
Setelah ditelusuri oleh tim pengacara keluarga Farda, benar saja jika pihak dari oknum mantan guru itu melakukan kecurangan. Bahkan mereka memberikan keterangan palsu dengan mencoba mengedit rekaman CCTV yang ada. Hal ini diketahui oleh tim IT yang diajukan oleh pengacara keluarga Farda jika video CCTV telah dimanipulasi.
Bahkan kecurigaan tentang adanya penyuapan juga terbongkar karena seorang oknum yang mengaku pihak berwajib mengaku mendapatkan sejumlah uang untuk menghentikan kasus ini. Walaupun sempat dilakukan beberapa hari, namun karena kasusnya viral kembali maka pihak berwajib akan mengusut semuanya secara tuntas.
"Disini saya akan membahas tentang kasus yang tengah viral mengenai penganiayaan kepada anak sekolah TK. Siswa TK yang mengalami penganiayaan itu adalah anak saya sendiri dan pelakunya dua gurunya yang bernama Ica dan Dinda. Namun sudah satu minggu ini saya dengar kasus ini akan segera dihentikan padahal jelas-jelas bukti visum dan CCTV sudah ada. Jadi saya meminta tolong kepada media untuk menaikkan lagi berita ini agar orang-orang yang akan menghentikan kasus ini tak bisa berkutik lagi" ucap Andre dengan wajah datarnya.
Beruntung Andre dibantu oleh Papa Nilam bekerjasama dengan pengusaha lainnya untuk menekan media agar mau mendengarkan keluhan dari mereka. Walaupun Andre pernah berada di posisi ini saat kasus Abel dulu namun waktu itu kasus viral karena Aleta yang terkenal sebagai model.
Sontak saja semua media yang dihubungi langsung kembali menaikkan berita tentang kasus itu. Mereka sebenarnya menghentikan pemberitaan itu karena tak ada satupun pihak yang mau membuka suara tentang kasus ini membuat media malas mencari tahu yang tak pasti. Namun karena dari pihak korban sudah mau menunjukkan ke publik tentunya dengan senang hati mereka akan membantu.
Ditengah acara wawancara itu, tiba-tiba saja dua orang mantan guru Arnold itu datang dan membuat kerusuhan. Mereka datang ke tempat Andre melakukan wawancara karena melihat siaran langsung di TV. Mereka begitu marah karena kasus ini kembali viral dan membuat posisinya yang sudah aman malah kembali terancam.
"Hei... Kenapa kalian jadi speak up seperti ini? Bukannya kasusnya akan dihentikan dan bukti video itu juga palsu?" kesal Ica sambil berkacak pinggang.
"Iya, kalian itu semua ditipu sama dia. Mentang-mentang pengusaha sukses terus pakai acara wawancara kaya gini dan menuduh guru sebagai pelakunya. Kalian bisa dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik karena menyebutkan nama yang belum tentu terbukti sebagai pelakunya" timpal Dinda.
Andre langsung saja berdiri dari duduknya diikuti oleh Papa Reza dan juga tim pengacaranya. Mereka menatap tajam kepada dua orang perempuan yang dengan tak sopannya membuat keributan, sedangkan para wartawan sudah menyiapkan kamera untuk mengetahui apa yang terjadi.
__ADS_1
"Kita buktikan saja disini siapa yang salah dan benar. Video yang kalian berikan pada pihak berwajib itu yang sudah di edit hingga membuat semua orang berspekulasi kalau itu adalah kecelakaan padahal memang aslinya kalian lah yang membuat kaki anak saya terluka" sentak Andre.
Sepertinya Andre sudah kehilangan kesabarannya menghadapi orang-orang yang menjadi pelaku namun kemudian playing victim seolah sebagai korban. Sedari awal kasus ini, keduanya sama sekali tak beriktikad baik untuk meminta maaf bahkan menunjukkan rasa bersalahnya malah semakin berani menantang pihak keluarga.
"Bahkan video CCTV asli itu sudah di putar di hadapan semua guru di sekolah, namun semua orang bahkan tak ada yang mau speak up meluruskan. Kalau begini caranya pihak sekolah bisa kami tuntut karena menghalang-halangi penyidikan" ucap pengacara keluarga Farda.
Kedua perempuan itu terdiam karena semuanya semakin berantakan dan panas. Kamera awak media juga terus menyoroti wajah keduanya membuat keluarga mereka di sana terkejut bahkan menghujat keberaniannya. Padahal mereka sudah tenang dan membiarkan saja kasus itu agar hilang sendiri namun malah kedua anaknya keluar dan muncul di layar TV.
Ica dan Dinda tentunya khawatir jika masalah ini sampai membawa-bawa sekolah tentunya akan semakin berat sanksi yang akan mereka terima. Keduanya tiba-tiba saja pergi dari sana diiringi beberapa langkah awak media yang mengejar mereka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
***
"Pak Andre, bisakah kami minta keterangan dari korban?" tanya salah satu polisi meminta ijin setelah melakukan pemeriksaan pada wali korban.
"Bagaimana ya pak? Pasalnya kemarin saat ada teman menjenguknya dan memakai baju seragam sekolah, anak saya histeris" ucap Andre sedikit ragu.
"Mungkin kita coba dulu bertanya sebentar, pak. Kalau memang nanti respons nya tak baik, kita bisa menghentikannya" ucap polisi itu.
__ADS_1
Akhirnya Andre menganggukkan kepalanya setuju. Mereka pun langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Arnold. Dalam hati Andre sedikit ragu walaupun sudah ditenangkan oleh Papa Reza dan pengacaranya. Andre juga sudah menghubungi istrinya agar bersiap-siap jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Walaupun kondisi Arnold sudah lebih baik namun perawatan intensif mengenai kondisi mentalnya masih lah diperhatikan membuatnya tetap menjalani rawat inap.
***
"Halo adek Arnold" sapa beberapa polisi mulai melakukan pendekatan setelah masuk dalam ruang rawat inap bocah kecil itu.
Arnold terlihat biasa saja bahkan tersenyum tipis melihat kedatangan beberapa polisi. Hal ini membuat polisi sedikit ragu dengan ucapan keluarga Farda yang seolah-olah mengatakan bahwa Arnold tidak baik-baik saja karena kejadian penganiayaan itu.
"Baik, om" jawab Arnold singkat.
"Boleh nih om tanya-tanya dikit" ucap polisi itu dengan santai.
"Tanya apa, om polisi? Om polisi kan bukan wartawan kok mau tanya-tanya segala sama Arnold. Arnold juga bukan artis yang harus di tanya-tanyai" ucap Arnold acuh.
Beberapa polisi disana hanya bisa menahan tawanya saat rekannya seperti mati kutu mendengar ucapan Arnold. Sedangkan Nadia dan Andre yang menemani di dalam ruangan itu hanya bisa meringis tak enak hati. Memanglah Arnold itu tak ada takut-takutnya sama sekali sama orang kecuali yang membuatnya trauma seperti kemarin.
"Om pengen tanya sesuatu tapi Arnold jawab dengan jujur ya" ucap polisi itu mencoba sabar.
__ADS_1
Arnold menganggukkan kepalanya mengerti bahkan menatap polos para polisi yang hadir disana. Terlihat sekali jika polisi disana mulai sedikit tenang untuk mengorek informasi yang sebenarnya agar kasus ini tak merusak nama baik sebuah instansi.