
Mansion Hans sangat kacau,
tidak ada korban meninggal dalam operasi hari ini, polisi hanya menargetkan tangan dan kaki mereka untuk di lumpuhkan,
July sudah bisa pulang, Nino pun merasa sangat lelah karna dua hari ini ia tidak cukup tidur,
Edo membawa July dan Nino pulang ini sudah pagi langit sudah putih sempurna...
Nino dan July duduk di kursi belakang, Nino memeluk nya mata nya terpejam ia tidur,
July mengangkat wajah nya
menatap Nino,
_ terimakasih Nino, maaf aku selalu berpikir yang kurang baik tentang kamu karna terakhir kita ketemu, kita sedang tidak baik baik saja,
benarkah kamu sudah sayang sama aku?
tindakan mu ini patut aku acungi jempol,
aku kira papah Al yang akan menjemput ku _
July tersenyum, ia bergerak menaikan tubuh nya, agar bisa sampai mencium pipi Nino,
Nino terusik, ia bangun, merasakan sesuatu di pipi nya, mata mereka bertemu,
July tersenyum malu, ia menelusupkan wajah nya di dada Nino,
"maaf aku ketiduran" ucap Nino
"tidur lah lagi, perjalanan masih lumayan jauh"
"ya aku akan tidur lagi, supaya bisa bermimpi seorang wanita mencium ku lagi" ucap Nino menggoda,
July tertawa, ia ketauan mencuri ciuman,
"aku senang parfum mu Nino, aku merasa tenang di sini"
"nanti jika sudah tepat waktu nya, ini akan jadi milik mu" kata Nino pelan, ia tidak mau mencemari telinga om nya,
"apa?? " tanya July
"parfum ku, akan jadi milik mu"
"ga mau.. aku mau nya ini.. " tunjuk July pada dada nino
July mengangkat wajah nya lagi,
_ benar kata orang, jika kita ber dua an, yang ke tiga adalah setan_
_ ya Allah, ingin sekali aku mencium bibir nya_ gumam Nino dalam hati, posisi ini sangat memprovokasi, Nino dengan susah payah menahan hasrat nya,
ia melemparkan pandangan nya, pura pura melihat ke arah luar mobil,
July tertawa melihat tingkah Nino,
ia memeluk nya lagi,
om Edo yang melihat itu melalui spion hanya bisa menggigit jari nya.. ia ingin pulang, akan ia peluk juga istri nya seperti ituπ₯°π₯°
awas aja Nino, tar di bilangin ayah udah peluk pelukan ama July π
***
__ADS_1
Rey mendapat kabar bahwa July telah di temukan dalam keadaan selamat, tidak ada yang terluka dalam penyelamatan ini,
Rey, Rena, dan shanum akan terbang ke Singapura, ini harus di syukuri,
Rey pun akan melihat kondisi rakha...
July telah pulang,
papah nya masih di RS, ia juga merasa tenang mendengar rakha telah siuman.
"istirahat lah sayang, papah belum bisa pulang " ucap Al pada July melalui telepon,
"iya pah, Nino sama yang lain nya juga kasian mereka harus istirahat dlu"
"itu harus. Nino dan yang lain 2 malam ini tidak tidur sayang"
_ ada rasa hangat yang timbul dalam hati nya mendengar itu semua nya begitu peduli pada July _
"sampaikan salam July pada rakha.. mungkin sore nanti July ke sana"
"baik lah"... Al menutup telpon nya.
July bangun, ia hendak pergi ke kamar nya, matanya melihat Nino sedang mengeringkan rambut, ia habis mandi,
_ pak dokter tambah tampan kalo rambut nya berantakan begitu _
" mau makan apa? kalian pasti lapar kan?? β tanya July,
"apa saja" Nino duduk di meja makan, ia mengecek HP nya...
beberapa panggilan dari ayah dan bunda nya, pesan juga tak kalah banyak nya,
Nino membaca pesan, ia tersenyum.
"keluarga ku sedang di pesawat, setengah jam yang lalu mereka menelpon" ucap Nino menerima buah dari July
"mau kemana? β tanya July
" mau ke rumah calon besan nya" ucap Nino pura pura cuek, mata nya melirik July, namun tangan dan bibir nya sibuk mengunyah
July melipat kedua tangan nya di meja untuk menahan tubuh nya
"apa itu besan?? β
Nino terpaksa menghentikan suapan buah nya,
" besan itu, dua keluarga yang bersebrangan" Nino sebenar nya bingung harus menjabarkan nya bagaimana
"ah bukan.. jadi jika dua orang memutuskan untuk menikah, jadi orang tua mu, berarti besan orang tua ku, juga sebalik nya"
"jadi seperti mertua..? "
"kalau mertua, kita yang menyebut nya pada orang tua, misal bunda dan ayah, adalah mertua mu, dan papah Al mertua ku"
"jadi kalau calon besan, berarti baru akan ya???
dan kalau ayah rey dan bunda rena calon mertua ku, lalu kamu...??? " tanya July menahan senyum.. ia sebenar nya tau semua namun hanya ingin memperjelas saja.
"calon musuh mu" jawab Nino melahap buah nya lagi
"musuh dalam selimut ya..??? β Nino menoleh seketika pada July, July menggoda Nino dengan menaik naikan kedua alis nya..
ia malu sendiri, seketika menundukkan kepala, menyembunyikan wajah nya di tangan..
__ADS_1
Nino menjewer telinga nya
" aw. aw... aw... Nino lepasin sakit tau... "
"tidak untuk anak nakal"
"nak siapa?? kita belum punya anak" ucap July tertawa lagi. ia terlihat senang di jewer
Nino menggelengkan kepala nya, ia melepaskan tangan nya, July memegangi telinga, itu lumayan terasa panas.
"duduk lah.. " ucap Nino serius
July menurut.
"kamu bisa dan terbiasa menggunakan pistol?? "
"jika terdesak" jawab nya singkat
"tapi kamu bisa? aku lihat tadi kamu begitu terbiasa"
July menarik nafas dalam,
"Nino, dunia bisnis itu begitu samar, kita harus banyak bekal,
seperti..... ya senjata salah satu nya,
tapi senjata saja tidak bisa di gunakan jika si pemilik tidak bisa menggunakan nya,
seperti ayah mu, memiliki rumah pelatihan, papah juga punya, tapi ga sebesar milik ayah mu, kita di latih untuk siap mental dan fisik"
"nanti, jika sudah waktu nya kamu jadi milik ku, boleh aku meminta nya untuk tidak lagi menyentuk barang barang itu.. "
"aku belum bisa janji Nino,
dan apa itu tadi, aku jadi milik mu?? memang kamu pernah meminta nya secara langsung sama aku?? β tanya July
Nino merasa wanita nya ini memang senang memancing nya agar berbicara jujur,
" kalau kamu ga mau sama aku,
apa kamu ingin bersama Hans?? β
July merengut mendengar itu, ia langsung menggelengkan Kepala nya
"ah jangan bahas dia Nino, aku ga mau"
"tadi di rumah itu kamu bilang ingin bersama Hans dan mengusir ku pergi"
July mendesah
"itu hanya akting Nino.. "
"oya?? selain jago akting dan menggunakan senjata, kamu jago apa lagi?? " tanya Nino penasaran
"aku?? βtanya July
" ya, kamu..β jawab Nino
"jago membuat kamu sayang sama aku.. " July tersenyum sangat manis, Nino sengaja menatap nya, ia ingin tau segimana PD nya si calon istri nya ini...
"ehmmmm"
seseorang datang, membuyarkan tatapan mereka,
__ADS_1
"papah? ko pulang?? β tanya July, ia sangat bahagia.. July bangun dan memeluk papah nya