Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Pemeriksaan


__ADS_3

Andre masuk kedalam rumah Nenek Darmi, terlihatlah Nadia dan kedua orangtuanya tengah terduduk dengan santai. Sepertinya Nenek Darmi tengah kedalam untuk membuatkan minuman.


Andre segera saja duduk disamping kekasihnya itu setelah menyalami tangan kedua orangtua Nadia. Mereka duduk terdiam tanpa ada yang memulai pembicaraan sampai Nenek Darmi datang. Nenek Darmi meletakkan 5 gelas berisi air minum dihadapan semua orang yang ada disana. Nenek Darmi kemudian duduk disana sambil menatap kearah Andre dan Nadia.


"Kalian tidak melakukan hal-hal yang dipikirkan oleh para warga disini kan?" tanya Nenek Darmi secara langsung.


"Iya, Nek. Kami tidak melakukan apa yang mereka tuduhkan. Kami tadi sedang membahas permasalahan tentang Parno yang terus mengganggu Nadia" jawab Andre.


Kedua orangtua Nadia segera saja menatap Andre dengan tatapan tak percaya. Mereka kini menuntut penjelasan lebih tentang Parno. Andre pun menjelaskan tentang dirinya yang dihadang oleh bodyguard Parno tadi pagi kemudian diajak bertanding lompat tali. Lalu juga menceritakan tentang Parno yang ingin membuat Nadia dan Andre salah paham saat tadi ditaman.


"Jadi kalian pacaran?" tanya Ibu Ratmi.


Ibu Ratmi langsung bisa menyimpulkan bahwa anaknya dan duda kaya itu tengah menjalin hubungan setelah mendengar cerita dari Andre dan Nadia. Andre menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Ibu Ratmi.


Ibu Ratmi yang melihat hal itu tersenyum dengan antusias bahkan dengan semangatnya, ia merestui hubungan anaknya dengan duda kaya itu. Bahkan ia berharap kalau keduanya segera menikah, begitupula dengan Nenek Darmi. Dari awal, Nenek Darmi sudah akan menjodohkan Andre dengan Nadia namun ternyata mereka sudah menjalin hubungan dahulu sebelum dijodohkan olehnya.


"Kami merestui hubungan kalian. Kami hanya berpesan untuk jangan pacaran diluar batas. Kalau kalian memang segera ingin menikah, segera bicarakan dengan keluarga" ucap Ayah Deno.


Nadia dan Andre menganggukkan kepalanya lalu mereka membahas tentang Parno yang semakin hari membuat mereka kewalahan untuk menghadapinya.

__ADS_1


"Ini hanya saran nenek saja. Kalian menikah, mungkin itu cara satu-satunya agar Parno menjauh" saran Nenek Darmi.


"Kami belum mau menikah dalam waktu dekat ini, Nek. Ini masih berkaitan dengan kesehatan Abel yang pulih benar, bahkan dia masih takut jika kami menyebut kata mama" tolak Andre.


Andre menjelaskan mengapa dia tak mengambil opsi saran itu agar tak menimbulkan kesalahpahaman diantara kedua orangtua Nadia. Sebenarnya dia bisa saja mengambil saran itu, namun disisi lain keselamatan Nadia bisa saja terancam. Semuanya mengangguk mengerti dengan ucapan Andre, setelahnya tak ada obrolan lagi sampai Andre memutuskan untuk pulang.


***


Sudah satu minggu setelah kejadian ditaman antara Andre dan Parno. Hari ini adalah hari dimana pemeriksaan Aneta dan keluarga suaminya dilakukan. Bahkan hari ini Andre dan kedua orangtuanya datang juga kesana demi melihat secara langsung bagaimana jalannya pemeriksaan itu.


Keluarga Aneta sudah datang terlebih dahulu dengan menampakkan wajah lesunya sambil menggandeng pengacara kondang di kota itu. Tak kalah dengan Aneta, Andre pun menggandeng pengacara kondang di kota itu. Andre yakin kalau dia akan menang melawan Aneta dan keluarganya, terlebih banyak sekali bukti-bukti kejahatan mereka yang telah terkumpul.


Saat masuk ke ruang pemeriksaan, kubu Aneta dan kubu Andre berpapasan tepat didepan pintu ruangan. Mama Anisa segera saja melayangkan ucapan sinisnya, terlebih dia masih kesal dengan Aneta karena telah mengibuli dirinya satu minggu yang lalu. Mama Anisa masih mempunyai dendam yang ingin ia balaskan pada mantan menantunya itu.


Mendengar ucapan Mama Anisa membuat keluarga Aneta seketika saja meneguk ludahnya kasar. Namun mereka tetap berusaha menampilkan wajah yang terlihat santai dan tenang.


"Saya juga akan melaporkan anda dan babysitter cucu-cucumu ke polisi atas dugaan penganiayaan" ancam Sukma.


"Bodo amat, laporin aja. Gue nggak takut" jawab Mama Anisa dengan bahasa gaulnya.

__ADS_1


Untuk menghindari keributan semakin ruwet, akhirnya Papa Reza menarik tangan Mama Anisa agar segera masuk kedalam ruangan diikuti oleh Andre. Sukma dan keluarganya pun ikut masuk kedalam dengan perasaan yang tak karuan.


Para penyidik memberikan 50 pertanyaan kepada empat orang yang diduga adalah pelaku kekerasan dari Abel. Bahkan disana juga diputar beberapa video yang diambil dari CCTV keluarga Sukra dan diminta kepada keluarga itu untuk menjelaskannya.


Andre, Mama Anisa, dan Papa Reza yang melihat video kekerasan yang terjadi pada Abel hanya menatap tak percaya. Mereka tak bisa membayangkan jika berada di posisi Abel disiksa sebegitunya tanpa ada yang membantu. Walaupun tidak ada suaranya, namun sangat terlihat sekali kalau Abel tengah menangis dan meminta tolong. Mama Anisa sampai menangis di pelukan suaminya karena tak kuat melihat adegan mengerikan itu.


"Kalian binatang... Kalian bukan manusia, dasar tak punya hati" seru Mama Anisa sambil menangis.


Mama Anisa menghardik apa yang dilakukan keluarga itu kepada Abel. Papa Reza segera membawa istrinya keluar dari ruang pemeriksaan karena Mama Anisa semakin histeris saat adegan-adegan kekerasan yang dialami Abel diputar. Sedangkan Andre hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menitikkan air mata.


Terlebih saat adegan Abel dipasung kakinya disebuah kayu kemudian kakinya dipukul dengan sapu. Terlihat sekali Abel menangis sambil tangannya meronta untuk melepaskan pasung itu. Para pemerhati anak disana yang juga hadir bahkan sudah menitikkan air matanya.


Sedangkan keempat pelaku hanya bisa mengepalkan kedua tangannya karena merasa kalau mereka kini telah terpojokkan.


"Ini sudah terbukti bahwa keempat pelaku adalah tersangka utama kasus kekerasan pada anak kecil bernama Abel. Seharusnya pihak polisi sudah bisa menetapkan pelaku sebagai tersangka dan menahan mereka" ucap salah satu pemerhati anak.


Rekan-rekan satu profesinya mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh rekannya itu. Terlebih semua bukti-bukti sudah lengkap, tinggal nanti memanggil beberapa saksi yang tertangkap di CCTV. Akhirnya setelah pemeriksaan selama 5 jam lamanya, polisi menetapkan Aneta dan keluarga suaminya sebagai tersangka. Bahkan pengacara mereka pun tak bisa sama sekali membela clientnya karena bukti yang kuat.


Bahkan keempatnya kini ditahan di kantor polisi sampai menunggu pelimpahan berkas ke pengadilan. Andre merasa lega karena orang yang telah membuat Abel trauma akan dihukum setimpal. Aneta menatap Andre sinis, dia akan memojokkan mantan suaminya pada waktu persidangan nanti.

__ADS_1


Kini mereka berempat keluar dari ruang pemeriksaan dengan menggunakan rompi warna orange. Polisi akan melakukan konferensi pers atas kasus ini, terlebih pelakunya adalah pengusaha sukses dan termasuk keluarga terpandang membuat kasus itu dengan mudahnya terendus media. Disini Mama Anisa sangat berperan penting karena dia juga yang memberitahukan informasi ini kepada media.


__ADS_2