awal nya kamu anak dari keluarga baskara, namun cinta malah tumbuh dan sulit untuk di cegah, sekarang kasih aku waktu ya, aku sayang sama kamu....


"kamu ga tau ka, aku terus terusan di sindir sama momi, bahkan se malem momi bilang kalo aku harus jauhin kamu.. aku ga mau.. aku pengen kabur aja.. "


Yuda menghembuskan nafas nya kasar


"kalo kamu nyerah gini, untuk apa aku berjuang? apa lagi yang harus aku perjuangkan.. ?? "


putri melepaskan pelukan nya, menatap mata Yuda,


"aku mati matian hidup dengan baik, aku akan hapus Image keluarga kamu tentang keluarga aku, dan sekarang kamu mau pergi???, kamu yang tau aku put, apa aku akan lari dari semua ini???


lagi lagi putri terdiam,


benar kata yuda, hubungan mereka sudah melangkah jauh..

__ADS_1


putri ga pernah mempermasalahkan bagaimana keluarga yuda, papahnya pun kini di penjara, menjalankan tanggung jawab karna perbuatan nya, mamah yuda orng baik, ia terlihat sayang pada calon menantu nya itu..


ya, putri harus bersabar sedikit lagi, ini ujian untuk nya,..


"momi hari ini pulang kak,


aku ga tau apa yg akan momi bilang, aku ga mau denger apa apa tentang kamu"


"yang momi bilang itu kenyataan sayang,


aku mengakui nya, cuma kamu aja yang buta, aku ga pernah nutupin semua keadaan aku kan?? " (tambah yuda)


"aku ga perduli semua itu, kalo pun kamu hanya sopir angkot/ tukang ojek aku ga peduli.. "


yuda tersenyum,


putri memang begitu yang selama ini dia tau, sifat nya mungkin keturunan dari sang momi, keras.


jika sesuatu yang ingin dia miliki belum dia dapat, dia akan mati matian..


"sayang,


seorang ibu, ingin anak nya hidup layak,


lihat bagaimana orang tua kamu membangun bisnis sampai saat ini, bukan kah kami menikmati hasil nya??


jadi aku mohon, jangan terlalu keras sama momi, melemah lah untuk kebaikan kita.. "


putri menunduk lagi,


lagi lagi ucapan yuda memang benar,..

__ADS_1


__ADS_2