Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Pelajaran


__ADS_3

Tadi pagi Papa Reza menceritakan tentang masalah Sukma yang mencari gara-gara dengan keluarganya. Bahkan dengan tega memalsukan tanda tangan Aneta demi mencapai tujuannya namun berhasil digagalkan oleh papa dan mamanya. Andre sangat marah mendengar cerita yang dilontarkan oleh papanya itu. Sepertinya memang benar dia harus memberikan pelajaran kepada wanita itu agar kapok untuk berurusan dengan keluarganya.


Saat ini Andre dan Papa Reza tengah berada didalam mobil. Andre mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menampilkan raut wajah datarnya. Begitu pula dengan Papa Reza tak ada senyum yang terlihat dari pria paruh baya itu.


Setelah hampir 1 jam mengendarai mobil, akhirnya kedua pria berbeda usia itu sampai di sebuah rumah tahanan. Papa Reza melihat kedua tangan Andre yang memegang kuat stir mobilnya hingga terlihat otot-otot yang menonjol.


"Kamu siap, Ndre?" tanya Papa Reza dengan seringaian tipisnya.


"Siap" ucap Andre dengan tegasnya.


Papa Reza menganggukkan kepalanya kemudian turun dari mobil diikuti oleh Andre. Keduanya berjalan melangkah menuju seorang pengacara keluarganya yang telah datang terlebih dahulu. Bersama dengan pengacara, keduanya segera memasuki ruangan untuk menjenguk tahanan dan pemeriksaan. Setelah melewati semua tahapan itu, akhirnya mereka diijinkan masuk dan disuruh untuk menunggu di sebuah ruangan.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya suara langkah kaki dari beberapa orang membuat ketiga orang yang sedang menunggu itu menampilkan raut muka datarnya. Padahal tadi mereka sedag berbincang santai untuk mengusir kebosanan akibat menunggu.


"Andre, Om..." seru seorang wanita yang begitu terkejut melihat kedatangan mantan suami dan mertuanya itu.


Wanita yang terkejut itu adalah Aneta. Perasaannya tidak enak saat melihat kedatangan kedua orang itu karena mereka tak mungkin datang kesini kalau bukan urusan penting apalagi ada seorang pengacara disini. Aneta melirik ke mama mertuanya yang terlihat biasa saja akan kehadiran mereka. Yap... Orang yang datang untuk menemui Andre dan Papa Reza adalah Aneta, Sukma, dan Rudi.


Ketiganya segera duduk didepan Andre dan Papa Reza. Aneta dan Rudi dengan tatapan bingung dan khawatirnya, sedangkan Sukma yang terlihat santai menghadapi kedua orang didepannya itu. Sebenarnya ketiganya terkejut melihat Andre kini sudah sembuh dan wajahnya bahkan terlihat sehat.


"Ada apa Andre dan Om datang kemari lagi? Apakah ada masalah?" tanya Aneta gugup.

__ADS_1


"Ibu mertua kamu ini, Neta. Membuat masalah lagi dengan keluargaku" ucap Papa Reza sambil menatap Sukma yang sedang memainkan kuku-kukunya.


Aneta dan Rudi sontak saja mengalihkan pandangannya kearah Sukma yang terlihat santai. Rudi sudah mendatangkan psikolog demi membuat istrinya itu tidak tertekan didalam penjara dan pikirannya bisa jauh lebih positif, namun informasi yang diucapkan Papa Reza membuatnya menatap Sukma dengan tatapan tak percaya.


"Kali ini apa yang kamu lakukan ma?" tanya Rudi sambil menatap istrinya itu.


"Tidak ada. Mama hanya makan, duduk, mandi, dan tidur disini. Nggak ngapa-ngapain lagi" jawab Sukma dengan santai.


"Cih... Memang sih ragamu disini, tapi orang-orang suruhanmu itu yang kau suruh untuk bekerja demi obsesimu mendapatkan harta dari keluargaku" ucap Andre dengan berdecih.


"Memangnya apa yang dilakukan oleh istriku?" tanya Rudi dengan heran.


Daripada bertanya kepada istrinya dan jawabannya membuatnya bertambah bingung, lebih baik ia menanyakannya langsung pada Andre atau Papa Reza. Dirinya sungguh dibuat kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Andre itu.


Rudi dan Aneta membelalakkan matanya kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Papa Reza. Keduanya menatap tak percaya kearah Sukma yang masih terlihat santai.


"Mama gila... Bisa-bisanya kamu berbuat kaya gitu. Kamu udah di penjara kaya gini masih saja tidak sadar atas perbuatanmu. Harus bagaimana lagi aku menyembuhkan obsesimu terhadap harta itu, ma? Aku dan yang lainnya sudah menegurmu berulangkali untuk tak melakukan hal jahat lagi, kenapa kamu jadi kaya gini sih" keluh Rudi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Rudi terlihat frustasi mendengar tingkah istrinya yang selalu berulah itu. Bahkan Aneta hanya bisa menghela nafasnya kasar, dia sudah tak kuat lagi menghadapi kegilaan dari ibu mertuanya itu.


"Sepertinya saya akan mengajukan tuntutan kepada pihak rutan agar dia bisa dimasukkan ke ruang isolasi. Tentunya hal ini agar dia sadar kalau hidup dalam kesendirian didalam sebuah ruangan sempit itu sangat mengerikan" ucap Andre dengan seringaian tipisnya.

__ADS_1


Ruang isolasi ini memang sebuah ruangan yang paling ditakuti oleh para tahanan karena mereka akan dibiarkan di sebuah ruangan sempit dan sedikit gelap sendirian. Ruangan ini digunakan untuk para tahanan yang selalu membuat ulah.


Sukma yang mendengar hal itu pun langsung menegakkan tubuhnya kemudian menatap tajam kearah Andre dan Papa Reza. Bahkan kini ia berdiri sambil berjalan mendekat kearah keduanya membuat Rudi segera menarik tangan istrinya itu namun langsung dihempaskan begitu saja. Semuanya begitu kaget melihat badan Rudi hampir saja jatuh karena hempasan tangan dari Sukma.


"Kalau kau membuatku masuk ke ruangan itu, maka akan ku habisi kalian disini" seru Sukma yang akan menyerang Andre.


Bahkan kini tangannya sudah siap akan menjambak rambut Andre namun dihalangi oleh pengacara dan Papa Reza. Tak tinggal diam, Rudi dan Aneta juga ikut membantu memegangi Sukma agar tak menyerang Andre. Andre sebenarnya sudah emosi saat Sukma akan menyerangnya, namun dia juga dipegangi oleh Papa Reza agar tak kelepasan.


"Arrghhh... Lepaskan, aku akan menghabisi laki-laki ini" sentak Sukma agar Aneta dan Rudi melepaskan pegangannya.


Sukma benar-benar seperti orang kesurupan. Giginya gemeletuk akibat emosi yang memuncak didalam dadanya namun tak biasa ia lampiaskan.


"Tolong..." seru pengacara Andre agar para petugas yang ada didekat pintu segera masuk.


Benar saja, tak berapa lama setelah mendengar seruan itu beberapa petugas masuk kedalam ruangan itu dan langsung mengamankan Sukma. Mereka membawa Sukma masuk kedalam sebuah ruangan agar tak mengamuk.


"Lihat saja kau Andre, aku akan menghabisi kamu dan keluargamu" serunya masih memberontak saat dibawa paksa oleh petugas.


Andre, Papa Reza, dan pengacara pun segera berlalu pergi dari sana setelah diminta petugas untuk keluar. Sedangkan Aneta dan Rudi sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Andre serta keluarganya akibat dari Sukma yang terus berbuat ulah.


"Akan aku pastikan kalau Sukma masuk rumah sakit jiwa" ucap Andre sebelum pergi berlalu.

__ADS_1


****


Bosen sama konflik keluarga suami Aneta? Sabar ya, 1 atau 2 part lagi itu masalah selesai kok hehe


__ADS_2