
"aku cemburu Ana, apa kamu ga ngerti? “
July tertegun, ia tau Nino marah,
Nino melihat gurat sedih di wajah July, ia menghentikan laju mobil nya pelan, memarkirkan mobil di tempat yang aman..
" Ana, maaf... "
"Nino, kamu cemburu sama Edward?
dia bahkan sudah seperti rakha bagiku"
July menatap Nino,
"maaf aku keterlaluan,
tapi apa wajar aku cemburu sama dia, kalian terlihat sangat dekat dan kompak "
"aku lagi ga mau debat"
July sebenarnya bingung, ia ingin sekali mengatakan semua pada Nino tentang bagaimana dia, dan Edward begitu bisa di andalkan untuk July, dia yang selama ini membantu mencari seseorang yang July incar, termasuk data Nino dulu di London, Edward yang mencarikan..
"pekerjaan apa yang sering kalian lakukan bersama? “ tanya Nino yang membuat July sontak menoleh padanya
" kenapa kamu nanya itu??
kita kerja di perusahaan papah, aku sering bepergian ke luar negri, dan papah minta Edward buat temenin aku,
kalau sekretaris ku perempuan gimana kalo ada apa apa, boro boro bisa lindungin aku, jaga diri nya aja ga bisa Nino "
"banyak wanita tangguh sekarang,
contoh nya kamu kan? masa ga bisa cari perempuan yang jadi sekretaris kamu "
July merasa janggal dengan ucapan Nino,
_ jadi Nino pikir aku wanita tangguh?? _
"kalau aku tangguh, aku ga perlu sekretaris Nino,
sekarang begini,.. apa kita akan di sini terus, jam berapa mau pulang ke rumah?? “ July kesal, ternyata cemburu nya Nino sangat alot
" setelah menikah kamu ga boleh kerja,
ada Rakha sama Edward yang udah kamu anggap ade sendiri kan?? kamu bisa andelin mereka, aku akan bicara sama papah Al " ucap Nino, ia. menyalakan lagi mesin mobil nya, dan melanjutkan perjalanan
July memijat kening nya, akan jadi apa dia tanpa pekerjaan...
July tidak menjawab, ia cemberut, mata nya menatap pemandangan di luar kaca mobil yang terus berganti,
July suka lelaki cemburu.. tapi Nino seperti berlebihan.
__ADS_1
HP July berdering, dan kebetulan sekali dari Edward, Nino melirik benda pipih yang July genggam itu
"ya... "
"nona dimana? aku sama rakha udah di apartemen"
"aku masih di jalan ed' mungkin 10 menit lagi sampai" jawab July.
July menoleh pada Nino, entah kenapa Nino membelokan mobil nya dan mengambil jalan lain yang bukan ke apartemen July,
"lho, mau kemana?? " tanya July heran, telpon nya belum ia matikan
"aku ga mau kamu ketemu lelaki itu"
July tersenyum kecut,
"hallo, ed jemput aku, aku kirim lokasi ya"
Nino tidak Terima mendengar itu, ia mengambil HP July dan mematikan nya, ia memasukan ke saku celana nya,
July menganga tak percaya apa yang Nino lakukan..
"huffft...
aku pasrah sayang, kemana pun kamu mau bawa aku"
ucap July tersenyum kesal.
kini HP Nino yang berdering, ia kembali memarkirkan mobil nya, merogoh HP di saku celana nya,
Nino melirik July, bunda nya menelpon..
" assalamu'alaikum, Nino kalian dimana? bukan nya sudah pulang dari RS?? “
"waalaikumsalam bun,
ya kita masih di jalan... " jawab Nino
"sayang, apa ada sesuatu? kalian sudah lambat sepuluh menit, bunda ada di apartemen July sama ayah.. " Rena memerankan suara nya seperti berbisik, ia takut Rey mendengar nya.
"mau ngapain bun?? " wajah Nino berubah bingung ia melirik july yang melamun,
"semoga sebentar lagi kalian sampai,
kita mau bicarain pernikahan kalian Nino, ayo.. "
Nino menahan senyum,
jadi orang tua nya sedang merancang pertemuan tanpa dia dan July tau,
"oke, sebentar lagi kita sampai..
__ADS_1
iya bun.. waalaikumsalam" Nino menggenggam tangan July, yang di genggam merasa terkejut, ia sedang melamun.
"kita pulang ke apartemen ya..? “ ucap Nino entah mengapa wajah nya berbinar begitu July merasa heran..
" terserah kamu aja" jawab July cuek, bukan kah memang tadi mereka harus nya ke apartemen 😄
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20menit mereka sampai, July buru buru membuka sabuk pengaman nya sendiri, dan keluar dari mobil sebelum Nino melakukan nya, entah mengapa ia merasa risih.
_katanya pengen cowok nya romantis.. di romantisin, salah.... _ Nino menggerutu dalam hati nya, July meninggalkan nya, ia berjalan duluan ke arah lift
jika tadi di RS Nino yang marah, kini July yang marah, Nino menggenggam tangan nya, July masih cemberut,
lagi lagi perlakuan tidak terduga July Terima, Nino mendorong nya pelan sampai bersandar di lift, ia memberi kecupan di pipi July,
"jangan cemberut gitu, aku tambah gemes sama kamu" ucap Nino memegang dagu July
_ apa katanya?? ada apa sih dengan dokter yang satu, kenapa mood nya ber ubah ubah kaya cewek yang lagi haid_
"senyum dong... " ucap Nino lagi.
"Nino lepasin aku, aku males deh.. "
pintu lift untung nya terbuka,
July mendorong dada Nino pelan.. Nino malah tersenyum, mereka keluar dari lift menuju apartemen July..
pintu memang terbuka setengah,
July mendengar sayup sayup suara percakapan di dalam.. ia masuk..
"nah... akhir nya datang juga... " ucap Al, ia bangkit dari duduk nya menghampiri July
"ada ayah sama bunda juga? “ July terlihat bingung,
" iya sayang.. apa kamu bener bener udah sehat?“ Rena memeluk calon menantu nya itu..
"alhamdulillah udah bunda.. "
"ayo nak sini duduk" Rey mengajak Nino yang baru saja bersalaman dengan Al,
"ada apa ini yah?? “ tanya Nino
semua telah duduk kembali,
Nino melihat Edward dan Rakha keluar dari kamar July, Nino tidak suka itu,
" pah. Rakha sama Edward keluar ya.. "
"baiklah, hati hati oke.. " ucap Al..
suasana begitu hening, Rey dan Rena saling lirik, saling memberi kode, untuk memulai percakapan mendebarkan ini...
__ADS_1