
hari merangkak naik menjelang malam... magrib baru saja berlalu, matahari telah terbenam, waktu nya untuk ia beristirahat, bergantian dengan bulan dan bintang yang siap menerangi penduduk bumi dengan cahaya nya,
rena mengusap rambut jagoan nya yang sudah lebih dulu terlelap, ia pasti lelah, bertemu dengan banyak teman hari ini, Nino seperti tak pernah kehabisan tenaga nya.. namun kini ia terlelap terbuai mimpi, malam ini Nino ingin tidur dengan ayah dan bunda nya, maka di sini lah sekarang ia, di kamar orang tua nya..
rena bergerak turun, menimbulkan sedikit saja gerakan agar Nino tidak terganggu,
menghampiri sang suami yang sudah berkutat dengan pekerjaan nya di ujung ruangan di dekat sofa sana..
"ayah.. ko udah sibuk aja, kamu harus istirahat.. "
rey tersenyum, menutup laptop yang ada di pangkuan nya,
"cuma ngecek e-mail, banyak sekali yang masuk"
rena duduk di sofa, menghadap suami nya di kursi roda,
rey menatap nya sendu, menggapai pipi sang istri, ia membelai nya,
"aku rindu... " (kata nya, memandangi wajah rena dengan teliti)
rena mengernyitkan dahi nya, sedikit terusik dengan kata "rindu", yang suami nya ucap kan
" kita selalu sama sama kan dari tadi, masa rindu?? " (rena menggoda suami nya)
rey tersenyum, sebari menghembuskan nafas nya kasar,
"aku rindu yang lain sayang"
(giliran rey menggoda istri nya, menggigit bibir bawah nya dan mengedipkan kedua mata nya genit)
rena tertawa,
__ADS_1
"kamu kan masih sakit"
(rena tau apa arti isyarat yang suami nya berikan, rena menggenggam tangan rey yang ada di pipi nya)
"aku sehat, cuma kaki saja yang sakit"
(sedikit meyakin kan sang istri)
"apa tidak lelah? (tanya rena)
rey sekilas berpikir. ia mungkin tidak terlalu lelah, namun rena pasti lelah, perjalanan Malaysia_indonesia dan langsung acara syukuran,
rey tersenyum.
" aku juga lelah sayang, ayo kita istirahat... "
rena balas tersenyum, jujur ia juga rindu bermanja dengan suami nya,
rena memajukan tubuh nya, mendekat pada sang suami, menarik maju sedikit kursi roda rey agar posisi mereka lebih dekat, mengikis jarak kedua nya,
itu bukan hasrat, namun penyaluran kasih sayang, mereka dengan lembut melakukan nya, tidak ada kesan terburu buru di sana, mereka punya banyak waktu bukan??
rey menarik tengkuk sang istri membuat ciuman mereka semakin dalam..
rena menyudahi nya, setelah cukup panjang adegan itu, ia hampir saja kehabisan nafas,
masih berada di depan wajah sang suami, rey mengusap bibir sang istri, memandangi nya sejenak, jujur ia masih ingin...
"tuan... "
ucap rena pelan...
__ADS_1
"hmmmm" (rey yang sedang menatap bibir istri nya langsung menoleh, menatap mata sang istri)
"pinggang ku, terasa pegal"
(melipat bibir nya menahan senyum, rena menutup mata, ia menunduk malu)
rey mengangkat kedua alis nya,
betul, rena memang sedikit membungkuk, jarak antara sofa pada kursi roda walaupun berdekatan namun tidak sejajar,
rey tertawa kecil...
"maaf sayang, apa kita harus berpindah tempat ke sana" ( mununjuk tempat tidur dengan mata nya)
"kita belum makan sayang, aku lapar... " (jawab rena jujur)
lagi lagi rey merasa bersalah, mengapa dia jadi tidak peka hari ini pada istri nya,
"ah.. iya, maafkan aku lagi ok (Rey tertawa). ayo kita makan sayang aku pun lapar. kita harus punya tenanga untuk nanti malam... (goda rey)
rena melotot, mencubit kecil lengan sang suami, (ahahaa) rey tertawa,
rena bangkit dari duduk nya,
menghadiahi suami nya dengan kecupan di kening,
rey mengusap perut rena..
"maaf ya sayang, ayah tidak peka"
"ga apa apa ayah... (rena menjawab, memutar kursi roda sang suami, mereka keluar kamar, menuju ruang makan.. sudah ramai di meja makan, semua keluarga berkumpul)
__ADS_1
bi asih senyum senyum, menatap tuan dan nona nya, tanpa rey dan rena sadari, saat adegan di kamar berlangsung, bi asih hendak memberi kabar kalau makan malam sudah siap, namun bi asih harus melihat itu, karna pintu kamar rena tidak tertutup sempurna..
bi asih pun berlalu,, memilih tidak mengganggu mereka, dan akan menjadi rahasia nya sendiri apa yang telah ia lihat....