Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
rasa yang slalu sama


__ADS_3

"kakak aku merindukan mu"


"ayo lah, kita tidak begitu jauh bukan, kenapa kamu ga maen aja ke sini dek"


"entah lah, aku merasa waktuku begitu cepat habis, serasa 24 jam dalam sehari itu kurang kak"


putri si bungsu mengeluh tentang keseharian nya, menjabat sebagai wakil Rey di perusahaan membuat waktunya tersita,


belum lagi yudha cukup sukses mengembangkan usaha kuliner nya sehingga membuat mereka sibuk, mereka memiliki seorang putri yang sangat lucu bernama alisya, Rena sangat merindukan kebersamaan nya.


Rey melewati mereka yang sedang berbicara secara virtual itu,


"kak, lihat kakak ku, ia semakin berumur semakin tampan" putri berkata membuat Rena menoleh ke arah Rey,


"apa ia genit di kantor?? " tanya Rena


"ahahaa kakak cemburu? "


"ich, udah se usia gini masih cemburu" jawab Rena


tanpa ia sadari Rey melingkarkan tangan nya di pundak,


"kalian menggosip kan aku? "


Rena tertawa,


"ya seperti itu lah"


"aku ga akan genit, mata mataku dia" tunjuk Rey pada putri, membuat putri juga tertawa


"kakak tenang saja, kak Rey ga akan macam macam selama ada aku di sini"


"kakak percaya sama kamu dek,


sayang, kasih putri cuti, kita ingin bertemu" Rena merajuk pada suami nya.


"tidak bulan ini, jadwal meeting, bahkan ke luar kota kita padat, bahkan kita ada jadwal ke Malaysia akhir bulan"


Rey melepaskan pelukan nya,


ia melanjutkan untuk bersiap, Nino sekitar 2jam lagi mungkin sampai, Rey akan mempertemukan istri nya dengan Nino di sebuah restoran,


putri memanyunkan bibir nya


"hidupku bagai di sangkar emas kakak" katanya dengan nada sedih.

__ADS_1


Rena tertawa lagi mendengat itu,


"ayo sayang kamu harus bersiap, kita akan berangkat" ucap rey


"baiklah dek, InshaAllah kita atur jadwal bertemu, bagaimana membawa anak anak main, seperti ke kebun binatang, itu akan seru kan??“


" itu pasti kak, nanti aku akan telpon kak nadia kalau sudah tentukan waktu nya.. ayo kita berlibur.. aku rasa minta cuti se minggu akan kak Rey kasih"


"se bulan juga boleh. tapi gaji mu akan aku potong habis tanpa bonus" Rey mendekat lagi ke layar,


"kakak memang paling jahat" putri merajuk


"ayo sudahi ini, aku akan mengajak kakak mu berkencan" kata Rey sambil berlalu lagi ia telah siap.


"ich menyebalkan, untung dia bos ku, kalo bukan sudah aku... (putri memeragakan kepalan tangan nya seperti menjitak) "


"kamu berani ngelakuin itu dek?? " tanya Rena


"mana ada, kalo aku berani udah aku lakuin se sering mungkin ka, kak Rey nyebelin kalo di kantor"


Rena tak henti henti nya tertawa, adik bungsu nya itu banyak sekali mengeluh tentang suami nya,


namun jelas itu hanya di bibir saja, mereka sangat saling perhatian, terutama putri pada kakak kakak nya,


putri menempati rumah yang momi tinggalkan, sedangkan Rey dan Rena menempati rumah yang dulu Rey hadiahkan pada istri nya itu,


Rena bersiap,


ia sedang memilih kerudung yang mana yang akan ia pakai,


mereka sering makan di luar seperti ini, membuat rena tidak curiga akan kejutan yang Rey siap kan,


"ayah ga ke kantor dong? "


"biarkan, ada putri di sana" jawab Rey


Rey sangat senang memperhatikan istri nya berdandan seperti ini, Rena tidak pernah berlebihan dalam bermakeup, hanya bedak alis dan lipstik saja yang ia pakai,


"kamu ga pernah pakai perhaisan yang aku belikan, apa kurang suka? "


"engga sayang, aku sangat suka, tapi buat acara hanya makan gini aku rasa terlalu berlebihan"


Rey bangun, membuka lemari tempat perhiasan itu, mengambil dua buah gelang lumayan tipis untuk di Pakaikan istri nya,


"aku suka ini, dia sangat simpel bukan? " Rey membawa nya pada Rena,

__ADS_1


meraih tangan istri nya, lalu memakaikan gelang itu di sana,


Rena tersenyum,


"ya, ini tidak terlihat berlebihan" katanya


"pakailah, aku suka melihat mu berdandan"


Rey malah mendekat, hendak menempel kan bibir nya, rena pikir hanya akan mengecup, nyata nya Rey bermain di sana,


Rena mendorong pelan dada suami nya, sehingga Rey melepaskan ciuman nya dengan berat hati,


"kita akan berangkat tuan"


"acara nya bebas, apa aku harus membuka pakaian ku lagi?? " tanya Rey tersenyum nakal,


"ayah, aku sudah siap begini😭, jangan membuat ku harus mandi lagi"


Rey tersenyum.


entah mengapa jika berduaan seperti ini ia selalu menginginkan momen ini,


"baiklah, cium aku lagi"


kali ini Rena tidak bisa menolak, mereka berciuman lagi,


namun siapa sangka seorang anak kecil melihat adegan itu


"bunda..... " shanum berteriak


membuat Rey dan Rena langsung melepaskan bibir mereka


Rena melirik shanum di pintu,


"maaf" shanum menutup mata nya


namun dengan santai Rey mendekat pada putri nya, "ayo ayah tunggu di bawah"


Rey pergi ke luar duluan.


shanum malah jadi salah tingkah, ia juga langsung mengikuti ayah nya, dan meninggalkan bunda nya di kamar.


Rena yang merasa malu, menggaruk dahi nya yang tidak gatal,


suami nya itu sungguh keterlaluan emang,,

__ADS_1


tapi jika tidak ada shanum, entah apa yang akan terjadi selanjutnya😃


__ADS_2